Home » Berita Foto » 3 Perusahaan Penjual BBM Subsidi kepada Industri tidak tersentuh hukum

3 Perusahaan Penjual BBM Subsidi kepada Industri tidak tersentuh hukum

Poto Mobil Tangki BBM PT.Adja Dian Perkasa. dik.Sidaknews.com
Poto Mobil Tangki BBM PT.Adja Dian Perkasa. dik.Sidaknews.com

Batam. Sidaknews – Begitulah tingkah laku pemain minyak Subsidi yang seharusnya dijual kepada Masyarakat diambil oleh pengusaha, diduga dibeking aparat Abal-abal untuk memuluskan usaha yang melangar hukum  yang berada diKota Batam Propinsi Kepri.

Ada tiga PT satu kantor dan satu pengusaha pekerjaan  telah beroperasi belasan tahun untuk mengantarkan BBM Subsidi yang diambil dari tempat penampungan yang berada  wilayah Batam.

Minyak Subsidi ini  diambil dari mobil mobil bermacam merek dari SPBU yang berada dikota Batam , untuk tangki ukuran besar   dibuat di belakang pasar melayu Batu Aji Batam sejak berapa tahun belakangan ini.

Hasil penyelusuran media ini diberapa SPBU pihak SPBU menjual BBM ini kepada konsumen berdasarkan surat dari disperindag Batam setiap penjual diPengisian tersebut diuang tip agar semua operasi mobil-mobil tersebut lancer dilapangan, ada yang melebihi dari harga yang telah ditentukan seperti HET harga tertinggi untuk BBM subsidi .

Taksi serta mobil Strum dan mobil lainya mengambil minyak dari SPBU  yang berada disekitaran Tanjung Uncang.Perumnas Sagulung, Aviari, Muka kuning indah, dan Tambesi Batuaji  belum lagi pertamina Batam sentre dan Nagoya  Sungai Panas Batu ampar Baloi  jodoh  disetiap SPBU Batam.

Mobil-mobil tersebut  bukan satu kali saja membeli BBM kepada SPBU ada yang tiga hingga empat kali dalam satu hari, dengan   jumlah yang begitu banyak.

Modus untuk mengelabui pihak  masyarakat yang berada di SPBU, dimana pihak  pembeli BBM parkir terlebih dahulu disamping SPBU-SPBU yang berada disekitar kota Batam.

Pelaku atau  sopir yang membawa BBM lansung menuju tempat penampungan milik PT. Adja Dian Perkasa, PT.Bintara Mandiri. Lintas Samudra Mandiri, Batu Besar Nongsa dan Gundang Simpang Lampu merah Aviari.

Setelah BBM terkumpul dengan puluhan Ton, Setelah menunggu proses dilapangan mobil tengki dengan Merek Adja, dan Dian Perkasa membawa kepada Industri –Industri yang berada di Batam.

Diduga 3 perusahaan tersebut dibeking oleh Oknum wartawan Mingguan dari Jakarta.
dalam peraturan kalau kita amati adanya plang “Media Buser” disamping perusahaan yang diduga telah menyalai aturan disperidag, juga UU Pokok Pers no 40 tahun 1999.

Dari 3 Pt tersebut berkantor disekitar di komplek KDA Batam Centre, dari impormasi yang diperoleh, bahwa salah satu Oknum wartawan Media Mingguan diduga ikut membeking usaha penampungan BBM Subsidi yang dijual kepada Indutri yang berada di Batam.

Menurut informasi yang didapat sekitar RUKO kompek KDA tersebut mengatakan memang ada setiap bulan bagi-bagi uang untuk wartawan dan Aparat yang diduga untuk memuluskan usaha milik Aloho selaku pemilik 3 PT.Dian Perkasa dan ada juga PT.Bintara Mandiri dan PT.Lintas Samudra Mandiri.

Dilokasi Ruko KDA, Pihak Polda Kepri berdiam diri atas pelaku pengusaha penampungan BBM Subsidi tersebut yang dijual kepada Industri pada hal BBM tersebut untuk masyarakat penguna kendaraan Umum atau pribadi serta masyarakat miskin.

Diduga Pihak polda tidak tahu dengan keberadaan dan permainan 3 Perusahaan tersebut. “kuat dugaan” bahwa pelaku penampung BBM Subsidi serta penjual BBM Subsidi kepada Indusri yang berada diKota Batam yang sering bermain.

Yanti Mira selaku kaki tangan untuk memuluskan pertanyaan wartawan dikantornya .kita telah memberi bantuan kepada semua wartawan Batam ini.termasuk aparat siapa yang bisa ganggu lagi ungkapnya dengan arongan kepada wartawan.kita memberi bantuan 150.000 per media disini setiap bulanya sampai saat sekarang termasuk media harian local disini.

kita saja yang bantu coba lihat pemain yang lain ada bantu wartawan serta aparat. Saya ini juga wartawan punya media jelas yang terbit setiap minggu juga tahu redaksi kami dijakarta kantor pusatnya ada rekomendari saya ditugas Redaksi untuk  mendampingi usaha 3 PT ini.

Berapa Aktivis LSM Batam mengatakan memang 3 PT tersebut diduga telah bermain dengan aparat polisi, ini adalah perbuatan melanggar hukum, BBM yang seharusnya dijual kepada masyarakat malah dijual kepada Industri dengan harga tinggi.

3 PT tersebut sejak lama jadi pemain minyak BBM subsidi tapi pihak penenegak hukum Batam diduga tidak sangup menangkap para pelaku BBM pemain BBM Subsidi tersebut.(Tim)

Check Also

Ilustrasi. Foto: Dok

Terbukti Edarkan Narkoba, Herman Dibui Delapan Tahun

Tanjungpinang, sidaknews.com – Terbukti bersalah memiliki dan mengedarkan narkoba, terdakwa Herman alias Babe (56) dihukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>