Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Banyak Oknum Wartawan Sering Peras Kepala Sekolah

Banyak Oknum Wartawan Sering Peras Kepala Sekolah

Foto media dan bukti kwitansi yang diterima oleh oknum wartawan kepada salah satu kepsek di Karawang.
Foto media dan bukti kwitansi yang diterima oleh oknum wartawan kepada salah satu kepsek di Karawang.

KARAWANG,sidaknews.com – Akhir-akhir ini banyak Kepala UPTD SD dan Kepala Sekolah resah karena rutin didatangi oknum wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang sering memeras para kepala sekolah dan kepala UPTD yang ada di lingkungan Disdikpora Karawang.

Salah satunya adalah soal maraknya oknum wartawan dan anggota LSM yang menjual paksa buku,kalender,dan benda lain dengan harga yang fantastis.

“Perlu diketahui kang,banyak oknum yang menjual paksa buku,kalender yang harganya satu buku bisa mencapai Rp 350 ribu, dan mereka menjual paksa dengan menyodorkan kwitansi, dan pembelian itu tidak bisa dicantumkan di SPJ BOS,” ujar Kepala UPTD SD/PAUD yang meminta namanya disembunyikan saat berbincang diruang kerjanya.

Hampir kebanyakan guru-guru dan kepala sekolah terutama di daerah pedesaan kata dia,sudah lama resah, takut dan khawatir sepanjang hari, akibat terlalu seringnya mereka didatangi oknum wartawan dan LSM yang selalu minta uang dengan cara memaksa.

“Kami akhirnya terus menghindar, namun kami juga didatangi di rumah,” kata laki-laki berbadan gemuk ini.

Bukti pembayaranDi sisi lain, kata dia, banyak juga oknum LSM yang mengaku berasal dari Jakarta menjual kalender atau peta secara paksa.

“Kami disuruh membeli peta Indonesia seharga Rp 200 ribu per lembar dan itu harus dibeli sebanyak 5 eksamplar,” ungkapnya.

Sampai detik ini, kepala sekolah dan guru-guru SD di Karawang lanjut dia, belum menemukan jalan ke luarnya, agar mereka terbebas dari teror para oknum wartawan dan LSM yang selalu minta uang yang nilainya ditentukan.

Hal seperti ini juga pernah dialami oleh salah satu kepala sekolah di Purwasari yang juga Ketua PGRI Cabang Purwasari Hasanudin. Beberapa waktu lalu ia didatangi oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan media nasional yang memaksa kepada dirinya untuk menunjukan RAB bangunan yang sedang berjalan di sekolahnya.

Berbeda dengan kepsek lain, Hasan justru memberikan perlawanan kepada oknum tersebut. Bukan tanpa alasan, justru kata Hasan laki-laki yang hampir seluruhnya berbadan tegap ini terlihat kurang sopan saat berkunjung lke sekolah. Bahkan pertanyaan soal RAB itu adalah pertanyaan yang ditujukan hanya sekedar untuk menakut-nakuti dirinya saja.

“Ya saya jawab silahkan saja periksa bangunan ini, kalau perlu tulis saja di media anda biar saya terkenal,” ujar Hasan.

Sebenarnya kata Hasan, ia selaku kepala sekolah akan bertindak baik jika saja oknum tersebut berlaku sopan ke sekolah.Karena bagaimanapun sekolah adalah tempatnya orang-orang terdidik yang juga harus dihormati.

Dan yang lebih parah,kata Hasan,selain bersikap tidak sopan para oknum ini meminta nominal uang yang sudah mereka tentukan.Sehingga dengan terpaksa ia harus mengusir beberapa orang tersebut karena sudah bersikap seperti bukan seorang jurnalis.(karla)

Check Also

Pertahanan Semesta Membangun Kemanunggalan TNI-RAKYAT

Lhokseumawe, sidaknews.com – TNI merupakan alat pertahanan Negara untuk mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *