Home » Berita Foto » Anggaran Sosialisasi KPU di Radio Dipertanyakan

Anggaran Sosialisasi KPU di Radio Dipertanyakan

KPU
KPU

BARRU,Sidaknews.com – Anggaran sosialisasi yang dialokasikan KPU Barru sebesar Rp 51 juta dipertanyakan pengelola Radio Hybrida. Bagaimana tidak, dari dua spot iklan radio yang dimasukkan KPU untuk mensosialisasikan kegiatan pileg, yakni Radio Iga FM dan Hibrida seharusnya dilakukan 17 kali.

Namun pihak KPU hanya menjanjikan kepada Radio Hibrida biaya siaran sebesar Rp 7 juta. Sehingga sisa dana sebesar Rp 44 juta menuai pertanyaan.

Sekretaris Radio Hibrida, Nurlela yang dihubungi Rabu (19/3) mempertanyakan kenapa porsi dana sosialisasi penyiaran lebih banyak dialokasikan ke Radio Iga FM.”Jika sampai menganggarkan dana sebesar Rp 44 juta ke radio tersebut, berarti KPU sudah bertindak tidak adil kepada media radio. Apalagi Radio Hibrida bentukan pemkab. Tetapi ternyata dianak tirikan dalam hal ini,” cetusnya.

Radio Hibrida sendiri, menurut Nurlela, sudah memiliki izin Kemenkominfo, dan semestinya diberikan ruang yang lebih luas dibanding radio yang belum dilengkapi izin dari pemerintah.

Seharusnya, menurut Nurlela lagi, KPU mempertimbangkan bahwa radio komunitas itu tidak boleh menyiarkan tayangan iklan yang bernilai promosi. Apalagi kewenangan jangkauan hak siar dari radio komunitas itu hanya bisa sampai 2,5 kilometer dengan kekuatan 50 watt.

“Jadi kalau ada radio seperti itu mengklaim bisa menyiarkan sampai ke wilayah perbatasan, berarti ia melakukan pelanggaran besar seperti yang tercantum dalam UU Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002. Kalau KPU lebih memberikan peluang hak siar sosialisasi ke radio komunitas, berarti KPU juga ikut melakukan pelanggaran,” katanya dengan nada tinggi.

Sebelumnya, dana sosialisasi sebesar Rp 51 juta yang dialokasikan KPU Barru mengundang reaksi keras dari kalangan media cetak. Karena dalam sosialisasinya KPU tidak melibatkan media cetak.

Ketua KPU Barru Syarifuddin Ukkas yang dikonfirmasi kemarin, menyatakan pihaknya memang hanya bekerjasama dengan radio untuk sosialisasi. ”Petunjuk teknisnya memang seperti itu. Jadi tidak ada sosialisasi melalui media cetak,” kelitnya.

Itupun dalam mata anggaran hanya diperuntukkan kepada satu radio saja. Pihak radio Iga FM merupakan yang pertama memasukkan proposal dengan penawaran sangat rendah. Sedangkan Radio Hibrida belakangan memasukkan permintaan untuk ikut dalam mensosialisasikan pileg ke KPU.

“Makanya, Radio Hibrida terpaksa kami ikutkan dengan pertimbangan ada telepon dari Bupati dan Asisten I yang meminta memfasilitasi radio Hibrida dalam proses sosialisasi pileg,” bebernya.

Ketua KPU juga membela Iga FM dengan menyebutkan radio ini sudah memiliki rekomendasi dari KPID. KPU juga mengklaim radio Iga lebih profesional, karena dari segi peralatan dan perlengkapan siaran jauh lebih lengkap dari alat yang dimiliki Hibrida.

“Jadi wajarlah kalau porsi siar ke Radio Iga itu lebih besar. Iga itu sudah beberapa kali melakukan siaran live untuk wawancara dan talk show. Begitu pula dalam hal harga penawaran. Permintaan harga dari Hibrida itu terlalu tinggi. Seharusnya Hibrida mengakui kelebihan radio lain yang tidak dimilikinya,”cetusnya.

Untuk secara teknis soal anggaran di KPU, Syarifuddin mengatakan itu diluar pengetahuannya.Semua dikelolah pihak sekretariat.(BKM)

Check Also

Ilustrasi. Foto: Dok

Terbukti Edarkan Narkoba, Herman Dibui Delapan Tahun

Tanjungpinang, sidaknews.com – Terbukti bersalah memiliki dan mengedarkan narkoba, terdakwa Herman alias Babe (56) dihukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>