Senin , 27 Maret 2017
Home » Kepri » Batam » Bahasa dan Budaya Dapat Menjadi “Penghalang” MEA

Bahasa dan Budaya Dapat Menjadi “Penghalang” MEA

AJANGF 1st ASEAN Public Relations Summit di Hotel Harris, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/2/2015).
AJANGF 1st ASEAN Public Relations Summit di Hotel Harris, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/2/2015).

BATAM,Sidaknews.com – Perdagangan dan lapangan pekerjaan akan terbuka lebar saat Masyarakat Ekonomi ASEAN berlangsung. Kendati demikian, bukan berarti barang, jasa, atau tenaga kerja dari Indonesia mudah dikonsumsi oleh negara lain anggota ASEAN.

“Terutama perihal penerimaan tenaga kerja berkeahlian, salah satunya seperti public relations (tenaga hubungan masyarakat).Jika ingin berkarier di luar negeri, masih ada sejumlah faktor yang seolah masih menjadi penghalang bagi tenaga humas,” ucap Managing Director Red Shoe Communication Singapura, Kathy O Brien saat menyampaikan materi pada ajang 1st ASEAN Public Relations Summit, di Hotel Harris, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/2/2015).

Dia menyebutkan, penghalang bagi karier tenaga humas, yakni bahasa, dialek, adat istiadat, budaya, serta perilaku masyarakat pada negara bersangkutan. Apalagi pada setiap negara, ada dua karakteristik warga,
perkotaan dan pedesaan (suburban/rural).

Bahasa dan budaya, tutur dia, menjadi tantangan tenaga humas dalam MEA. Apabila tidak mampu menguasai aspek tersebut, peluang karier yang bersangkutan akan terhambat.

Rekomendasi agar mampu menangkap peluang keterbukaan lapangan kerja cakupan ASEAN, ucap Kathy, humas wajib mempelajari kriteria masyarakat ASEAN secara spesifik. “Juga pegang teguh kode etik humas,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Freddy H. Tulung mengamanatkan, Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi momentum bagi praktisi humas untuk mengubah pola pikir.

“Jangan lagi hanya berpikiran meraih peluang internal dalam negeri, tetapi mulai mengincar posisi pada cakupan lebih luas,” katanya.

Peluang karier bagi praktisi humas, ucap Freddy, tetap berada di Indonesia. Merujuk data rilis ASEAN Business Outlook Survey 2015, masa depan Indonesia menjadi tujuan prioritas pebisnis untuk berekspansi. Menyusul dua negara lain, yakni Vietnam dan Myanmar.

Pendiri ASEAN Public Relations Network, Prita Kemal Gani bertutur, praktisi humas seluruh ASEAN telah menyatukan visi, semangat, serta tujuan.

Dengan demikian, dalam pelaksanaan nanti, asosiasi kehumasan setiap negara anggota ASEAN dalam saling berkolaborangi mengatasi tantangan dan kendala.

Menghadiri 1st Public Relations Summit, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan merasa terhormat dipercaya sebagai tuan rumah. Sebagai salah satu kota wisata, pihaknya meyakini peluang bagi praktisi humas di Batam sangat
terbuka.

Pada 2014, pihaknya mencatat, 1,4 juta wisatawan mancanegara dan 5 juta domestik berkunjung ke Batam. Tingkat kunjungan wisatawan tergolong tinggi, sehingga memungkinkan investor berdatangan ke Batam.

“Peluang bagi praktisi humas, serta lulusan baru di Batam semakin banyak. Akan tetapi, saat MEA berlangsung, kondisi itu berlaku pula bagi praktisi asal luar negeri, bukan hanya Indonesia,” tutur dia.
(sumber:pikiran rakyat)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Check Also

Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyerahkan trophy dan bantuan pembinaan kepada Joki dan kuda pemenang

Kualitas Pacuan Kuda Tradisional Gayo akan Terus Ditingkatkan

Takengon, sidaknews.com – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kualitas pacuan kuda tradisional Gayo akan terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>