Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Unjuk Rasa Mahasiswa di Mapolres Tanjungpinang Berakhir Ricuh

Unjuk Rasa Mahasiswa di Mapolres Tanjungpinang Berakhir Ricuh

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Dwita Kumu Wardana menemui para pendemo di Mapolres Tanjungpinang, Selasa (25/11). Foto: ist
Kapolres Tanjungpinang, AKBP Dwita Kumu Wardana saat menemui para pendemo di Mapolres Tanjungpinang, Selasa (25/11). Foto: ist

-Mahasiswa Desak Polisi Usut Tuntas Sejumlah Kasus

Tanjungpinang, sidaknews.com – Unjuk rasa yang digelar puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Informasi Mahasiswa (JIM) Kepri di Mapolres Tanjungpinang, Selasa (25/11) berlangsung ricuh.

Pantauan di lapangan, unjuk rasa yang bertujuan menuntut penyelesaian sejumlah kasus yang saat ini ditangani Polres Tanjungpinang semula berlangsung tertib dan lancar.

Namun, di tengah aksi berlangsung, kericuhan tidak dapat dihindari karena sejumlah pendemo dan oknum polisi berpakaian preman terlibat adu mulut, bahkan sempat terlibat adu fisik.

Belum diketahui penyebab pasti kericuhan ini, namun akibatnya sejumlah pendemo mengaku menderita luka ringan. “Kita hanya menyampaikan aspirasi, bukan mau buat onar. Kok kita diperlakukan seperti ini (oknum polisi-red),” ujar Imanuddin, salah satu koordinator unjuk rasa di sela-sela demonstrasi berlangsung.

Meski diwarnai kericuhan yang tidak berlangsung lama ini, unjuk rasa kemudian berlanjut hingga akhirnya Kapolres Tanjungpinang AKBP Dwita Kumu Wardana yang didampingi Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Reza Morandy Tarigan menemui para pendemo.

Dalam aksinya, mahasiswa mendesak pihak kepolisian segera menuntaskan sejumlah kasus yang dinilai masih mandek penanganannya, salah satunya kasus dugaan penyelewengan BBM subsidi yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD Tanjungpinang, Agung Triyanto (AG).

“Kita minta polisi transparan dan segera menuntaskan kasus dugaan penyelewengan BBM yang diduga melibatkan oknum dewan tersebut,” ujar pendemo dalam orasinya. Sementara itu, terkait tuntutan dari mahasiswa, Dwita Kumu Wardana memberikan penjelasan terkait proses penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan penyelewengan BBM yang diduga melibatkan oknum dewan tersebut.

“Empat orang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus ini, bahkan sudah ada tersangka yang saat ini telah menjalani proses persidangan di PN Tanjungpinang,” ujar Dwita di hadapan pendemo.

Terkait dugaan keterlibatan AG, Kapolres menjelaskan jika dalam proses penyidikan sampai saat ini pihaknya menemui sejumlah kendala, salah satunya belum mendapatkan alat bukti yang mengarah kepada keterlibatan AG. Meski demikian, kapolres menegaskan jika kasus tersebut masih terus didalami.

“Kasus ini masih terus kita dalami. Terkait dugaan keterlibatan A, kami menemui sejumlah hambatan terutama belum ada bukti yang mengarah ke oknum anggota dewan tersebut,” kata Dwita. Kapolres juga menambahkan, dalam penanganan kasus tersebut pihaknya akan berusaha transparan dan berjanji akan segera menuntaskan kasus tersebut.

Usai mendengarkan penjelasan dari kapolres, mahasiswa membubarkan diri. Meski telah mendapat penjelasan, mahasiswa mengancam akan kembali berunjuk rasa jika belum ada perkembangan dalam penyelesaikan kasus dugaan penyelewengan BBM tersebut.

“Jika tak ada perkembangan, kita akan kembali unjuk rasa untuk mempertanyakannya,” ujar pendemo.

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan penyelewengan BBM tersebut semula diungkap jajaran Intel Kodim 0315/Bintan kemudian dilimpahkan ke Polres Tanjungpinang. Kasus ini diduga melibatkan AG, oknum anggota DPRD Tanjungpinang. Beberapa waktu lalu, melalui pengacaranya, AG membantah keras terlibat dalam kasus ini.(rd)

Check Also

Keluar Dari Wilayah Kontrak Kerja, PT Vale Bayar Denda ke Negara Rp 5 M

Lutim, sidaknews.com – Penyerahan uang sebesar Rp 5 Milyar dari PT Vale Indonesia kepada Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *