Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Akiong ‘Raja penyelundup’ Rokok Gudang Garam Jaringan Internasional Tidak Tersentuh Hukum

Akiong ‘Raja penyelundup’ Rokok Gudang Garam Jaringan Internasional Tidak Tersentuh Hukum

Kapal cargo sekaligus sebagai penimbunan rokok sebelum di selundupkan ke Negara jiran Malaysia dengan mengunakan speed boat.
Keterangan Fhoto: Kapal cargo sekaligus sebagai penimbunan rokok sebelum di selundupkan ke Negara jiran Malaysia dengan mengunakan speed boat.

MERANTI,Sidaknews.com – Sorotan demi sorotan yang ditujukan kepada Akiong, yang diduga sang pengelola penyelundupan rokok antar negara, dan disinyalir telah merugikan negara hingga triliunan rupiah untuk setiap tahunnya. Dengan “menina-bobokkan”  oknum penyelenggara negara di daerah, merupakan kiat sukses Akiong Cs, dalam meraup keuntungan dari ketidak-mampuan aparat.

Penyelundupan rokok dengan berbagai jenis merk, bahkan hingga rokok yang telah dikemas dengan kotak yang berlebel kanamaan kerajaan Malaysia sudah menjadi pemandangan keseharian bagi warga tempatan.

Pantauan wartawan yang juga telah beberapa kali termediakan, sepertinya bagi aparat keamanan maupun oleh pemerintah daerah setempat hanya dijadikan sebatas bacaan diatas kertas tanpa ditindak-lanjuti.

Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau sepertinya menjadi “lahan empuk “ guna mengumpulkan pundi-pundi rupiah bagi oknum aparat penegak maupun pihak penyelenggara pemerintahan di daerah dan terkesan perlu dipertahankan, sungguh pun telah merugikan negara.

Dengan dalil seolah-olah mengantongi berbagai surat izin dari dinas, badan serta instansi terkait, oleh pihak pengelola penyelundupan rokok menganggap apa yang mereka lakukan selama ini, merupakan aktifitas legal dan telah mengikuti prosedural aturan hukum yang berlaku.

Sebagaimana komentar salah-seorang oknum aparat penegak hukum yang tidak mau disebutkan namanya, ketika diminta komentar beberapa waktu yang silam mengemukakan, jika permainan Akiong sang pengelola di dalam dugaan menyelundupkan rokok antara negara terkesan cukup rapi.

“Kita ( sumber-red ) bersama beberapa rekan pernah mendatangi lokasi penimbunan rokok di salah-satu selat pinggiran laut Kecamatan Merbau. Dan menjumpai pengurus yang sekaligus kepercayaan Akiong, dan memang mereka ( pengelola usaha-red ) menunjukkan beberapa jenis surat, seperti izin keberangkatan dari pihak Satker UPP Sungai Apit dan sebagainya,” katanya.

Ketika wartawan mempertanyakan apa tidak menyalahi aturan jika pengiriman rokok ke negeri jiran Malaysia dilakukan tidak atas nama perusahaan, pengiriman rokok dijemput di perairan Malaysia yang seterusnya dilansir dengan menggunakan speed boat negeri jiran. Pengiriman rokok tanpa pengawasan aparat keamanan, bahkan yang lebih mencengangkan, cukai rokok yang dibayar untuk 10 ribu bungkus, kenyataannya di lapangan rokok yang dikirim dan yang diberangkatkan ke Malaysia dari 80 ribu hingga 100 ribu bungkus untuk setiap harinya.

Menanggapi pertanyaan wartawan, sumber terkesan membisu dan tidak banyak memberi komentar dan seterusnya mempersilakan wartawan untuk menanyakannya langsung kepada para petinggi, baik yang ada di lingkungan aparat Kepolisian maupun pihak Bea Cukai dan kepada Pemerintah Daerah.

Dengan “Mandulnya“ aparat keamanan serta penyelenggara pemerintah di daerah, tentu menjadikan Akiong makin “besar kepala” dan berada di atas angin, karena mendapat perlindungan dari berbagai oknum aparat yang berpangkat tinggi dan sepertinya rupiah menjadi benteng yang sepertinya sulit untuk ditembus.

Di tempat terpisah Anwar bukan nama sebenarnya ( 52 ) salah-seorang warga Kecamatan Belitung didampingi beberapa rekan ketika diminta tanggapan menyatakan,” Mana ada aparat penegak hukum yang berani menutup usaha dugaan penyeludunpan rokok ke negara Jiran Malaysia seperti yang dilakukan oleh Akiong Cs, siapa oknum aparat penegak hukum di daerah yang berani menganggu dan menutup usaha Akiong, sang oknum harus siap dimutasi sesuai keinginan Akiong pengelola penyelundupan rokok yang mempunyai uang tidak lagi bernomor seri tersebut, kata sumber dengan polos.

Melihat sepak-terjang Akiong yang terkesan “kebal hukum” tersebut, sangat dihimbau kepada Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, untuk segera turun ke Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau melakukan Investigasi sekaligus menutup usaha penyelundupan rokok ke Malaysia yang diduga kuat dibeking oleh oknum aparat keamanan di daerah yang terkesan tidak mampu menegakkan hukum tersebut. Bersambung. (Udo)

Check Also

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah melantik dan mengukuhkan seluruh Kepala sekolah Menengah Atas (SMA), SMK dan juga Sekolah Khusus di jajaran Dinas Pendidikan Aceh dalam kegiatan yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin (27/3/17).

Gubernur Aceh Kukuhkan 664 Kepala SMA/SMK

Banda Aceh, sidaknews.com – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah mengukuhkan sebanyak 664 Kepala SMA, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>