Rabu , 24 Mei 2017
Home » Daerah » Aceh » Anggota DPRK Pidie Angkat Bicara Terkait Kelangkahan Solar

Anggota DPRK Pidie Angkat Bicara Terkait Kelangkahan Solar

Anggota DPRK PIDIE,ISA ALIMA.
Anggota DPRK PIDIE,ISA ALIMA.

ACEH,SIGLI,Sidaknews.com – Terkait langkanya BBM atau Krisis BBM jenis solar sejak beberapa waktu terakhir mulai memukul usaha masyarakat di kabupaten Pidie seperti sektor angkutan umum dan nelayan.

Sebanyak 50 persen dari sekitar 1.200 unit armada angkutan penumpang umum jenis minibus L-300 di seluruh Aceh, dilaporkan tidak beroperasi. Begitu juga nelayan, semakin banyak yang tak bisa melaut.

Anggota DPRK PIDIE,ISA ALIMA menyebutkan, menyusul diberlakukannya pembatasan dan jadwal pengisian BBM jenis biosolar, ada 600 unit L-300 yang harus berhenti beroperasi. Kondisi memprihatinkan juga dialami bus penumpang umum trayek antarkota antarprovinsi (AKAP) yang beroperasi siang hari.

Selain itu, pemilik dan awak truk barang dan jasa yang beroperasi di lintasan jarak dekat atau trayek lokal, seperti truk pasir dan batu (sirtu) juga tak bisa bergerak. “Kesulitan mendapatkan BBM sudah secara langsung berimbas pada sektor transportasi darat,” kata Isa Alima kepada wartawan media ini (11/10) sore.

Sejumlah pengusaha dan awak angkutan penumpang umum minibus L-300 yang ditemui di terminal kota bereneun mengaku kelangkaan solar yang telah berlangsung sepekan ini telah memaksa separuh dari armada mereka tidak bisa beraktivitas. “Kami hanya mengoperasikan 10 unit dari 30 armada yang tersedia. Sisanya, terpaksa standby dan antre ke SPBU untuk mendapatkan solar,” kata Direktur CV Plamboyan Mandiri, Muhammad Ranto.

Abu Laot Lhok Meurahdua, M Nasir Mahmud menjawab wartawan media ini  membenarkan sejak beberapa hari ini persediaan solar di SPBU Meurah dua kosong. Nelayan terpaksa istirahat. “Warga pesisir pantai yang mayoritas menggantungkan hidup dari hasil laut tidak bisa beraktivitas. Perekonomian sangat terganggu,” kata Nasir.

Panglima Laot Pidie Jaya, Abdul Hamid mengatakan bagi armada (boat) dengan mesin 30 GT ke atas sangat kewalahan menghadapi kondisi ini.

Presden Direktur (Presdir) Maar Group, H Sibral Malasyi MA, pemilik SPBU  Ulee Gle, Kecamatan Bandardua, menyebutkan, belakangan ini solar sering langka disebabkan adanya penurunan jatah oleh Pertamina.

Sementara itu sebanyak empat SPBU di PIDIE, Sigli, sejak Minggu sore hingga jum,at (10/10) pagi persediaan BBM subsidi jenis solar dan bensin kosong. Kalaupun masih ada persediaan di pedagang eceran, harganya mencapai Rp 10.000-Rp 12.000/liter.

Keempat SPBU yang kosong BBM adalah SPBU BlANG MALU, Kecamatan MUTIARA TIMUR, SPBU BJ BUJAYA, SPBU MICO, dan SPBU Padang tiji. Sekitar pukul 09.00 WIB, jum,at kemarin, solar dan bensin disuplai lagi oleh Pertamina tetapi tiga jam kemudian kosong lagi.

Kelangkaan BBM juga terjadi di SPBU Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues sejak dua pekan terakhir. Pengguna kendaraan terpaksa mengisi BBM di kios pedagang pengecer yang harganya cukup mahal. (Hasbi)

Check Also

A.Aziz Dilantik Sebagai Sekda Aceh Utara Difinitif

Lhoksukon, sidaknews.com – Di Aula kantor Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe, Selasa (23/05/2017) sore dipenuhi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *