Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » 200 Wanita Hamil Ikut Kelas Ibu Hamil

200 Wanita Hamil Ikut Kelas Ibu Hamil

200 Wanita Hamil Ikut Kelas Ibu Hamil
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, Saat Memberikan Penghargaan Kepada Salah Satu Ibu Hamil.

Tanjungpinang, Sidaknews.com – Memperingati hari ulang tahunnya yang ke-63, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) bersama Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang menggelar kelas ibu hamil, Minggu (22/6) di aula Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang.

Dalam kelas tersebut dilaksanakan beberapa kegiatan yaitu senam massal ibu hamil, lomba ibu hamil pintar, lomba ibu ASI, serta pelayanan kesehatan.

Kegiatan ini, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Rustam, adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman ibu hamil dalam mengurangi resiko angka kematian.

Jumlah ibu hamil yang mengkuti kelas ini sebanyak 200 orang yang merupakan perwakilan ibu hamil dari setiap kelurahan.

Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH tampak hadir dengan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang Hj. Yuniarni Pustoko Weni. Dikatakan Lis, menurut data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan, hingga saat ini tercatat sudah 7 orang ibu hamil yang meninggal.

Angka ini tentunya diharapkan tidak bertambah lagi sepanjang sisa tahun 2014 ini. Oleh karena itu, Lis juga mengharapkan kegiatan penyuluhan bagi para wanita hamil wajib digelar secara rutin.

“Wanita hamil harus rajin diberi penyuluhan sekaligus cek kesehatan. Khususnya yang memiliki potensi hipertensi atau darah tinggi.” Kata Lis. “Hipertensi merupakan salah satu faktor penyebab kematian bagi ibu melahirkan.” Katanya lagi.

Selain hipertensi, kelalaian wanita hamil dalam menjalani kehamilan dan tidak rajin melakukan kontrol kehamilan juga dapat menjadi penyebab tingginya angka kematian wanita hamil dan melahirkan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Lis menekankan kepada Dinas Kesehatan pada umumnya dan puskesmas pada khususnya agar rajin memberikan penyuluhan untuk para wanita hamil. “Bila perlu sediakan transportasi untuk menjemput ibu hamil ke puskesmas untuk mendapatkan penyuluhan. Apalagi jika tempat tinggalnya jauh dari puskesmas.” Ujar Lis.

“Penyuluhan bukan sekedar memberikan informasi dan pengetahuan, tapi juga bisa dimanfaatkan sebagai ajang untuk menyampaikan keluhan dan kendala selama masa kehamilan, terlebih bagi para ibu-ibu yang menjalani kehamilan kedua atau lebih. Jangan menganggap kesehatan kehamilan sebagai hal yang biasa.” Ujar Lis panjang lebar.

“Bila perlu bagikan nomor telepon para praktisi kesehatan di puskesmas yang bisa dihubungi. Sehingga bila dibutuhkan masyarakat dapat melakukan konsultasi via telepon.” Tutupnya. (Erva)

Check Also

Desa Paya Bujok Beuramoe Khitan Anak Kurang Mampu

Langsa, sidaknews.com – Sedikitnya 20 orang anak dari keluarga yang kurang mampu di desa Paya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *