Home » Berita Foto » Anak Sepak bola Asli Desa di Purwakarta Akhirnya Dilatih Jacksen F. Tiago

Anak Sepak bola Asli Desa di Purwakarta Akhirnya Dilatih Jacksen F. Tiago

-Persiapan Berlaga di Brazil Membawa Nama Indonesia.

Anak Sepak bola Asli Desa di Purwakarta Akhirnya Dilatih Jacksen F. Tiago.Persiapan Berlaga di Brazil Membawa Nama Indonesia
Anak Sepak bola Asli Desa di Purwakarta Akhirnya Dilatih Jacksen F. Tiago. Untuk Persiapan Berlaga di Brazil Membawa Nama Indonesia.

PURWAKARTA,sidaknews.com – Penantian panjang tim garuda muda U12 kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya keluar sebagai jawara pada ajang final nasional DNC 2014, pada juni lalu di jakarta, kini 12 anak asal purwakarta ini memasuki agenda baru persiapan timnya bertolak ke Sao Paulo Brazil, nopember mendatang untuk mengikuti ajang yang sama final dunia DNC 2014, sebagai wakil indonesia bersama 31 wakil negara lainnya.

Mereka tak lain adalah tim yang memiliki nama Anak Sepakbola Asli Desa (ASAD) 313 Purwakarta Jawa Barat.

Sebagai wakil indonesia, ASAD 313 Purwakarta cukup berbangga, karena baru kali ini kabupaten sekaligus propinsi jawa barat bisa mewakili indonesia pada ajang DNC, padahal turnamen ini sudah digelar sejak 10 tahun terakhir.

Terlebih pengalaman yang tak akan didapat oleh siapapun ketika mereka akan terbang ke brazil mewakili indonesia. sebagai rangkaian persiapan menghadapi final dunia, merekapun sejak jumat hingga sabtu kemarin (18-19/09) akhirnya bertemu dan dilatih pelatih timnas senior yang juga pelatih klub Persipura Jayapura, Jacksen Feirrera Tiago.

Pertemuan pelatih dan tim yang bertajuk Coaching Clinic selama dua hari ini digelar di stadion purnawarman purwakarta yang merupakan basecamp sekaligus tempat karantina tim selepas mereka menjuarai final nasional juni lalu. Pantauan humas purwakarta, sejak jumat hingga sabtu lalu, para pemain, pelatih jacksen, pelatih lokal dan official tampak serius menggelar latihan.

8aDari sesi latihan yang dilakoni anak-anak itu sudah membuat Jacksen terkesan. Pasalnya, dari teknik dasar, pelatih asal brazil ini menilai mereka (pemain ASAD) memiliki dasar permainan yang bagus dan juga kerjasama tim yang sudah terbangun.

Sejak pertama Jacksen ditunjuk oleh Danone Nations Cup (DNC) mengarsiteki tim ASAD ini, dirinya mengaku langsung berkomunikasi via telepon dengan pelatih lokal, Muhammad Ramdan. dan baru kali ini bisa bertatap muka langsung dan melatih teknik dasar, “saya senang, tim ini sudah punya dasar sepakbola yang oke. tinggal meyakinkan mereka soal faktor psikologis dan kepribadian.

Sebab mereka ini sedang dalam tahap mencari jati diri. Sehingga kita harus bijaksana dalam mengembangkan faktor psikologis” tutur Jacksen.

Mengarsiteki tim garuda cilik ini, Jacksen mengaku akan menerapkan gaya bermain Persipura Jayapura. Salah satunya adalah dengan lebih mengasah sisi teknis dari para pemain, terutama pemahaman soal taktik. Dalam latihan yang dimulai jumat, sekitar pukul 16.00 WIB dan berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam itu, Jacksen terus menggembleng mereka. Tak cuma mengasah teknik dasar seperti menendang, menyundul, passing, tapi juga soal fisik serta mini game untuk memahami lebih dalam lagi taktik yang diberikan olehnya.

“saya juga tanamkan mental bertanding ke mereka. Final Dunia DNC 2014 ini bukan lagi turnamen biasa. Pengalaman saya sebagai pelatih jelas dan juga pengalaman sebagai pemain selama saya di Brasil dulu, saya pernah bermain di sana. Saya juga pernah berlatih di usia dini juga sebelum saya jadi pelatih profesional. Saya bisa memakai itu sebagai modal dalam latihan ini, terutama kolektifitas bermain. ini tim yang harus kompak” imbuhnya.

Jacksen sendiri selama ini lebih dikenal sebagai pelatih top yang punya segudang prestasi bersama tim-tim besar Indonesia seperti Persebaya Surabaya dan Persipura, juga pengalaman melatih klub lain yakni Persitara Jakarta Utara, Persiter Ternate, dan Mitra Kukar.

Rencananya dalam persiapan menuju Final Dunia di Brazil, setelah coaching clinic kemarin, SSB Asad Purwakarta yang akan menggunakan nama Tim AQUA DNC Garuda Muda 2014 ini dijadwalkan mengikuti training camp di Malang pada 25 Oktober hingga 4 November dan di Rio de Janeiro, Brasil pada 6-10 November, diakhiri Putaran final dunia yang akan digelar pada 11-16 November. Tak sekadar latihan biasa, Asad 313 pun juga melakukan uji tanding dengan tim-tim lokal setempat dan dari luar kota.

Sudah ada empat kali uji coba yang semuanya dituntaskan dengan kemenangan. Akhir pekan ini rencananya tim yang dikapteni oleh Yadi Mulyadi itu akan berangkat ke Jakarta untuk melakoni turnamen mini yang diadakan oleh diklat Ragunan. Di sana tim juga akan dihadapkan dengan beberapa tim bermaterikan anak-anak usia 12 tahun yang berasal dari sekolah-sekolah asing di Jakarta.

“Kami juga ingin anak-anak melawan bule-bule itu, yang tentunya tak bakal beda jauh postur tubuhnya dengan lawan-lawan di Brasil. Semacam penyesuaian postur fisik lawan mungkin, agar pemain terbiasa berhadapan,” tutur manajer tim Alwi Hasan kepada sejumlah wartawan. Tak cuma itu, pada tanggal 27-28 September mendatang Alwi juga akan mengikutkan timnya tersebut ke Piala Mensesneg yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Sejak keikusertaaannya di tahun 2003 pada turnamen dunia untuk anak-anak usia 12 tahun, Indonesia paling bagus adalah finish posisi keempat dari 32 negara pada 2006. selebihnya, belum pernah ada wakil Indonesia yang bisa menuntaskan Final Dunia Danone Nation Cup sebagai juara. Rangkaian catatan buruk itu yang akan coba diputus oleh SSB Asad Purwakarta tahun ini.

Kontingen Merah-Putih yang diwakili tim kampiun final nasional DNC selama 10 tahun terakhir, nampaknya punya PR besar untuk menjadi yang terbaik di dunia.
PR besar itulah yang rupanya kali ini ditanggung para ponggawa ASAD 313 Purwakarta. Rasa otimistis menjawab PR tersebut, terlontar dari mulut 12 garuda cilik ini. ditanya wartawan mengenai target di turnamen tersebut, serentak mereka menjawab “Optimistis, kita akan rebut juara!”

“Kita yakin juara. Tenang saja pasti kita tekel nanti lawan-lawan kita. Kita tidak takut kok,” sahut salah satu pemain dengan nomor punggung 10 ini, Sutan Diego A.O Zico.

‘Karantina’ 85 Hari Modal Mandiri Pemain

Keberhasilan menjadi juara final nasional DNC 2014 pada juni lalu, hanyalah awal dari perjalanan panjang SSB Asad menuju final dunia yang akan dihelat di Arena Corinthians, Sao Paulo pada 11-16 November mendatang. Sebelum mereka berangkat ke Brasil, SSB Asad yang dikapteni Yadi Mulyadi yang juga peraih gelar pemain terbaik di final nasional lalu, harus menjalani serangkaian pemusatan latihan atau training camp, termasuk jauh hari sejak menjuarai final nasional lalu sudah dikarantina oleh pemerintah daerah setempat.

SSB Asad Purwakarta tentu tak ingin sekadar jadi “turis” dalam perhelatan final dunia Danone Nation Cup (DNC) 2014. Maka itu dibutuhkan persiapan matang jelang turnamen di bulan November itu, termasuk jauh dari keluarga dan membiasakan hidup mandiri. sekitar 2,5 bulan mereka sudah jauh dari orangtua dan teman sebayanya. Ada sekitar 1 bulan lagi mereka akan menghabiskan waktu ditempat karantina menjelang training camp di malang.

Meski demikian anak-anak tersebut mengaku tak masalah dan sudah mulai terbiasa dengan rutinitas yang dilakukan sehari-hari, “Kami tak masalah dan sudah biasa kok. Lagipula kadang bapak-ibu datang menjenguk setiap akhir pekan atau kami yang kembali ke sana,” ujar pemain terbaik, Yadi Mulyadi.

Sebelum dilatih langsung Coach Jacksen, Serangkaian latihan juga telah dijalani Yadi dkk. oleh pelatih mereka Muhammad Ramdan sejak pertama mereka dikarantina. Meski disibukkan dengan persiapan jelang final dunia DNC 2014, anak-anak tersebut juga tak lupa dengan kegiatan belajar-mengajar, di mana setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 9 pagi hingga 12 siang, ada staf pengajar yang didatangkan.

Mereka sengaja dibuat satu kelas oleh pemerintah daerah sebagai kelas khusus Jaya Perkasa di SMPN 6 Purwakarta yang tak jauh dari tempat karantina dan stadion purnawarman purwakarta tempat mereka berlatih.

“Jadi semacam home schooling lah. Kami juga tidak mau pendidikan anak-anak ini terlupakan meski sedang menjalani persiapan buat ke Brasil,” ujar pelatih M. Ramdhan.

Tak cuma saat latihan, kerjasama tim juga dipupuk di luar lapangan semisal mereka sudah membuat jadwal piket bersama untuk membersihkan mess. Bahkan untuk tidur pun mereka dikumpulkan di satu ruangan yang tak begitu besar ukurannya dan sesi makan sehari-hari juga harus dilakukan bersama-sama.(ega)

Check Also

Sekdakab Sergai Drs. Hadi Winarno,MM tengah menerima hasil penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik dari Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar di aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Selasa (24/1). 

Tingkatkan Pelayanan Publik, Sergai Targetkan Zona Hijau Tahun 2017

Sergai, sidaknews.com – Dewasa ini pelayanan publik menjadi semakin penting karena senantiasa berhubungan dengan masyarakat dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>