Home » Berita Foto » “Amjon Dinilai Tidak Layak” Kepala BLH Karimun

“Amjon Dinilai Tidak Layak” Kepala BLH Karimun

Keterangan Fhoto: Hearing antara managemen PLTU dan DPRD karimun,potret pencemaran lingkungan PLTU yang luput dari pengawasan BLH karimun.
Keterangan Fhoto: Hearing antara managemen PLTU dan DPRD karimun,potret pencemaran lingkungan PLTU yang luput dari pengawasan BLH karimun.

-Proyek PLTU Tanjung Sebatak Kangkangi Dokumen Amdal.

KARIMUN,Sidaknews.com – Akibat proyek yang tidak ramah lingkungan, masyarakat yang berada di lingkungan RT.01 Kelurahan Ranggam Kecamatan Tebing yang berada di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjungsebatak, mengeluhkan polusi yang di timbul dari Asap serta bunyi yang sangat memekakkan telinga. Meski warga telah menyurati manajemen PLTU agar bisa meminimalisir debu yang mengarah ke pemukiman warga.

Tidak adanya respon dari pihak manajemen PLTU Tanjungsebatak terhadap persoalan warga sekitar, sangat disayangkan. Kondisi tersebut diperparah dengan ketidakpedulian Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karimun sebagai regulator pengawasan lingkungan hidup. Buktinya, sebelumnya ada pertemuan antara masyarakat dan pihak PLTU, BLH tidak hadir padahal di undang.

Menyikapi persoalan warga Ranggam kecamatan Tebing yang tidak kunjung selesai maka DPRD Karimun yang di pimpin langsung oleh ketua DPRD HM.Asyura beserta Bakhti Lubis,Zainuddin Ahmad (KepDin)ketua komisi C akhirnya memanggil pihak management PLTU dan BLH untuk dengar pendapat (hearing) yang di adakan pada hari Jum’at (27/02).

Pada kesempatan itu Zainuddin Ahmad (Kep din) ketua komisi C mengatakan management PLTU sudah jelas keluar dari dokumen Amdal yang sudah di

Keterangan Fhoto: PLTU Kab.Karimun.
Keterangan Fhoto: PLTU Kab.Karimun.

setujui,dengan alasan ketinggian cerobong yang seharusnya tinggi 60 Meter malah di bangun hanya ketinggian 40 Meter saja,kemudian tidak adanya tempat penampungan limbah serta pembangunan jetty keluar dari titik koordinat yang sudah di tetapkan.

”jadi saya menilai jetty yang di gunakan oleh pihak PLTU untuk aktifitas bongkar kami anggap Ilegal dan sudah jelas melanggar peraturan dan ini sudah masuk ke ranah pidana,jikalau ini tidak berhasil maka kami akan bentuk pansus,”terang kep din.

Selain itu Wakil ketua DPRD Bakhti Lubis juga menekankan bahwa Pembangunan Jetty yang sudah di tetapkan di dokumen Amdal beserta titik koordinatnya tidak di benarkan untuk menggesernya ke lokasi lain kecuali ada persetujuan dari BLH dan sebelumnya harus di ajukan revisi ulang,”Ini tidak,suka-suka hati saja untuk menggesernya jadi kami anggap jetty tersebut Ilegal dan jelas mengangkangi dokumen Amdal,”tegas Bakhti Lubis.

Disamping itu kepala badan Lingkungan Hidup Amjon juga memaparkan pihaknya tidak pernah di undang ketika warga dan perangkat kecamatan di dalam melakukan pertemuan dengan management PLTU dan hanya di layangkan surat tembusan saja,jadi kami anggap tidak perlu hadir,”terang Amjon.

Lebih jelas Amjon mengatakan,PLTU Tanjung sebatak perharinya menghasilkan 50 kilogram Limbah batubara setiap harinya karna mereka (PLTU red) belum memiliki tempat penampungan limbah dari Keluhan masyarakat akibat terkena dampak debu yang menyebabkan polusi udara ditimbulkan dari cerobong asap PLTU terletak di Tanjung Sebatak.

“Kami sudah memberikan surat teguran ke pihak PLTU untuk menyelesaikan permasalahan dengan jangka waktu ditetapkan.
“Kita sudah berikan surat teguran ke pihak PLTU untuk menyelesaikan dampak yang dirasakan masyarakat tersebut. Jangka waktu yang dituangkan dalam surat teguran itu selama 3×30 hari atau 90 hari kalender. Dan dari pihak PLTU berjanji sanggup mewujudkannya,” ungkapnya.

Amjon mengakui Cerobong yang tercantum di dokumen Amdal ketinggianya adalah 60 meter namun realisasinya hanya 40 meter saja,artinya managemen PLTU tidak mengindahkanya.selain itu posisi jetty juga tidak sesuai dengan titik koordinat yang sudah kita berikan izin dan ini tidak sesuai lagi yang ada di dokumen Amdal,bukan itu saja managemen PLTU belum melaporkan pengelolaan dan pengawasan lingkungan semester kedua ke kita,”terang Amjon.

Dalam kesempatan itu Pengawas proyek PLTU Adil mengatakan permasalah yang di hadapi oleh managemen PLTU sekarang ini sangat komplek,artinya kami lokasi berdekatan dengan pemukiman masyarakat.kemudian lahan yang sudah kami bebaskan masih terkendala dengan zona kawasan hutan terkait adanya perubahan dari pemerintah pusat.

Untuk masalah pengangkatan limbah kami harus berkordinasi dulu ke wilayah dan kemudia di teruskan ke pusat jadi kami harus menunggu Acc pusat dulu untuk menindak lanjuti semua persoalan yang terjadi,”artinya Proyek PLTU tidak ada yang bersih,”terang Adil.

Secara terpisah tokoh masyarakat Ranggam yang juga legislator DPRD Karimun, Sumardi, ketika dimintai tanggapannya mengatakan, seharusnya yang berperan dalam permasalahan ini adalah BLH Kabupaten Karimun. Sebab, merekalah yang harus melakukan pengawasan terhadap limbah dari PLTU tersebut. Bukan sebaliknya, mereka menutup mata dan tidak peduli terhadap persoalan masyarakat.

”Menurut saya pengawasan dari BLH Kabupaten karimun tidak ada sama sekali. Ini bukti bahwa Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun tidak melaksanakan fungsi dan tugas secara benar ? Apakah harus ada korban baru mereka bertindak, kan tidak etislah masak masyarakat harus dijadikan korban dulu,” tanyanya.

“Atau timbul dulu gejolak di masyarakat, baru mereka bertindak, inilah ciri- ciri pemimpin yang hanya bekerja di depan meja saja,bukan itu saja Amjon di nilai tidak layak jadi kepala Badan Lingkungan Hidup,mau di jadikan apa karimun ini kalau yang ngurus masalah lingkungan hidup saja nggak becus dan nggak punya sertifikasi di bidangnya”, ujarnya.(UDO/M.ALI)

Check Also

Wabup Sergai Darma Wijaya melantik dan mengukuhkan sebanyak 149 Pejabat Administrator Eselon III di lingkungan Pemkab Sergai bertempat di Aula Sultan Serdang kompleks Kantor Bupati di Sei Rampah, Kamis (19/1).

Wabup Sergai Kukuhkan dan Lantik 149 Pejabat Administrator

*Darma Wijaya: Laksanakan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan dengan penuh tanggung jawab Sergai, sidaknews.com …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>