Jumat , 24 Maret 2017
Home » Berita Foto » 48 Guru Datangi DPRD, Anggaran Sertifikasi dipertanyakan

48 Guru Datangi DPRD, Anggaran Sertifikasi dipertanyakan

Sebanyak 48 guru penerima tunjangan profesi sertifikasi Rabu (5/2) mendatangi gedung DPRD Kabupaten Purwakarta
Sebanyak 48 guru penerima tunjangan profesi sertifikasi  mendatangi gedung DPRD Kabupaten Purwakarta rabu 5/2.dok.Sidaknews.com

Purwakarta,Sidaknews.com – Sebanyak 48 guru penerima tunjangan profesi sertifikasi Rabu (5/2) mendatangi gedung DPRD Kabupaten Purwakarta, Mereka mengadu agar wakil rakyat menjembatani persoalan mereka yang belum menerima tunjungan Profesi Serifikasi kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Purwakarta, untuk tidak menahan hak mereka.

Para guru yang juga tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Jamaah Haji Purwakarta 2013, merupakan para guru yang berangkat haji pada tahun 2013, dan tunjangan sertifikasinya ditahan karena adanya petunjuk teknis (Juknis)yang harus diikuti.

Dalam Juknis lama sendiri dikatakan bila berangkat haji termasuk dalam kategori alasan penting sehingga tidak berhak tunjangan sertifikasinya dicairkan sesuai Bab III Bagian b poin d, namun dalam Juknis baru yang turun pada Juli 2013, disebutkan berangkat haji termasuk cuti besar sehingga tunjangan sertifikasi bisa dicairkan.

Neni Lisnawati salah seorang guru PNS di SMPN 2 Purwakarta mengaku pihaknya selalu saja dipersulit, padahal dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 guru berhak mendapatkan cuti dan selama cuti PNS berangkutan menerima penghasilan penuh, Sehingga tunjangan 48 guru wajib dicairkan

“Jumlah uangnya total Rp. 278 juta, diduga Disdikpora menahan, alasannya karena ada Juknis yang keluar Februari 2013, disebut cuti haji sebagai alasan penting, setelah itu ada Juknis baru di bulan Juli, berangkat Haji termasuk cuti besar,”terangnya

Penahanan tunjangan sertifikasi karena alasan masa beban kerja mengajar yang kurang dari 24 jam, dan selama dua bulan tunjangan mereka ditahan atau bila dinominalkan sekitar Rp. 5 Juta.

“Dua bulan dipotong, sementara pergi hajinya 40 hari, dan Kadis tidak tahu terkait pemotongan sertifikasi,”imbuhnya penuh tanya.

Disdikpora pun tak tinggal diam dan pernah melayangkan surat kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 20 Januari, pada tanggal 22 surat balasan dikirim, dengan hasil bahwa guru yang bersangkutan tidak berhak mendapatkan tunjangan.

“Inti masalahnya sederhana, saya tidak tahu apakah tunjangan profesi guru tidak dibayarkan seluruhnya, tidak ada surat ke Kadisdikpora. Dan tidak punya kompetensi Disdikpora untuk merubah Juknis tersebut karena yang berkaitan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelas Kadisdikpora Andrie Chaerul.

Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta Hj Dian Kencana, menurutnya permasalahan tersebut mestinya bisa diselesaikan diinternal Dinas Pendidikan, Sehingga hal seperti ini tidak terjadi

Hasil ajuan mereka, kemudian disepakati DPRD melalui Komisi I akan mengirimkan surat rekomendasi kepada Pemkab Purwakarta tertuju DPKAD untuk dapat mencairkan tunjangan tersebut.

“Kalau sepakat dibayarkan, maka dibayarkan saja. Komisi I membuat surat rekomendasi, untuk mendapatkan pencairan. Tertuju pemerintah daerah Purwakarta,” ujar Ketua Komisi I DPRD Purwakarta H. Komarudin.

Sementara bagian DPKAD Purwakarta mengaku belum bisa mencairkan karena di awal tahun Mekanismenya pencairan tunjangan profesi guru, disetiap triwulan.
Menerima transfer dari pusat kemudian DPKAD berkoordinasi dengan Disdikpora untuk segera mencairkan. (Adi Kurniawan Tarigan)

Check Also

Kunjungan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Saut Situmorang ke Kota Tebingtinggi diterima Pj Walikota H Zulkarnain bersama Kapolres Tebingtinggi AKBP Ciceu Cahyati, Kajari Tebingtinggi Fajar Rudi Manurung dan Wakil Ketua DPRD Mhd Hazly Azhari Hasibuan.

Kunjungan KPK RI Saut Situmorang Ke Kota Tebingtinggi

Tebingtinggi, sidaknews.com – Kunjungan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Saut Situmorang ke Kota Tebingtinggi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>