Home » Berita Foto » BATAM AKAN MENGALAMI KRISIS BBM BERKEPANJANGAN

BATAM AKAN MENGALAMI KRISIS BBM BERKEPANJANGAN

penimbunan-solarBATAM, sidaknews.com-Maraknya mafia minyak di setiap SPBU ,bersubsidi sampai saat ini belum mendapat tanggapan serius dari aparat penegak hukum Polda kepri .Para mafia ini terang-terangan menjalankan aksinya dengan menggunakan mobil tangki yang telah di modifikasi sampai muatan 3 ton.

Selama ini pihak kepolisian telah banyak melakukan penangkapan terhadap mobil pelangsir solar dan serta pelakunya seakan-akan tebang pilih untuk di proses secara hukum.Terlihat jajaran di kepolisian Polda Kepri terkesan setengah hati untuk menindaknya. Mesti banyak media sudah menyorotinya ,seakan- akan penegak hukum di kepri telah di bungkam dan tidak berkutik.

Banyak SPBU di Batam yang menjadi langganan para pelangsir solar salah satunya SPBU yang berada di seputaran jodoh ,Batu Aji,Nongsa dan Batu Aji.Tidak heran lagi jika mobil pertamina mendistribusikan BBM tersebut langsung cepat habis.Bahkan pantauan awak media ini sempat terjadi antrian yang panjang sampai sebagian besar para sopir merasa kecewa kepada pihak pengawas telah mengindahkan arahan dan aturan yang di terapkan Pertamina.

Andi sopir lori yang antri merasa kesal dengan sikap menejemen SPBU Batu Jodoh ,telah melayani pembelian melalui mobil tangki yang telah di modifikasi.Saya melihat untuk pengisian satu mobil bisa memakan waktu sampai setengah jam .Sehingga solar yang berada di SPBU ,akan cepat terkuras dan merugikan masyarakat banyak apalagi para sopir angkutan umum..Saya berharap jika pemerintah tidak segera cepat menyikapinya akan mengakibatkan kelangkaan dan kekosongan BBM solar apalagi menjelang lebaran.Sudah terlihat di beberapa SPBU terjadi kekosongan Solar.

Bahkan jika ke beradaan solar di ketahui di SPBU sudah pasti akan mengakibatkan antrian panjang sampai mengganggu pengguna jalan.Diminta kepada pihak Kepolisian dan Pertamina agar segera menempatkan petugas di setiap SPBU dalam melakukan pengawasan.Jika hal ini di lakukan sudah pasti para mafia solar paling tidak berkurang sehingga tidak membuat kelangkaan BBM solar maupun bensin di SPBU.Sudah sepatutnya pejabat  Wali kota maupun Gubernur Kepri melakukan sidak infeksi mendadak ke setiap SPBU agar membuat efek jera terhadap pelansir BBM bersubsidi.

Pantauan media ini aparat penegak hukum terkesan tebang pilih untuk menindak Gudang minyak ilegal.Terlihat dalam satu pekan ini pihak Polresta Barelang telah menggerebek gudang minyak di Daerah Tanjung Gundap dan barang bukti tersebut telah di amankan di Polresta Barelang.Sementara gudang lainnya di biarkan begitu saja ,seperti gudang penimbunan minyak di Kavling Melcem sampai saat ini tidak tersentuh hukum,bahkan imformasi yang di terima media ini bahwa pemilik telah pernah di panggil di Polresta Barelang tetapi sampai saat ini aktifitas kegiatannya mulai dari cucian Batu Ampar (kencingan mobil) sampai kegudang tersebut masih melakukan kegiatan.

Lalu siapa sebenarnya oknum yang membekingi usaha ini sehingga penegak hukum di bungkam.Sama juga gudang minyak daerah Pantai Stress Batu Ampar,di duga milik salah satu oknum,sampai saat ini masih melakukan kegiatan rutinitas sebagai penampung dari mobil kencingan .Gudang minyak jalan setamiang Batu Aji ,Terlihat mobil antri di sepanjang jalan di sekitar gudang masih terlihat lalu lalang ,di duga gudang tersebut tidak memiliki ijin.Lalu seperti apakah fungsi aparat penegak hukum diPolda Kepri ini apakah hanya berlaku bagi masyarakat lemah/miskin

Dalam hal ini pihak Pertamina di angap lalai dan gagal dalam pengawasan penyaluran BBM bersubsidi yang patut menjadi tanggungjawabnya.Penyelewengan minyak bersubsidi terjadi di mana-mana bahkan Batam menjadi sorotan negara tetangga lemahnya penegakan hukum di Kepri.Mengingat kota Batam adalah salah satu daerah industri dan daerah wisatawan asing yang kerap di kunjungi dari berbagai manca negara.

Jika memang hukum di Kepri tidak bisa berbuat dan menindak segala perkejolakan yang berkepanjangan sudah saatnya di minta hati yang berbicara.Jangan  mengambil hak  orang miskin ,karena pemerintah Negara Republik Indonesia menganggarkan  minyak bersubsidi bagi masyarakat golongan tidak mampu.Sudah sepatutnya pemerintah pusat perduli kedaerah ,dan memasang kacang matanya, berbicara dan menyikapi permasalahan  ,dan membuat kebijakan dan perubahan hukum agar hak masyarakat tidak di rampas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.Reinhad

Check Also

Wabup Sergai Darma Wijaya melantik dan mengukuhkan sebanyak 149 Pejabat Administrator Eselon III di lingkungan Pemkab Sergai bertempat di Aula Sultan Serdang kompleks Kantor Bupati di Sei Rampah, Kamis (19/1).

Wabup Sergai Kukuhkan dan Lantik 149 Pejabat Administrator

*Darma Wijaya: Laksanakan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan dengan penuh tanggung jawab Sergai, sidaknews.com …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>