Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Banjir Sei Padang Meluas, Anak dan Manula Dievakuasi

Banjir Sei Padang Meluas, Anak dan Manula Dievakuasi

Keterangan gambar : EVAKUASI “Seorang nenek dan anak di evakuasi ke tempat yang lebih tinggi oleh keluarganya, agar tidak menjadi korban akibat meluapnya Sungai Padang yang merendam ratusan rumah di kota Tebingtinggi”.
Keterangan gambar :
EVAKUASI “Seorang nenek dan anak di evakuasi ke tempat yang lebih tinggi oleh keluarganya, agar tidak menjadi korban akibat meluapnya Sungai Padang yang merendam ratusan rumah di kota Tebingtinggi”.

Tebingtinggi,Sidaknews.com – Banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Padang di Kota Tebingtinggi kembali merendam ratusan rumah di tiga kecamatan di kota itu, masing-masing Kecamatan Tebingtinggi Kota, Rambutan dan Kecamatan Bajenis, Jumat sore (9/1).

Bahkan akibat banjir yang makin meluas di sejumlah titik lokasi, beberapa anak-anak dan orang tua mulai dievakuasi oleh keluarga masing masing seperti yang terlihat di lingkungan satu Kelurahan Bandar Utama Kecamatan Tebingtinggi Kota.

Seorang nenek dan seorang anak di evakuasi oleh keluarganya dari dalam rumah karena banjir semakin tinggi. Sementara posko pengungsian dan kesehaatan belum ada terlihat, walaupun warga sudah tiga hari berturut-turut mengalami kebanjiran.

Menurut Bambang, salah seorang warga di Kelurahan Bandar Utama, kedalaman air saat ini sudah mencapai satu meter. “Banjir hari ini lebih tinggi dari sebelumnya, jadi kami terpaksa mengungsikan sendiri orang-orang tua dan anak-anak kami demi keselamatan mereka, sedangkan kami lebih memilih menunggu dilokasi rumah yang terendam banjir”, ujar Bambang.

Pantauan dilapangan, hingga Jumat sore (9/1), belum ada terlihat tindakan apapun dari pemerintah kota khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dilokasi banjir, sehingga warga lebih memilih melakukan sendiri tindakan evakuasi demi keselamatan mereka. Warga berharap agar pemerintah segera turun ke lokasi, selain untuk melihat kondisi banjir, juga supaya mendirikan posko-posko pengungsian dan posko kesehatan.

Kepala BPBD Kota Tebingtinggi Drs Wahid Sitorus ketika dikonfirmasi wartawan mengaku, hingga kini pihaknya masih dalam tahap terus memantau ketinggian debit air Sungai Padang yang meluap. “Berdasarkan pantauan, hingga saat ini ketinggian air banjir sudah mulai surut sekitar 50 centimeter, kita masih melihat perkembangannya dulu, kalau sampai nanti malam air masih tinggi, baru disalurkan bantuan sesuai yang dibutuhkan warga”, jelasnya.

Diakui bahwa pihak BPBD merasa belum perlu mendirikan posko pengungsian karena warga cenderung memilih mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga yang lokasinya lebih tinggi dan tidak terjangkau banjir. “Pihak BPBD saat ini masih dalam kondisi standbay, karena belum ada permintaan pendirian posko pengungsian dari pihak kelurahan makanya kita belum ada mendirikan posko”, katanya.

Sedangkan terkait jumlah rumah yang terendam banjir, Wahid Sitorus mengaku baru menerima laporan dari tiga kelurahan. “Sementara ini kami baru menerima laporan dari tiga kelurahan, di kelurahan Bandar Utama sebanyak 315 rumah yang terendam banjir, di Badak Bejuang 35 rumah dan di Kelurahan Bulian sekitar 100 rumah. Kami masih terus memantau perkembangan banjir di awal tahun 2015 ini”, terangnya.

Hingga berita ini dikirim, diprediksi banjir kiriman akibat meluapnya Sungai Padang ini masih akan terus berlangsung, karena curah hujan di hulu sungai padang terpantau masih tinggi. (Wan)

Check Also

Bupati Soekirman: Dengan Xpansi Kita Tunjukkan Kepedulian Pada Dunia Pendidikan dan Kelestarian Alam

*Pemkab Sergai Gelar Kegiatan Xpansi, Sergai, sidaknews.com – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *