Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Agen jual Gas Elpiji 3kilogram Diatas Het

Agen jual Gas Elpiji 3kilogram Diatas Het

Amsakar Achmad: Jika ada Agen menjual Gas Elpiji Kepada Pangkalan Illegal Gas Elpiji 3 Kilogram Bersubsidi kita akan Proses.

Gas Elpiji 3 kgBatam.(Sidaknews) – Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram bersubsidi untuk masyarakat Batam tidak terpenuhi oleh pertamina buktinya dilapangan gas tersebut sering habis dilapangan membuat masyarakat mencari kemana-mana tak juga mendapat.

Beberapa pangkalan resmi di wilayah Batu aji menuturkan memang stok gas melon sedang kosong selama tiga hari belakangan ini. Kalau pun datang paling ada nanti sekitar 40 tabung, itu pun dalam hitung menit sudah habis, ujar Agus pemilik pangkalan ada belasan yang mengatakan di batuaji batam .

Menurutnya, pasokan gas elpiji di pangkalan resmi yang biasanya datang tepat waktu dan dapat setiap jatah yang telah ditentukan dari agen pengantar dari pertamina tersebut.

Sering kekurangan dengan bermacam alasan yang dikatakan agen resmi, kami hanya mendapat tidak sesuai dengan kuota yang telah ditentukan.

Belasan pangkalan yang berada diBatuaji mengatakan kepada media ini akibat kelangkaan gas ini akibat pihak agen yang mengantar sesuka hati dari pertamina kepada kami agen resmi.

Gas yang diantar tak kunjung cukup seringkali kekurangan, dengan alasan agen kita hanya dapat jatah dari pertamina hanya sedikit.Ungkapnya.

Berapa agen mengatakan kepada media ini seharusnya pihak pertamina mengantarkan kepada Agen 1 kali dalam 2 hari,karena masyarakat memakai gas bukan 1 kali antar untuk satu bulan.masyarakat ada lima kali satu bulan membeli gas tersebut kepada pangkalan.

Pertami harus mengantarkan gas tersebut kepada pangkalan seharusnya dalam 1 bulan 8 kali dengan dengan jumlah kk tabung yang dimiliki masyarakat setempat dan ditambah dengan tabung persiapan yang diisi untuk puluhan buah sebagai menjaga jangan habis ditangan masyarakat dan jangan sampai kurang.

Dugaan kami kuat pihak agen telah menjual gas jatah masyarakat kepada agen illegal, karena agen illegal tersebut bekerja sama dengan pihak penyuling untuk gas tersebut disuling kedalam tabung 12 kilogran dan dijual dengan harga mahal. bahkan dijual kepada industri.

Dengan otomatis agen yang mengatar gas elpiji yang seharusnya diberikan kepada pangkalan resmi malah dijual kepada pangkalan Illegal untuk mendapatkan untung yang lebih besar.

Beberapa oknum nakal tersebut diduga pihak pertamina juga mendapat jatah dari agen yang telah menjual gas elpiji subsidi diatas Het.

Kita tahu berapa pangkalan yang diduga menyuling gas 3 kilogram tersebut yang berada diBatam ada berapa tempat di Batam Milik Hery di jalan pendakian Bukit senyum kecamatam Batuampar, dan milik Danil Bukit beruntung yang gas masuk gudang tersebut pada malam hari serta milik Ahua Batam centre.dan milik anton Tiban serta milik Ar Tiban danau.yang barusan tertangkap beberapa hari kemaren.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisprindag) Kota Batam Amsakar Achmad, mengakui hal itu. Persoalan kelangkaan pasokan gas itu, karena memang masih ada beberapa kendala teknis yang terjadi.

Kita minta kepada pihak pertamina untuk menambah tabung gas Agen pangkalan resmi tersebut dengan pembayaran cicilan pertamina kan bisa untuk konsumennya sendiri agar masyarakat tidak kekurangan gas tersebut.

Pihak agen kalau ada yang nakal mencari keuntungan dari jatah gas masyarakat yang bersubsidi tersebut pihak pertamina memberikan sangsi hukum yang berlaku.

Kalau ada agen yang melakukan pengurangan isi tabung 12 menjadi 11 kilo. dan 3 kilo menjadi 2,5 kilo kita minta kita akan cabut izinya serta ita akan proses secara hukum.

Diantaranya sampai saat ini Disprindag Batam sama sekali tak punya data siapa saja yang berhak mendapatkan gas melon baik berupa data nama maupun alamat.

Menurut Amsakar, saat konvensi minyak tanah ke gas elpiji, pihaknya belum rampung menyediakan data siapa saja yang berhak mendapatkan gas subsidi itu.

Secepatnya bulan ini kita akan menyuratin pihak pertamina untuk menyesaikan masalah gas elpiji yang membuat masyarakat resah dengan masalah ini.

tapi karena terdesak dipakai saja data yang belum rampung itu, sehingga simpang siur seperti saat ini. Makanya kalau terus begini kami akan panggil Pertamina untuk membahasnya.”ujar Amsakar.(TIM)

Check Also

Basrah Serahkan Bukti Baru, BPH Penuhi Panggilan Polres Kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Polres Kota Padangsidimpuan kembali menerima tambahan bukti-bukti yang menguatkan pemilik Nomor HP …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *