Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Arun Jilid 1 Harus Menjadi Pelajaran Bagi Pemerintah dan Stake Holder di Aceh

Arun Jilid 1 Harus Menjadi Pelajaran Bagi Pemerintah dan Stake Holder di Aceh

Machfud Azhari Demisioner Himep fe  yang juga tercatat sebagai mahasiswa jurusan Ekonomi pembangunan.
Machfud Azhari Demisioner Himep fe yang juga tercatat sebagai mahasiswa jurusan Ekonomi pembangunan.

LHOKSEUMAWE,ACEH,Sidaknews.com – Seiring dengan berakhirnya pengapalan terakhir pada tanggal 15 oktober 2014 dengan Tujuan Korea Selatan. Praktis PT Arun NGL yang selama ini sebagai operator ekspor LNG dari Lhokseumawe di pastikan berhenti beroperasi.

Setelah berakhir pengoperasian perusahaan gas cair tersebut. banyak Pekerjaan rumah yang harus di selesaikan, salah satunya ganti rugi perjanjian resettlement (permukiman baru) akibat tergusur pada saat pembangunan kilang Gas Arun.

Pengapalan terakhir yang dilakukan oleh PT ARUN LNG mendapat demo dari masyarakat Blang lancang Kecamatan Muara Satu yang menamakan diri ikatan keluarga Blang lancang ( IKBAL) dalan rilis yang di kirim kepada media ini oleh Machfud Azhari Demisioner Himep fe, Kamis 27/11/2014.

Hal ini sungguh ironi dimana perusahaan raksasa yang begerak di bidang migas harus meninggalkan pekerjaan rumah yang seperti itu, belum lagi angka kemiskinan yang bertahan di kabupaten kota yg dulunya di juluki Petro Dollar tambah Machfud.

Sejarah mencatat PT Arun NGL pada saat masa jayanya menjadi salah satu pengeskpor gas terbesar di dunia. Eskpor perdana LNG dilakukan 14 Oktober 1978 dan ekspor terakhir 15 Oktober 2014.

Artinya selama sekitar 36 tahun PT Arun menginjakkan kaki di bumi Aceh, ungkap Machfud Azhari Demisioner Himep fe yang juga tercatat sebagai mahasiswa jurusan Ekonomi pembangunan.

Alternatif baru.

Muncul wacana baru yang mengejutkan bahwasanya arun yang dulunya memproduksi gas Cair kini beralih fungsi menjadi terminal gas. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah Aceh di tingkat 1 dan tingkat 2.

Walaupun dulunya arun bergerak di pasar internasional dan sekarang di pasar domestik, moment ini harus di manfaatkan pemerintah sebagai alternative baru menjadikan kabupaten Aceh Utara dan lhokseuseumawe sebagai kota petro dolar kembali, mohon Machfud.

Machfud Azhari sebagai salah seorang anak muda Aceh dan tercatat sebagai mahasiswa jurusan Ekonomi pembangunan kepada mengungkapkan Moment alih fungsi menjadi Terminal gas harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dan juga para stake holder terutama sekali yang ada di Aceh, hal ini tentu menjadi pelajaran berharga setelah berakhirnya arun jilid pertama.

Dengan dijadikannya terminal gas pemerintah dan stake holder bisa menghidupkan kembali industri industri yang pada gilirannya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat, maka pelajaran Arun jilid pertama harus menjadi pendidkan berharga bagi kita semua, lanjut Machfud.

Sudah saatnya kita bangkit dari keterpurukan dengan membangun kembali industry strategis untuk mengembalikan kejayaan di beberpa tahun silam ujar Machfud dalam rilisnya pada media ini.(Tarmizi A.Gani)

Check Also

Keluar Dari Wilayah Kontrak Kerja, PT Vale Bayar Denda ke Negara Rp 5 M

Lutim, sidaknews.com – Penyerahan uang sebesar Rp 5 Milyar dari PT Vale Indonesia kepada Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *