Kamis , 23 Maret 2017
Home » Berita Foto » Anak yatim idiot umur 8 tahun diduga korban pemerkosaan

Anak yatim idiot umur 8 tahun diduga korban pemerkosaan

“Gagal membuat laporan polisi, dokter jaga RSUD Gunungtua tidak mau memeriksanya untuk proses visum”.

Idiot
Bocah Idiot 8 tahun diduga mengalami korban Pemerkosaan.

Gunungtua,Sidaknews.com – Hal itu dialami anak ketiga dari ibu Nurjannah 34 tahun yang sudah ditinggal suaminya setahun yang lalu akibat meninggal dunia. kronogi kejadian yang menimpa anaknya diketahui oleh ibunya yang sehari hari bekerja sbagai pembantu Rumah makan yang berjarak 6 km dari rumahnya.

“Sekitar jam 16 wib saya ditelpon anak sulung saya Dewi memberitahukan alat kelamin adeknya Sri rahayu 8 tahun (sikorban)keluar darah, setelah mendengar kabar itu saya langsung pulang”ujar ibu korban.

Dewi 14 tahun yang sehari hari ikut kerja membantu ibunya selalu lebih dulu pulang kerumahnya untuk menyiapkan rumah serta memandikan adeknya Sri rahayu berkekurangan mental (idiot) yang selalu ditinggal bersama abang sikorban yang masih duduk dibangku sekolah kelas 1SD.

Sesampainya ibu korban dirumahnya dengan rasa sedih melihat kejadian yang menimpa anaknya dengan bercak darah yang masih keluar dari alat kelaminnya,malam sekitar pukul 20.00 wib si ibu membawa anaknyaa berobat ke klinik BERKAH yg berjarak 2KM dari rumahnya.

Setelah diberikan obat oleh Bidan pemilik klnik Berkah menyarankan ibu itu menghubungi Ketum Lsm Gempar untuk mendapiginya membuat pengaduan serta proses pembuatan Visum.

Saat menuju RSUD gunungtua Ketum Lsm Gempar yang membawa sikorban degan Ambulans memberitahukan kepada kepolsek padangbolak dan memintak agar didampigi anggota polsek ke RSUD untuk pemeriksaan proses Visum.

Saat di ruang UGD RSUD si ibu korban yang didampigi Ketum Lsm Gempar dan satu orang anggota polsek padang bolak meminta untuk diperiksakan anaknya setelah menceritakan kronologi dan pendarahan yang keluar dari alat kelamin anaknya.

Dokter jaga malam yang lagi jaga yaitu dr. Rika langsung menjawab, untuk pemeriksaan ini harus ke dokter spesialis, saya tidak bisa memeriksanya” ujarnya. Dan juga ditambahi seorang ibu yang mengaku sebagai staf dokter kandungan itu “iya pak kata pak dokter dia tidak bisa malam ini harus besok”tambahnya.

Mendengar jawaban itu sontak Ketua DPP Lsm Gempar menjawab ” kok bisa Dokter yang sudah dikotrak RSUD Gunung tidak ada ditempat, semestinya kan harus siap 24 jam, lalu bagaimana pula jika keluarga kalian mau melahirkan penanganannya harus dioperasi, apa harus menunggunya sampai besok ?.

“Terus apa harus dia saja dokter yang boleh memeriksa korban ini? dokter umum kan ada ” ujar ketum Lsm Gempar Aman S harahap dengan nada kesal lalu menghubungi dr Mildawati sebagai plt Direktur RSUD Gunungtua saat dihubungi via selular mengatakan, maaf ya pak malam ini dokter kandungan kita lagi dipadang sidimpuan jadi pemeriksaannya besok saja tapi harus ada surat permintaan visum dari pihak kepolisian” jawab ibu Direktur RSUD.

Sementara menurut salah seorang yang tidak bersedia disebut jati dirinya mengaku” setiap dokter yang sudah disumpah berhak mengeluarkan hasil visum”.

Ketum Lsm Gempar Aman S harahap sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan pihak RSUD Gunungtua tersebut,”kalau seperti ini kita menduga pihak RSUD seakan mempersulit atau menghalang halangi untuk proses penyidikan pihak kepolisian”.ujar nya.(Aman.H)

Check Also

Pelanggar lalu lintas membayar denda yang dikenakan kepada kasir Bank BRI Cabang Langsa.

Polres Langsa Gelar Sidang di Tempat Bagi Pelanggar Lalu Lintas

Langsa, sidaknews.com – Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian resor Langsa bersama Pengadilan Negeri dan Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>