Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Bank Mega, Silahkan nasabah menggugat ke Pengadilan

Bank Mega, Silahkan nasabah menggugat ke Pengadilan

Bank Mega, Silahkan nasabah menggugat ke Pengadilan
Ormas GIBAS (Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi) Resort Purwakarta Saat diterima oleh Perwakilan Bank Mega Pusat Cuncun Ramlan.

Purwakarta,Sidaknews.com – Ormas GIBAS (Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi) Resort Purwakarta yang melakukan Unjuk Rasa di Bank Mega Purwakarta Jumat (16/5) diminta oleh Pihak Bank Mega untuk menggugat ke Pengadilan Negeri.

Jika merasa Nasabah Bank Mega Ratna Yulianti Wulan yang didampingi oleh Ormas GIBAS merasa Keberatan atas keputusan Pengadilan dan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Purwakarta karena keberatan atas Proses Eksekusi Lahan seluas 1022 M2.

Demikian dikatakan Perwakilan Bank Mega Pusat Cuncun Ramlan ketika menerima Perwakilan Ormas GIBAS yang mendampingi Ratna di Bank Mega Purwakarta Jumat (16/5)

“Kami tidak mau membahas yang kebelakang, yang jelas kalau GIBAS maupun Bu Ratna sebagai Debitur Bank Mega merasa keberatan atas Eksekusi tersebut silahkan mengajukan keberatan atau gugatan ke Pengadilan, karena Bank Mega telah melakukan prosedur sesuai dengan aturan, jadi benar atau tidaknya nanti Bank Mega keputusan di Pengadilan”ujarnya

Sempat terjadi bersitegang antara Ketua GIBAS Resort Purwakarta Hari Kristiawan dengan Pihak Bank Mega namun hal itu dapat dimediasi oleh Kabag Ops Mapolres Purwakarta Kompol Ridwan sehingga ketegangan dapat dihindarkan.

“Nasabah ini merupakan Peminjam dari UKM (Usaha Kecil Menengah) dari Bank Mega, kalapun nasabah tersebut pailit seharusnya bisa dibantu, bukan langsung melakukan eksekusi, kan ada aturannya, ini kan program pemerintah”ujar Hari ketika ditemui

“Arogansi Bank Mega hari ini terlihat, masyarakat juga nanti akan berpikir bila melakukan peminjaman ke Bank Mega, karena proses pelelangan sendiri kami duga penuh dengan unsur kepentingan, kan aneh ketika Risalah lelang dilakukan di Bank Mega, seharusnya kan Melalui KPKNL”terangnya

“Begitu juga di Pengadilan Negeri seharusnya harus benar-benar dipelajari proses ketetapan Eksekusinya karena kami juga masih melakukan tahap Banding di Pengadilan Tinggi, artinya eksekusi tidak harus dilakukan, dugaan Konspirasi oknum yang berkepentingan pun semakin kental, dan yang lebih penting pengadilan tidak menetapkan siapa pemenangnya, dan kami akan terus mengawal permasalahan ini”tegas Hari

Ratusan anggota GIBAS yang melakukan aksi unjuk rasa terhadap Bank Mega, KPKNL dan Pengadilan Negeri membuat kamacetan yang panjang, namun GIBAS yang tidak bisa menemui Ketua Pengadilan Negeri akan kembali menemui Ketua Pengadilan Negeri Purwakarta Pekan Depan.(Adi Tarigan)

Check Also

Desa Paya Bujok Beuramoe Khitan Anak Kurang Mampu

Langsa, sidaknews.com – Sedikitnya 20 orang anak dari keluarga yang kurang mampu di desa Paya …

2 comments

  1. ikutan coment deh klo masalh debitur Vs Bank mega,sy sudah 2 x menggugat bank mega terkait masalah eksekusi hak tanggungan oleh bank mega,secara mekanisme aturan bank mega itu super parah,ada debitur sisa hutang tinggal 30 jt pinjaman 150 jt dan dan debitur telah melakukan pembayaran 192 jt ke bank mega selama masa kredit,karena di nyatakan wanprestasi agunan tersebut di lelang 150 jt dan nasabah tidak mendapatkan sisa apa2..! anehnya lagi sudah jelas debitur di posisi yang di rugikan di perparah lagi hakim pengadilan juga tidak ngerti mengenai hukum-hukum uud hak tanggungan dan mekanisme prosedur bank yang banyak menyimpang…..bank yang seperti ini mestinya harus di tutup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *