Jumat , 31 Maret 2017
Home » Hukrim » Aril, Pemanggilan Dedi Mulyadi Oleh Kejagung Bukti Tuhan Tidak Tidur

Aril, Pemanggilan Dedi Mulyadi Oleh Kejagung Bukti Tuhan Tidak Tidur

Purwakarta, sidaknews.com- Adanya pemanggilan terhadap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi oleh Kejagung Senin lalu, merupakan sebuah penantian yang panjang sebagian masyarakat Purwakarta.

Pemanggilan bupati oleh Kejagung itu  merupakan buah dari perjuangan masyarakat Purwakarta yang terus mempertanyakan keseriusan Institusi Hukum dalam menangani dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh  orang nomer satu di Purwakarta itu.
“Ini merupakan langkah positif dari lembaga Hukum yang ada di Indonesia, dan ini bukti bahwa tuhan tidak tidur,” ujar Ketua Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta (GMMP) Hikmat Ibnu Aril saat memberikan keterangan kepada Sidaknews.com Rabu (17/7/2013) di Wisma Suryo.
Dijelaskan Aril, pihaknya terus mendukung langkah-langkah lembaga Hukum seperti Kejagung untuk menuntaskan permasalahan dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.
“Kami akan terus mendukung langkah-langkah lembaga Hukum seperti Kejagung untuk menuntaskan permasalahan dugaan korupsi yang melibatkan Dedi Mulyadi, dengan harapan segera tuntas dan dalam waktu dekat. Kami juga berencana akan mendatangi Kejagung sebagai bentuk dukungan kepada lembaga hukum tersebut dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi di Purwakarta,” ujar lelaki yang rajin mengkritisi pemerintahan ini.
Seperti diketahui sebelumnya, putusan Pengadilan Negeri Purwakarta tertanggal 31 Juli 2008 yang dikuatkan putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat, dan Mahkamah Agung menyatakan Dedi Mulyadi bersalah karena menggunakan anggaran Islamic Center berkali-kali. Pengadilan juga sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut, yakni mantan Bupati Purwakarta Lili Hambali Hasan dan Hj Entin Kartini.
Dalam persidangan di PN Purwakarta terungkap kerugian negara akibat kasus pembangunan Gedung Islamic Center (GIC) sebesar Rp 3,793 miliar. Dana tersebut bersumber dari anggaran APBD Purwakarta 2006 untuk pembangunan GIC sebesar Rp 1,793 miliar dan Dana Penanggulangan PBencana Alam (DBBA) sebesar Rp 2 miliar.
Putusan PN Purwakarta tersebut dengan nomor PN 65/Pid B/2008/PN PWK dan putusan MA no 739/Pan.Pid.sus/2154.k/PID.SUS/2008.(bayu)

Check Also

Curi Sepeda Motor, Buruh ini Pasrah Dihukum Satu Tahun Penjara

Tanjungpinang, sidaknews.com – Sabihi Mahyulis, seorang buruh yang menjadi terdakwa kasus pencurian sepeda motor dihukum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *