Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Daerah » Aceh » Ada Dugaan Praktek KKN di Samsat Tamiang

Ada Dugaan Praktek KKN di Samsat Tamiang

Ilustrasi: Pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat.
Ilustrasi: Pembayaran pajak kendaraan bermotor di Samsat.

Aceh Tamiang,Sidaknews.com – Kasus korupsi yang terjadi di Kantor Samsat Tamiang sangat sulit diberantas oleh aparat penegak hukum. Yang terjadi sekarang ini semakin menggulita dengan nilai korupsi yang pantastis. Aparatur pemerintah bertugas memberikan layanan kepada masyarakat. Mereka dipekerjakan negara agar pembangunan dapat terlaksana.

Hubungan antara aparat dengan masyarakat dapat disebut sebagai simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan. Aparat mendapat gaji setiap bulan dan masyarakat membayar pajak. Gaji itu tentunya berasal dari pajak yang dibayarkan masyarakat dan sebagian pajak itu digunakan pula pembangunan.

Namun, agaknya banyak oknum aparat tidak mengenal terima kasih kepada masyarakat. Mereka masih berusaha mencari penghasilan lain selain gaji yang didapatnya dengan cara-cara kotor. Kita mengenal oknum itu sebagai koruptor.

salah satu warga ilham, melaporkan ke pada awak media di tamiang mengatakan ada kejanggalan disamsat tamiang,ketika membayar pajak kendaraan bermotor. Tepat pukul 10.15 WIB ilham mendaftar di loket 1 (satu) yaitu loket pendaftaran dengan menyerahkan poto kopi STNK dan KTP sebagai syarat administrasi pada petugas loket.

Seorang petugas loket yang juga pegawai samsat tamiang menyebutkan jumlah yang harus di bayar sebesar Rp 210.000, padahal tahun sebelumnya ilham hanya membayar sebesar Rp 189.000. Mendengar nominal yang berbeda ilham pun bertanya kepada petugas atas rincian nominal wajib pajak yang harus ilham bayar.

Namun, bukan penjelasan yang ilham terima dari sang petugas, malah ocehan dan sikap kejengkelan yang dia tampakkan. Bahkan dia juga mengembalikan berkas administrasi ilham dengan alasan berbeda antara nama KTP dengan nama yang tertera pada STNK. Padahal, ilham melihat berkas yang lain tadi juga tidak sama antara nama KTP dan STNK-nya.

Ilham pun kemudian menghubungi kakaknya (nama yang tertera pada STNK) untuk meminta fotocopy KTP-nya. Selang beberapa lama, tepatnya pukul 11.35 ilham kembali mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor di loket 5 (lima), yang tak lain merupakan loket kasir.

Mengikuti seperti masyarakat lainnya, ilham pun menyerahkan berkas pendaftaran di loket juga walaupun ilham tahu ini ada keanehan.

Tak lama berselang, sang petugas berseragam dinas pegawai samsat pun menyebutkan nominal yang harus ilham bayar yaitu sebesar Rp 220.000 tanpa merincikannya. Padahal, saat ilham bayar tahun lalu tidak sampai sebesar itu.

Melihat kondisi yang ilham rasa, akhirnya ilham pun mengeluarkan uang sebesar Rp 220.000, seperti yang disebutkan petugas. Namun, yang tertera di STNK saya rinciannya Rp 144.000 untuk PKB, dan Rp 35.000 untuk Jasa Asuransi.

Ini berarti ada kelebihan bayar sebesar Rp 41.000. Kemana uang ini? Apakah pengalaman ilham saat ini juga terjadi pada semua masyarakat.(fauzal herman)

Check Also

KETUA Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Ir. Teuku Alaidinsyah M. Eng saat membuka secara resmi Orientasi Kepalangmerahan dan Musyawarah Kerja Kabupaten (Mukerkab) PMI Bireuen. FOTO/TARMIZI A. GANI.

Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Bireuen Dibuka Teuku Alaidinsyah

Bireuen, sidaknews.com – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Ir. Teuku Alaidinsyah M. Eng membuka …

One comment

  1. Sy jg mngalami hal yg sma… Pd STNK sy tertera 170rb.. Tp sy hrus byr 370rb… Krn ktanya sy gnti plat jd biayanya agk mahal… Kalo d htung selisih uajg yg sy bayar 200rb.. Pdahal PP no 50 tahun 2010 terterq untk pnerbitan plat roda 2 hanya 30rb…
    Pa gda tndkan dr atsannya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>