Kamis , 23 Maret 2017
Home » Daerah » Babel » Anggota DPRD Propinsi minta papan proyek dipindahkan

Anggota DPRD Propinsi minta papan proyek dipindahkan

Tanjungpandan,Sidaknews.com – Edi Nasapta anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel) asal Belitung minta kepada pelaksana proyek pengurukan ujung landasan pacu Bandara HAS Hanan djoeddin Tanjungpandan untuk memasang papan proyek di tempat yang strategis.

Menurutnya, papan proyek merupakan pengumuman kepada khalayak ramai bahwa di lokasi tersebut sedang dilaksanakan pembangunan, sehingga papan proyek mudah dilihat. Dengan demikian masyarakat serta pihak-pihak terkait dapat ikut mengawasi proyek tersebut.
Permintaan Edi ini setelah ia melihat papan proyek dipasang di base camp pekerja, yang letaknya cukup jauh dari proyek pengurukan ujung landasan. Untuk mencapai papan proyek tersebut ia harus melalui jalan yang becek berair.

Ia berpikir bahwa masyarakat maupun pihak-pihak terkait lainnya bakal tidak bisa melihat papan proyek itu tanpa harus melintas jalan becek dan cukup jauh itu.

“Tolong papan pengumuman proyek dipasang di tempat strategis, karena itu memang pengumuman untuk dilihat orang banyak, proyeknya apa, anggarannya berapa, siapa kontraktor yang mengerjakan. Kalau perlu pasang gambar rencananya, lihat di RAP nya ada tidak.

Karena sekarang era keterbukaan publik, jadi semua harus jelas,” ujar Edi Nasapta dihadapan pelaksana dan konsultan proyek pengurukan ujung landasan pacu Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan saat melakukan peninjauan di lokasi proyek, Jumat (31/10).

Proyek dengan dana APBD Provinsi Babel sekitar Rp 13 miliar ini dikerjakan dengan melakukan pengurukan ujung landasan pacu Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan menggunakan tanah puru. Ribuan kubik tanah puru berwarna kuning kemerahan diambil di sekitar lahan bandara tersebut, menguruk lahan ujung landasan pacu sepanjang 100 meter dengan kontur tanah bergelombang.

Dalam peninjauannya Edi Nasapta mengitari ujung landasan yang diuruk dan sempat melihat tanah kaolin berwarna putih disela gundukan tanah puru yang tergerus air hujan. Hal ini sempat dipertanyakan kepada pelaksana dan konsultan proyek.

“Masalah perencanaannya, apakah sudah benar dikerjakan sesuai standar keamanan pesawat terbang. Ini diuruk dengan tanah puru kan? Tidak ada tanah kaolin? Kita berharap seperti itu,” ujar Edi Nasapta.

Agung Susilo, konsultan proyek pengurukan landasan bandara mengatakan, proyek ini hanya pengurukan ujung landasan saja. Apabila landasan pacu akan diperpanjang, lahan ini akan digali lalu dilapisi lapisan agregat yakni campuran batu pecah, kerikil, pasir baru atasnya dilapisi pasir dan batu kelas A dicampur semen.

“Ini kalau landasan mau diperpanjang, digali lagi. Tanah dibuang kesamping sebagai airstrip, lalu ditimbun dengan agregat kelas C. Baru atasnya ditambah pasir dan batu kelas A campur semen. Kalau di Jawa, agregat itu pakai batu kali, atasnya baru agregat kelas A campur semen,” kata Agung Susilo yang didampingi pelaksana proyek Masrik.

Menurut Agung, pihaknya saat ini hanya mengerjakan pengurukan ujung landasan saja, sedangkan pembangunan perpanjangan landasan pacu, dikerjakan kontraktor lainnya.

Soal memindahkan papan proyek, Agung berjanji hari itu papan proyek segera dicabut dan dipindahkan ke tempat yang mudah dilihat masyarakat. “Papan proyek nanti kita cabut, dan kita pindah di tempat yang strategis,” kata Agung. (ANS)

Check Also

Bupati Belitung Timur dalam sambutannya pasca mengukuhkan Unit Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar Kabupaten Belitung Timur di Auditorium Zahari MZ, Senin (06/03/17)

Tim Saber Pungli Beltim Dikukuhkan

Beltim, sidaknews.com – “Bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Belitung Timur yang bersih dari pungutan liar”, demikian …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>