Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Berita Foto » Agus Sudutkan Panitia 9

Agus Sudutkan Panitia 9

sidang lahanMakassar,Sidaknews.com – Agus As menyebut Panitia 9 berperan besar dalam proses penyerahan uang dari Hamid Rahim Sese kepada dirinya. Ia menegaskan, Hamid diperintah langsung oleh Asisten I Pemkot Makassar sebagai delegasi Panitia 9 agar menyerahkan uang kepada dirinya dalam kapasitas selaku Camat Mariso, untuk selanjutnya dibagikan kepada petani penggarap.

“Jadi Agus tidak pernah bermufakat dengan Hamid dalam proses penyerahan uang itu. Uang yang sampai di tangannya seluruhnya adalah perintah Panitia 9 dalam hal ini Asisten I,” terang penasihat hukum Agus As, Irwan Muin saat membacakan eksepsinya pada sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan CCC di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin (10/2).

Agus didudukkan menjadi terdakwa dalam kasus ini. Ia diduga menerima aliran dana Rp 750 juta dari Hamid Rahim Sese, terpidana kasus CCC. Uang tersebut sedianya untuk dibagikan kepada petani penggarap lahan.

Jadi menurut Irwan, tidak benar kalau penyerahan uang itu adalah hasil dari pemufakatan antara kliennya dengan Hamid Rahim Sese. Sebaliknya, Agus menerima dana tersebut karena perintah dari Asisten 1 Pemkot Makassar dan kebijakan Panitia 9 berdasarkan nota dinas Pemprov Sulsel Nomor 142/PDN/VII/2005/INDAG bertanggal 22 Juli 2005.

Dimana didalamnya mengandung perintah penyerahan uang dari Hamid Rahim ke Camat Mariso untuk diserahkan selanjutnya kepada ketiga nelayan penggarap lahan.

“Fakta di atas menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Agus adalah perintah dari Panitia 9,” katanya di hadapan majelis hakim yang diketuai M Damis.

Lanjut dikatakan Irwan, fakta ini mestinya menjadi pertimbangan hukum majelis hakim bahwa terdakwa dalam melakukan hal tersebut sama sekali bukan karena pemufakatan terlebih dahulu dengan terpidana Hamid Rahim Sese, melainkan atas perintah Panitia 9.

Menanggapi eksepsi penasihat hukum Agus, jaksa Imawati menyatakan meminta waktu seminggu untuk membacakan jawaban atas keberatan terdakwa.

“Izin majelis atas keberatan terdakwa, kami akan membacakan jawaban minggu depan,” tanggap Imawati.

Sidang kemudian ditunda pekan depan dengan agenda pembacaan jawaban atas eksepsi terdakwa Agus. Sementara agenda untuk terdakwa lainnya Sangkala Ruslan pekan depan memasuki putusan sela.

Terdakwa Agus dalam kasus ini diduga turut menerima aliran dana dari Hamid Rahim Sese sebesar Rp 750 juta. Hamid merupakan terpidana sebelumnya dalam kasus ini.

Penetapan Agus sebagai terdakwa, tak lepas dari keterangan Hamid Rahim Sese. Dari keterangan Hamid telah diperoleh data kalau terpidana kasus CCC yang divonis empat tahun penjara ini hanya mendapat Rp 900 juta dari Rp 3,4 miliar total dana santunan yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Sulsel.

Dari keterangan Hamid Rahim juga diketahui ada Rp 750 juta diserahkan kepada pejabat untuk dibagikan kepada petani penggarap pantai atau petani kerang. Keterangan Hamid menjadi petunjuk penyidik membuka tuntas kasus ini.

Sementara itu, Sangkala Ruslan ditetapkan terdakwa atas kapasitasnya sebagai Ketua Tim Koordinasi yang dibentuk 3 Maret 2005. Dalam perannya, Sangkala diduga menunjuk Hamid serta menentukan lokasi lahan CCC.

Dalam penentuan lokasi inilah diduga Agus turut terlibat.sumber.(BKM)

Check Also

MUI Tegaskan, Larang Warga “Asmara Subuh”

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Dalam menjalan ibadah puasa masyarakat di Kota Padangsidimpuan, khususnya kalangan remaja yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *