Selasa , 23 Mei 2017
Home » Berita Foto » Awas Marak Agen Calon Tenaga Kerja Palsu di Karawang

Awas Marak Agen Calon Tenaga Kerja Palsu di Karawang

Ilustrasi: Tenaga Kerja Indonesia (TKI)
Ilustrasi: Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

KARAWANG,Sidaknews.com – Bagi para pencari kerja (pencaker) nampaknya harus lebih berhati-hati lagi menerima tawaran seseorang/yayasan yang mengaku bisa menyalurkan masuk ke perusahaan tertentu dengan diwajibkan menyetor sejumlah uang dengan nominal yang telah ditentukan.

Akhir-akhir ini tidak sedikit korban penipuan oleh seseorang yang mengatasnamakan yayasan mengaku bisa menyalurkan calon tenaga kerja khususnya di kawasan Karawang.

KD (19) ini misalnya,ia ditipu oleh seseorang yang mengaku dari yayasan penyalur tenaga kerja.Ia kenal pria yang mengaku asal Kecamatan Karawang Timur itu sekitar empat bulan lalu.

Dalam perkenalan saat itu,ia ditawari oleh laki-laki penipu itu bisa memasukkan dirinya ke salah satu perusahaan otomotif di kawasan industri di Karawang.KD yang baru lulus SMA tentu saja tertarik dengan tawaran tersebut.

Namun selain dipinta persyaratan berupa surat lamaran lengkap,oleh pelaku, KD juga dipinta sejumlah uang dengan nominal hampir Rp 5 Juta.Lantas saat itu KD menyerahkan lamaran dan memberikan uang muka sebesar Rp 2,5 Juta kepada pelaku.

“Saat itu pelaku janji paling lama dua minggu akan ada panggilan,tapi sekarang sudah empat bulan saya tidak dipanggil kerja,” ujarnya.

Karena tak kunjung mendapatkan panggilan kerja,sebulan usai memberikan lamaran dan sejumlah uang,KD kembali menguhubungi pelaku untuk meminta kejelasan termasuk meminta dikembalikan uang jika memang pekerjaan yang dijanjikan tidak ada.Namun kata dia,pelaku malah terus menunda-nunda dan meminta dirinya untuk terus bersabar dan menunggu panggilan kerja.

“Sekarang sudah tiga bulan lebih,saya minta uang saya kembali.Tadi saya datang ke rumahnya dia janji mau bayar dalam waktu dekat,” katanya.

Meski belum berniat melaporkan kejadian ini ke Mapolres Karawang,namun akibat kejadian ini,KD berharap agar kejadian serupa tidak terjadi menimpa orang lain.Karena menurut dia,para penipu ini memanfaatkan situasi di tengah sulitnya mencari pekerjaan.

Mereka mengincar atau menjebak korbannya yang tertarik dan mengajukan surat lamaran, para pencari kerja itu diminta sejumlah uang untuk memenuhi biaya administrasi. Dalihnya, untuk jaminan sebelum mereka ditempatkan, jumlah uang yang diminta pun bukan main nominalnya.(karla)

 

Check Also

Jelang Ramadhan, Rumah Makan dan Tempat Hiburan di Bintan Ditertibkan

Bintan, sidaknews.com – Memasuki bulan suci Ramadan pemerintah daerah (Pemkab) Kabupaten Bintan. Satuan Polisi Pamong …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *