Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Air Sungai Padang Tercemar Limbah PKS Kebun Pabatu

Air Sungai Padang Tercemar Limbah PKS Kebun Pabatu

-PH Air di Sekitar Pembuangan Limbah 9,45.

TERCEMAR LIMBAH "Ribuan ikan kolam kerambah milik warga ditemukan mati diduga akibat tercemar limbah pabrik kelapa sawit PTPN IV Kebun Pabatu. Hasil pengecekan Kantor LH Kota Tebingtinggi, pH air sungai dekat inti pembuangan limbah PKS Pabatu mencapai 9,45".
Akibat tercemar Limbah. “Ribuan ikan kolam kerambah milik warga ditemukan mati diduga akibat tercemar limbah pabrik kelapa sawit PTPN IV Kebun Pabatu. 

Tebingtinggi,Sidaknews.com – Hasil pengecekan laboratorium terhadap air Sungai Padang yang dilakukan pihak Kantor Lingkungan Hidup (LH) Kota Tebingtinggi, ternyata pH (tingkat keasaman) air sungai di sekitar lokasi pembuangan limbah pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN IV Kebun Pabatu mencapai 9,45.

Namun ironisnya, pihak instansi terkait yakni Kantor Lingkungan Hidup baik di Kota Tebingtinggi maupun Kabupaten Serdang Bedagai belum pernah melakukan tindakan apapun, pihak pemerintah yang seharusnya mengambil langkah-langkah pencegahan kerusakan lingkungan hanya sebatas menyurati pihak perusahaan, sehingga diduga ada ‘main mata’ antara perusahaan dan pihak LH pemerintah daerah.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Tebingtinggi Idham Khalid SKM saat turun ke PKS Kebun Pabatu bersama Kakan Lingkungan Hidup Sergai Drs Saparwin Siregar terkait adanya informasi bahwa terjadi pencemaran air Sungai Padang, Kamis sore (9/10) mengaku, pihaknya telah melakukan pengecekan pH (tingkat keasaman) air sungai padang di dekat inti pembuangan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Pabatu Serdang Bedagai mencapai 9,45.

“Sudah kita berikan waktu kepada perusahaan untuk memproses poin-poin yang harus diselesaikan, terkait dengan masalah limbah tersebut, surat juga sudah kita kirimkan ke perusahaan”, katanya. Menurut Idham Khalid, pH seperti ini sudah melewati baku mutu libah cair yang diperbolehkan di buang ke sungai. “Tadi setelah kita ukur pH air sungai dekat inti pembuangan limbah PKS Pabatu PH 9,45, namun kita ukur di wilayah Tebingtinggi pH-nya sekitar 8,4”, ujar Idham Halid.

TERCEMAR LIMBAH "Ribuan ikan kolam kerambah milik warga ditemukan mati diduga akibat tercemar limbah pabrik kelapa sawit PTPN IV Kebun Pabatu. Hasil pengecekan Kantor LH Kota Tebingtinggi, pH air sungai dekat inti pembuangan limbah PKS Pabatu mencapai 9,45".
Akibat tercemar Limbah. “Ribuan ikan kolam kerambah milik warga ditemukan mati diduga akibat tercemar limbah pabrik kelapa sawit PTPN IV Kebun Pabatu. Hasil pengecekan Kantor LH Kota Tebingtinggi, pH air sungai dekat inti pembuangan limbah PKS Pabatu mencapai 9,45″.

Lebih lanjut Idham mengatakan, prosedur terkait dengan masalah lingkungan, langkah pertama yang dilakukan adalah memediasi masalah kerugian masyarakat yang terkena dampak dari lingkungan tersebut, jika pihak PKS tidak menindak lanjuti, maka kita akan tindak lanjuti lagi dengan menuntut mereka dengan tindak pidana sesuai amanah dari Undang Undang.

Sedangkan terkait isu adanya ‘main mata’ antara LH dengan perusahaan, Idham Halid dengan tegas membantah, “Tidak betul kita pernah meminta sejumlah uang kepada PKS Pabatu, itu tidak betul. Sekarang kita masih menindak lanjuti pengaduan masyarakat, nanti kalau sudah fositif permasalahannya akan kita berikan sanksi, akan tetapi sanksi dari pihak LH hanya sebatas sanksi atministratif”, ujar Idham Halid.

Sebelumnya, warga di Jalan Mutiara Lingkungan 1 Kelurahan Pabatu Kecamatan Padang Hulu Kota Tebingtinggi dikejutkan dengan ditemukanya ribuan ekor ikan di dalam kolam kerambah milik warga telah mati mengambang.

Menurut Suarifin, salah seorang warga pemilik kolam kerambah ikan, penyebab matinya ribuan ekor ikan yang mereka pelihara itu diduga akibat masuknya aliran air limbah milik perusahaan PTPN IV Kebun Pabatu ke dalam kolam mereka. Dia yang mengaku telah dua tahun lamanya mengelola ikan dalam kolam kerambah itu, baru kali ini menemukan dan melihat air di dalam kolamnya berubah menjadi berwarna kehitaman seperti kopi. Hal itu diduga akibat masuknya aliran air limbah milik perusahaan Kebun Pabatu yang berada di hulu kolam. (Hans)

Check Also

Presiden RI Joko Widodo, Menteri PU dan PR, Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution, Gubsu T Erry, Kadis PU madina Syahruddin ST saat melihat rencana pembangunan Asrama Haji di Mesjid Nur ala Nur.

Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Asrama Haji Mandailing Natal

Mandailing Natal, sidaknews.com – Dalam kunjungannya di Kabupaten Mandailing Natal Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>