Senin , 27 Maret 2017
Home » Berita Foto » 6 SMK dilarang Bupati terima siswa baru

6 SMK dilarang Bupati terima siswa baru

Tauran
Akibat Tawuran sering terjadi, Bupati Purwakarta resmi mengeluarkan kebijakan larangan penerimaan Siswa Baru untuk 6 SMK di Purwakarta. 

Purwakarta,Sidaknews.com – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membuktikan ancamannya selama ini dan akhirnya resmi mengeluarkan kebijakan larangan penerimaan siswa baru bagi enam sekolah SMK di Purwakarta yang siswanya sering kedapatan terlibat tawuran yang sering meresahkan.

Diantara keenam sekolah tersebut SMK yang ada di Kabupaten Purwakarta tersebut yakni SMK YPK, YPB, YKS (1), YKS (2), Bintar, dan Tekin, dengan dituangkan kedalam Surat Keputusan Bupati Purwakarta Nomor 421.5/Kep-Disdikpora/2014, yang menegaskan keenamnya dilarang melakukan penerimaan siswa baru pada Tahun Ajaran 2014/2015.

Namun Kebijakan tersebut akan ditinjau ulang setiap tahunnya, apabila siswa sekolah tersebut masih melakukan tawuran tak menutup kemungkinan sanksi larangan ini akan terus diperpanjang, bahkan dengan keputusan ini Bupati dengan keras menantang bagi kepala sekolah yang tidak setuju dengan kebijakannya silahkan melakukan gugatan ke PTUN.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta, Dr Andrie Chaerul ketika dihubungi membenarkan terkait SK Bupati Tentang Larangan Penerimaan Siswa Baru bagi enam SMK di Purwakarta telah turun., dan telah disampaikan ke masing-masing sekolah dan sejauh ini pihak sekolah memahami keputusan tersebut.

“Sudah kita kumpulkan semua pengelola yayasannya kemarin., dan mereka mengaku bisa menerima,” kata Andrie, Selasa (18/2).

Walaupun demikian keenam sekolah tersebut akan terlebih dulu menemui dan meyakinkan Bupati untuk meminta peninjauan ulang keputusan tersebut, Mereka beralasan dari sekian banyak siswa di sekolah, tak lebih 5 % saja yang sering terlibat tawuran, selebihnya siswa baik-baik, sekolah juga telah berupaya untuk terus melakukan langkah pencegahan.

“Kalaupun ada sekolah yang nantinya tetap menerima siswa baru, siswa baru tersebut tidak akan terdaftar di Dinas Pendidikan, alias ilegal, bagi yang tidak puas, silahkan menggungat ke PTUN,” tegas Andrie.

Maraknya tawuran pelajar yang juga menjadi tingkat keresahan bagi pihak sekolah dan masyarakat, merupakan PR besar bagi pemerintah, khususnya lembaga pendidikan yanga ada di Purwakarta, daya dan upaya pun telah ditempuh, namun tidak kunjung berhasil, terakhir dibulan Pebruari 2014 tawuran pelajar kembali pecah dan memakan korban nyawa, satu pelajar SMK tewas setelah ditikam senjata tajam oleh pelajar SMK lainnya.(Adi Tarigan)

Check Also

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyerahkan trophy dan bantuan pembinaan kepada Joki dan kuda pemenang

Kualitas Pacuan Kuda Tradisional Gayo akan Terus Ditingkatkan

Takengon, sidaknews.com – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kualitas pacuan kuda tradisional Gayo akan terus …

One comment

  1. kenapa harus di tutup menurut saya di tertibkan saja

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>