Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Akademisi Sorotin Tuntutan Jaksa

Akademisi Sorotin Tuntutan Jaksa

Fhoto Saat sidang kasus Umrah beberapa bulan lalu.
Fhoto. Saat sidang kasus Umrah beberapa bulan lalu.

Tanjungpinang,sidaknews.com – Pada tuntutan jaksa pada dua terdakwa kasus korupsi pembangunan ruang belajar baru dan labor Umrah Kepri mendapat kritikan pedas dari kalangan pemerhati korupsi di Kepri, seperti yang disampaikan Suryadi, Dosen Fisip Umrah Kepri. Menurutnya, meskipun apa yang diajukan jaksa tersebut belum memasuki tahap akhir proses peradilan, tuntutan tersebut dinilai terlalu ringan.

“Kita menilai masih kurang relevan dengan semangat pemberantasan korupsi yang saat ini sering kita dengung-dengungkan. Apalagi kasus korupsi adalah salah satu kejahatan luar biasa (extra ordinary crime),” kata Suryadi sembari mengutarakan jika dirinya tetap menghormati tuntutan tersebut.

Suryadi juga mengingatkan, agar majelis hakim yang menangani kasus ini juga dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya baik bagi terdakwa sendiri maupun masyarakat.

“Kita meminta agar majelis hakim dalam mengambil putusannya jeli dan cermat. Mempertimbangkan segala fakta-fakta hukum yang muncul selama proses persidangan,” ujarnya.

Ditambahkan Suryadi, apa yang dituduhkan kepada kedua terdakwa dapat menjadi pelajaran berharga bagi siapapun agar dapat terhindar dari perbuatan melawan hukum.

“Saya cukup kenal dengan salah satu terdakwa (Tengku Afrizal) karena sama-sama mengajar di Umrah Kepri. Kita juga meminta agar terdakwa tetap tabah selama menjalani proses hukum,” katanya.

Sementara itu, Suaib salah satu mahasiswa Umrah Kepri mengutarakan akibat proyek pembangunan ruang belajar baru dan labor ini belum selesai dilaksanakan 100 persen ini sangat mengganggu proses belajar mengajar.

“Ruang belajar dan labor belum berfungsi secara efektif sejak kasus ini terungkap. Kita sangat terganggu sekali karena proyeknya belum siap,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua terdakwa korupsi proyek pembangunan ruang belajar dan laboratorium UMRAH di Dompak Kepri, Tengku Afrizal dan Rudjianto Sudjatmiko hanya dituntut jaksa selama satu tahun dan enam bulan penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan jaksa Noviandri dari Kejati Kepri dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Senin (11/8/2014).”Atas perbuatannya, kami mohon agar majelis hakim menghukum terdakwa selama satu tahun dan enam bulan penjara dengan perintah tetap ditahan,” kata jaksa.

Selain hukuman badan, keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp 50 juta dan apabila tidak mampu membayar akan diganti dengan hukuman badan selama tiga bulan penjara.

Sementara, Rujdianto yang merupakan Direktur PT Prambanan Dwi Paka yang menjadi kontraktor pelaksana proyek dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 864 juta.

“Uang kerugian negara telah dibayarkan oleh terdakwa dalam proses penyelidikan di kejaksaan,” ujar Noviandri dalam tuntutannya.

Menurut jaksa, berdasarkan fakta dan keterangan saksi di persidangan, terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan terbukti melanggar ketentuan sebagaimana dalam dakwaan subsider pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Terhadap tuntutan tersebut, Tengku Afrizal yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bernilai Rp 13 miliar tersebut dan Rudjianto langsung mengatakan akan mengajukan pembelaan (eksepsi).

Sidang yang dipimpin Aji Suryo dan dua hakim anggota masing-masing Iwan Irawan dan Jhonni Gultom tersebut akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan eksepsi terdakwa.

Kedua terdakwa diduga telah melakukan perbuatan korupsi secara bersama-sama dalam proyek pembangunan ruang belajar dan laboratorium UMRAH senilai Rp 13 miliar yang bersumber dari dana APBN tahun 2012.

Pasalnya, hingga tahun anggaran 2012 berakhir, proyek yang dikerjakan hanya sekitar 35 persen saja. Namun, anggaran proyek dicairkan dengan cara melakukan manipulasi data dalam laporan administrasi. Menurut hasil audit BPKP, nilai kerugian yang timbul akibat kasus ini sebesar Rp864 juta.(Dk/Suaib)

Check Also

Ir H. Yusri Yusuf atau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi dan menyalurkan bantuan sembako kepada  korban angin kencang yang menimpa beberapa rumah di Desa Deah Pangwa Dusun Bale Ara Kecamatan Trienggadeng, Sabtu sore (25/3/2017).

Yusri Melon Kunjungi Korban Angin Puting Beliung 

Pidie Jaya, sidaknews.com – Ir H. Yusri Yusuf aatau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>