Home » Berita Foto » 100 Ahli Waris di Purwakarta Terima Santunan Kematian Pekerja Sosial

100 Ahli Waris di Purwakarta Terima Santunan Kematian Pekerja Sosial

Keterangan Foto: TERIMA SANTUNAN. 100 Ahli Waris di Purwakarta Terima Santunan Kematian Pekerja Sosial.  Bupati purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan program pemberian santunan kematian merupakan komitmennya sejak menjadi bupati purwakarta 2008 lalu
Keterangan Foto: TERIMA SANTUNAN. 100 Ahli Waris di Purwakarta Terima Santunan Kematian Pekerja Sosial. Bupati purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan program pemberian santunan kematian merupakan komitmennya sejak menjadi bupati purwakarta 2008 lalu.

PURWAKARTA,sidaknews.com – Untuk kesekian kalinya, Pemkab purwakarta kembali menyalurkan santunan kematian kepada warganya yang meninggal dunia. Kali ini, senin 9 Maret 2015 di aula Janaka Setda purwakarta.

100 ahli waris yang Salahsatu keluarganya meninggal dunia di tahun 2014 lalu dan tercatat semasa hidupnya sebagai pekerja sosial, mendapatkan santunan kematian masing-masing 15 juta rupiah perorang. Total 1,5 milyar disiapkan dalam APBD 2015 untuk santunan kematian pekerja sosial ini.

Seluruh almarhum dan almarhumah semasa hidupnya tercatat sebagai pekerja sosial yakni sebagai ketua RT, ketua RW, dukun beranak, guru ngaji, Imam masjid, linmas, aparatur ditingkat desa dan pekerja sosial lainnya yang tersebar di seluruh wilayah purwakarta.

Sementara itu, bagi warga biasa yang meninggal, Pemkab memberikan santunan kematian sebesar 1 juta rupiah perorang. Namun untuk santunan kematian warga biasa ini, Pemkab akan menyerahkannya dalam waktu yang yang akan datang.

Sopur (62),Ibu empat anak, warga desa taringgul tengah kecamatan Wanayasa ini salahsatu penerima santunan kematian dari almarhum suaminya Arifin (71) yang meninggal sejak 17 April tahun lalu karena penyakit asma yang dideritanya.

Bupati Purwakarta223Sopur mengungkapkan, mendiang suaminya adalah ketua RW 05 di desanya yang bertanggung jawab baik dalam tugasnya sebagai ketua RW maupun dalam menghidupi keluarga. Kini, Sopur harus berjuang sendiri untuk menutupi kebutuhan hidupnya.

“sepeninggal bapa, ibu di rumah tinggal berdua sama si bungsu. Kakak-kakaknya udah punya keluarga. Ya untuk kebutuhan hidup sehari-hari jadi buruh tani dibantu sibungsu” beber Sopur.

Menanggapi santunan ini, Sopur cukup terbantu. Pasalnya. Selain untuk bekal kebutuhan hidup, dalam waktu dekat ini dirinya bermaksud mengadakan selamatan mendak taun (satu tahun) almarhum pada April mendatang, “Alhamdulilah, bisa buat bekal hidup ibu. lagian sebentar lagi selamatan satu tahun meninggalnya bapa. Terimakasih ibu sampaikan kepada pemda purwakarta” Tutup Sopur.

Sementara itu, bupati purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan program pemberian santunan kematian merupakan komitmennya sejak menjadi bupati purwakarta 2008 lalu. Namun, besar nominalnya saja yang mengalami perubahan dan cenderung mengalami kenaikan.

Sebelumnya, Pemkab memberikan santunan kematian disamaratakan antara warga biasa dengan pekerja sosial dengan nilai 1juta rupiah. Namun kini, pekerja sosial sebesar 15 juta rupiah dan sengaja dibedakan untuk memberikan perhatian lebih kepada mereka semasa hidupnya sebagai pekerja sosial.

“Karena tugas dan tanggungjawabnya yang tak sebanding dengan perhatian dan rasa terimakasih kita. Padahal mereka bekerja ikhlas sepenuh hati” ujar Dedi.

Di hadapan ahli waris, Dedi mengucapkan terima kasihnya atas tugas dan pengabdian yang diberikan almarhum dan almarhumah semasa hidupnya sebagai pekerja sosial.

“Terimakasih dan mohon maaf bilamana Pemerintah daerah belum bisa memberikan yang terbaik kepada bapak ibu semuanya” pungkas Dedi.

Terkait pemberian santunan kematian ini, ahli waris mencairkan bantuan ini di Bank Jabar Banten. Administrasi dan persyaratannya dibantu bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda purwakarta agar mereka bisa dimudahkan dalam proses pencairannya sesuai ketentuan administrasi yang mengaturnya.(karla)

Check Also

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pinjaman dana tunai, seperti PT  Bess Finance yang beralamat di Ruko senawanggi Batu Aji, Batam.

Tagih Nasabah, Debt Kolektor Diduga Tidak Memiliki Dasar Hukum Fidusia

Batam , sidaknews.com – Perusahaan pembiayaan sudah menjabur di Kota batam, bahkan banyak perusahaan Pembiayaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>