Selasa , 23 Mei 2017
Home » Berita Foto » 3,5 Miliar Kajati Kepri Sita dari Koruptor Alkes Anambas

3,5 Miliar Kajati Kepri Sita dari Koruptor Alkes Anambas

Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau sita
Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau sita dari Koruptor Alkes Anambas tahun 2009 sebesar Rp.3.589.080.000.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – 3,589.080.000,00 miliar disita oleh Kejaksaan Tinggi Kepri dari Yuni Widianti, tersangka korupsi pengadaan alat kesehatan di Anambas pada tahun 2009

Asisten Pidana Khsus Kejaksaan Tinggi Kepri Yulianto bersama tim penyidik dan Penuntut Kejati Kepri mengatakan, pelaksanaan penyitaan uang sebesar Rp3,589.080.000 miliar lebih dari Direktur CV Intan Diantika, tersangka Yuni Widianti, dilakukan dalam hal recovery asset dari perusahaan rekanan yang menyebabkan kerugian negara dalam tindak pidana korupsi.

Yulianto mengatakan, atas kerja keras dari Tim penyidik yang dikomandoi oleh Padeli,SH.MH. Artinya Tim berhasil membongkar Aset reser (pelacakan aset) Jadi bukan hanya untuk menghukum pelaku, tetapi kejaksaan juga melakukan tindakan pengembaliaan kerugian negara (recovery asset) dengan menelusuri seluruh aset dari perusahan pelaku tindak pidana korupsi,” kata Yulianto pada wartawan di Kejaksaan Tinggi Kepri, Rabu (7/5)

Saat ini, kata Yulianto, tim penyidik bersama tim Intel Kejaksaan Tinggi Kepri telah berhasil menyita dan mengembalikan kerugian negara dari tersangka Yuni Widiyanti.

Tampak. Direktur
Tampak. Direktur.CV.Intan Diantika saat ditangkap beberapa waktu lalu.

Penyitaan sendiri, dilakukan atas pelacakan aset perusahaan CV Intan Diantika dari keterangan tersangka yang selama pemeriksaan sangaat kooperatif memberikan keterangan kepada penyidik Kejaksaan. “Kami juga berterima kasih kepada terdakwa yang sudah kooperatif dan bersedia mengembalikan kerugian negara atas korupsi yang dilakukan oleh perusahaannya,” ujar Yulianto.

Namun demikian, pengembalian dana dan penyitaan aset perusahaan CV Intan Diantika yang dilakukan tersangka Yuni Widianti tidak menghentikan proses hukum yang sedang dijalani.

Sesuai dengan putusan Pengadilan Tipikor sebelumnya, nilai kerugian negara yang ditetapkan Majelis Hakim pada dua terdakwa masing-masing Dr. Tajri dan M. Sofyan Skm sebesar Rp3.589.080.000.Kedua terdakwa ini sudah divonis oleh Pengadilan Tinggi dengan hukuman penjara selama 4 tahun denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Nilai kerugian negara ini sendiri, bertambah menjadi total loss Rp3,5 miliar dari total perhitungan nilai kontrak sebesar Rp3,1 miliar karena ditambah denda dari pelaksanaan kegiatan pengadaan proyek Alkes Anambas pada tahun 2009.

“Untuk saat ini, dari total dana yang kami sitas dari tersangka Yuni Widiyanti akan disimpan dalam sebuah rekening khusus di BRI, sampai menunggu surat penyitaan dari Pengadilan Tipikor Tanjungpinang,”Ungkap Yulianto.(Red/Tim)

 

Check Also

Gubernur Aceh Minta Dinas Terkait Pastikan Harga Daging Meugang Dibawah 130 Ribu Per Kilogram

Banda Aceh, sidaknews.com – Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta dinas terkait untuk memastikan harga daging …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *