Senin , 27 Maret 2017
Home » Berita Foto » 75 KK Tertipu Dengan Program Rutin Masyarakat (RMS)

75 KK Tertipu Dengan Program Rutin Masyarakat (RMS)

surat tanah
Ilustrasi Sertifikat Surat Tanah.

Luwu Timur, Sidaknews.com – Kasus penipuan mencuat di Luwu Timur. Kali ini terkait Program Rutin Masyarakat (RMS).

Sebanyak 75 Kepala Keluarga (KK) merasa tertipu dengan program tersebut setelah menyetor dana Rp.4 juta – Rp.8 juta, sementara sertifikat tanah yang mereka harapkan belum terbit.

Hal ini dialami masyarakat Tabarano, Desa Tabarano, Kecamatan Wasponda, Luwu Timur.

Kasus ini diduga melibatkan oknum sekretaris desa (Sekdes) Tabarano berinisial AL bekerjasama denganBadan Pertanahan Nasional
(BPN) Luwu Timur.

Salah satu korban yang enggan dikorankan mengatakan telah dirugikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya dirinya dijanjikan sertifikat tanah melalui program Rutin Masyarakat(RMS) setelah setiap masyarakat menyetor Rp.4 juta – Rp.8 juta/KK.

“Kami dijanji akan dibuatkan sertifikat tanah melalui program RMS, namun syaratnya harus menyerahkan dana,” ketus perwakilan masyarakat Desa Tabarano ini.

Ia menambahkan bahwa pihak BPN, sebelumnya pernah melakukan pengukuran dilokasi milik warga sebelum pemilihan (Caleg. Red) beberapa waktu lalu, namun sampai saat ini tak satupun warga yang mendapatkan sertifikat tanah sesuai dengan pernyataan pihak (BPN).

Bahwa dalam rentan waktu 90 hari sertifikat akan diserahkan kewarga bersangkutan namun sayangnya, seluruh warga telah menyerahkan sepenuhnya ke oknum-oknum yang tak bertanggung jawab, diantaranya Sekdes Tabarano dan Aco selaku pemonitor.

Sekdes Tabarano, Kecamatan Wasponda berinisial AL yang salah satu nama yang disebut masyarakat turut terlibat, namun sayangnya sulit untuk ditemui, dan terkesan menghindari. Salah satu warga setempat sebelumnya sudah melaporkan persoalan tersebut kepihak Polsek setempat.

Kapolsek Wasponda, AKP Joddi saat dikonfirmasi membenarkan adanya pelaporan masalah ini. Kita sudah meminta keteranganya terkait program (RMS) ini, dan meminta pihak bersangkutan menyerahkan semua berkas berkas pendukung guna untuk penyelidikan lebih jauh,” kata Joddi, Kamis 27 November kemarin.

Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan (BPN) Luwu Timur, Syarifuddin saat dimintai keterangannya terkait persoalan tersebut mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui adanya persoalan tersebut,dan nama yang bernama Aco yang disebut-sebut sebagai pramotor ke BPN, itu sampai saat ini belum mengetahuinya.

“Kalau hanya mendengar namanya memang sering, dan saya akan memanggi anggota kami yang diduga terlibat, dan ketika itu terbukti maka kami tidak segan-segan memberikan sanksi tegas, dan terkait persoalan program RMS yang memang rutin tiap tahun di laksanakan, dengan anggaranya bukan bersumber dari APBD dan APBN melainkan anggaran tersebut melalui warga pemilik lahan, dengan besaran tergantung luas lahan. Adapun hal persoalan tersebut sama sekali saya tidak mengetahui,” tutur Syarifuddin. (Amir)

Check Also

Wabup Sergai Darma Wijaya didampingi Ketua GOPTKI Ny. Hj. Rosmaida Darma Wijaya, Ka Kwarcab Pramuka Sergai Drs. Jhoni Walker Manik, MM tengah menyematkan tanda peserta pada pembukaan LT III Kwarcab Sergai Tahun 2017 yang berlokasi di Objek Wisata Pantai Cemara Kembar Desa Sei Nagalawan Kecamatan Perbaungan, Sabtu, (25/3).

Pembukaan Lomba Tingkat III Kwarcab Pramuka Sergai Tahun 2017

-Pramuka Harus Miliki Prinsip Dasar Kemampuan dan Kepemimpinan Sergai, sidaknews.com – Wakil Bupati Serdang Bedagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>