Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Akhirnya, Said Agil dan Nopianto Ropita Ditahan Jaksa

Akhirnya, Said Agil dan Nopianto Ropita Ditahan Jaksa

-Kasus dugaan korupsi dana hibah KPU Kepri tahun 2010

Said Agil (baju putih) saat digiring petugas menuju mobil tahanan di kantor Kejari Tanjungpinang, Kamis (26/2). Foto: Rindu Sianipar
Said Agil (baju putih) saat digiring petugas menuju mobil tahanan di kantor Kejari Tanjungpinang, Kamis (26/2). Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri tahun 2010 sejak 9 September 2014 lalu, akhirnya Said Agil (59) dan Nopianto Ropita (51) (ditulis sebelumnya Novinta Rufika) ditahan secara resmi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Kamis (26/2).

Penahanan kedua tersangka dilakukan setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih empat jam di salah satu ruang penyidik. “Ada lima pertanyaan yang diajukan pada tersangka,” ujar seorang penyidik.

Pantauan di lapangan, tersangka dan pengacaranya datang sekitar pukul 11.00 Wib dan sekitar pukul 15.30 Wib, kedua tersangka langsung dibawa ke Rutan Tanjungpinang.

Saat menuju mobil tahanan yang akan membawa keduanya ke Rutan, Said Agil maupun Nopita Ropita enggan berkomentar terkait penahanan mereka. “Lagi demam saya!,” ujar Said Agil sambil berlalu meninggalkan awak media yang mencoba meminta tanggapannya.

Kajari Tanjungpinang. Herry Ahmad Pribadi
Kajari Tanjungpinang. Herry Ahmad Pribadi

Kejari Tanjungpinang, Herry Ahmad Pribadi mengatakan, setelah dilakukan penahanan, berkas kedua tersangka akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungpinang.

“Setelah ini, kita akan segera limpahkan kasus ini ke pengadilan,” ujar Herry yang saat itu didampingi Kasipidsus Kejari Tanjungpinang, L Alexander Sinuraya dan Kasintel Tanjungpinang, M Rasyid.

Herry menambahkan, perkiraan kerugian negara sementara dalam kasus dugaan korupsi ini sekitar Rp 1,3 miliar dari pagu dana senilai Rp 10,3 miliar. Sedangkan pasal yang disangkakan pada kedua tersangka yakni pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 ayat 1 jo pasal 9 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah menjadi UU nomor 20 tahun 2001 tentang korupsi jo pasal 55 KUHP.

Herry menyatakan, adapun modus yang dilakukan para tersangka yakni dengan membuat kegiatan-kegiatan yang diduga fiktif dan penggunaan dana untuk beberapa kegiatan yang tidak bisa dipertangggungjawabkan.

“Salah satu item kegiatan tersebut seperti pengadaan spanduk. Misalnya pengadaannnya 10, namun yang dilaksanakan 2 saja. Sementara dalam laporan pertanggungjawabannnya dilaporkan 10. Itu salah satu contoh modusnya,” ujar Herry.

Said Agil saat ini menjabat sebagai Asisten III Pemprov Kepri dalam kasus dugaan korupsi tersebut menjabat sebagai Sekretaris KPU Kepri, sedangkan Nopita saat itu menjabat sebagai bendahara.(Rindu Sianipar)

Check Also

Ir H. Yusri Yusuf atau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi dan menyalurkan bantuan sembako kepada  korban angin kencang yang menimpa beberapa rumah di Desa Deah Pangwa Dusun Bale Ara Kecamatan Trienggadeng, Sabtu sore (25/3/2017).

Yusri Melon Kunjungi Korban Angin Puting Beliung 

Pidie Jaya, sidaknews.com – Ir H. Yusri Yusuf aatau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>