Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Anggota Dewan Kehormatan Demokrat bersaksi untuk Anas di KPK

Anggota Dewan Kehormatan Demokrat bersaksi untuk Anas di KPK

anggota-dewan-kehormatan-demokrat-bersaksi-untuk-anas-di-kpk2Sidaknews.com – Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Suaidi Marasambesi, memenuhi panggilang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa sebagai saksi bagi tersangka kasus dugaan gratifikasi proyek sarana olahraga di Hambalang, Anas Urbaningrum.

“Saksi untuk Anas,” kata Suaidi di Gedung KPK, Senin (6/1)

Terkait para kader yang melaporkan adanya dana Hambalang mengalir di kongres Demokrat, pihaknya menyerahkan kepada komisi pengawas internal partai.

“Kaitannya dengan tugas Komisi Pengawas Partai Demokrat yang melakukan pemeriksaan terhadap beberapa kader yang datang melapor,” jelas Suaidi.

Namun, dirinya enggan menyebutkan berapa jumlah nominal uang yang mengalir ke dalam kongres.

“Belum bisa saya sebutkan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anas berstatus tersangka karena diduga menerima hadiah mobil Toyota Harrier dari PT Adhi Karya saat menjabat anggota DPR tahun 2009 lalu, pasalnya pemberian itu diduga terkait pembangunan Proyek Hambalang.

Anas juga diduga melanggar Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Untuk diketahui, Anas Urbaningrum, tersangka dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam proyek pembangunan sarana dan prasarana olahraga di Bukit Hambalang, Bogor, bakal diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (7/1).

Anas pun diprediksi buka-bukaan terkait dugaan korupsi yang diduga melibatkan kader Partai Demokrat.
diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (7/1). Anas pun diprediksi buka-bukaan terkait dugaan korupsi yang diduga melibatkan kader Partai Demokrat.sumber.merdeka.com

Check Also

Masih Banyak ASN Belum Mampu Menyusun LAKIP Dengan Baik

Beltim,sidaknews.com – Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI menilai masih banyak kelemahan dan kekurangan aparatur sipil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *