Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Aphong Menabrak Sepeda Motor Yang Sedang Berhenti Di Jalan

Aphong Menabrak Sepeda Motor Yang Sedang Berhenti Di Jalan

fdfdfdf
Tersangka Lim Kang Phong Alias Aphong (59), Saat Menjalani Sidang Laka Lantas.

Tanjungpinang, Sidaknews.com – Lim Kang Phong alias Aphong (59) mengaku menderita rabun jauh kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (8/9).

Akibat berkendara pada malam hari, dengan kondisi demikian, Aphong menabrak pengendara sepeda motor lain yang sedang berhenti di pinggir jalan.

“Saya tak melihat ada sepeda motor lain di depan. Saya tak pakai kaca mata waktu malam itu. Suasananya gelap,” ucap Aphong saat memberi keterangan kepada majelis hakim.

Sehari-hari, Aphong mengenakan kaca mata saat beraktivitas. Kebetulan, ia ada keperluan pada 16 Juni lalu. Ia mengendarai sepeda motor Honda Kharisma BP 2360 QT. Andy (24), anaknya, menumpang di sepeda motor tersebut.

“Kami dari kawasan suka berenang dan hendak pulang ke Jalan Kuantan,” katanya.

Sampai di depan Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang, ia menabrak sepeda motor. Ia tak melihat ada tanda-tanda sepeda motor di depannya karena kondisi jalan sangat gelap. Hal yang sama diungkapkan Andy. Ia dibawa bapaknya ke Sukaberenang. Sekitar pukul 22.00, kedua memutuskan pulang.

Dalam perjalanan, sepeda motor menyenggol sepeda motor di pinggir jalan. Ia dan bapaknya terjatuh akibat tabrakan tersebut. Begitu juga dengan dua wanita di sepeda motor yang ditabrak.

“Kami tak ada menderita luka yang berarti. Tetapi, pengendara wanita yang ditabrak terlihat pincang. Sedangkan temannya yang duduk dibelakang dilarikan ke rumah sakit,” ungkapnya.

Aphong dan Andy disuruh pulang oleh pengendara lain yang membantu kejadian tersebut. Keesokan harinya, Andy dan Aphong dipanggil anggota dari Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Tanjungpinang. Sementara itu, Yenni yang menjadi korban dalam kecelakaan ini menceritakan, ia dan Risma baru saja mengantar undangan peresmian toko perlengkapan bayi milik kakaknya di Jalan Ganet, Batu 12. Jadi, ia disuruh mengantar undangan malam itu.

Ia ditemani sepupunya, Risma (18). Usai mengantar undangan di sekitar Kawasan Bintan Plaza, Yenni memutuskan pulang ke Jalan Ganet. Ia menempuh Jalan Ahmad Yani. Di tengah perjalanan, HPnya berbunyi tanda pesan pendek masuk.

“Saya memberhentikan sepeda motor di pinggir jalan. Karena beralasan capek, saya menyuruh Risma menggantikan posisi berkendara,” ungkapnya.

Helm yag dikenakan Yenni diserahkan kepada Risma. Mesin sepeda motor lalu dimatikan agar dapat bertukar posisi. Saat asyik membalas SMS, sepeda motor ditabrak dari belakang. Ia dan Risma terpental ke aspal. Beruntung, Yenni selamat meski badannya tertimpa sepeda motor yang menabrak. Berbeda dengan Risma. Tubuhnya terbalik ke belakang dengan kepala sudah mengenakan helm.

“Risma mimisan. Pengendara lain menolong kami. Mereka membawa kami ke Rumah Sakit Umum Daerah Tanjungpinang,” kata Yenni.

Sampai di rumah sakit, Risma sadarkan diri. Ia muntah darah. Petugas medis menyatakan, keduanya sudah boleh pulang karena hanya menderita luka ringan. Sampai di rumah, Risma kembali muntah darah. Ia pun dilarikan ke Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri. Hasil ronsen, Risma mengalami patah tulang kepala dan retak tulang pelipis. Risma menjalani rawat inap selama satu hari.

Kemudian, ia dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut untuk menjalani operasi pada 18 Juni sekitar pukul 20.00. Pascaoperasi kepala, Risma ditempatkan di ruang ICU. Akhirnya, Risma meninggal dunia pada 20 Juni sekitar pukul 14.40.

“Setelah operasi, Risma koma. Ia meninggal dunia siang harinya,” ujar Yenni.

Setelah mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa, Ketua Majelis Hakim Parulian Lumbantoruan menyatakan, kedua belah pihak sudah berdamai. Pihak keluarga Aphong membayar biaya pengobatan sekitar Rp.37 juta. Sidang akhirnya ditutup dan dilanjutkan pekan depan. Agenda sidang berikutnya adalah pembacaan tuntutan. (Surya)

Check Also

Tiga Pelaku Pengeroyokan Wartawan Berhasil Ditangkap Polda Sumut

Medan, sidaknews.com – Tiga orang tersangka pelakukasus pengeroyokan terhadap seorang wartawan Inews Tv bernama Adi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *