Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Bayi Kembar Dempet dengan Satu Jantung Lahir di Bintan

Bayi Kembar Dempet dengan Satu Jantung Lahir di Bintan

01-04 des 13 yani 26 ibu bayi kembar siam saat menggendong bayinya yang dempet dibagian pinggangnya2Bintan,Sidaknews.com – Pasangan Iwan Kurniawan (35) dan Yani (26) tak kuasa membendung jatuhnya butiran bening yang menggantung di kedua bola mata mereka.

Meski menangis, namun keduanya mengaku sangat bahagia, mendapat anugerah terindah dari Allah SWT berupa sepasang putri jelita.

Yani, warga Kampung Bangun Rejo Km 18 Kijang, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan itu, baru saja melahirkan dua anak perempuan pada 29 Oktober lalu di RSUD Kijang, Bintan sekitar pukul 11.00 WIB. Dua putri cantik itu terlahir kembar. Dengan demikian, pasangan Iwan dan Yani sekarang memiliki tiga anak setelah si sulung berusia 4,5 tahun.

Hanya saja, kuasa Tuhan tak bisa dilawan. Kedua bayi mungil tersebut lahir dengan kondisi tubuh mengalami dempet di bagian pinggang. Keduanya juga hanya mempunyai tiga kaki dimana salah satunya tidak aktif. Bukan cuma itu, berdasar catatan rumah sakit, dua putri cantik itu juga hanya memiliki satu jantung, satu usus halus dan satu hati.

Ditemui di kediamannya, Selasa (3/12), Iwan dengan tegar berujar, dirinya sangat bahagia anak kembarnya serta istri tercinta selamat dalam proses persalinan. Kedua bayi yang lahir dengan berat 4 kilogram tersebut lantas diberinya nama Alputri Anugrah dan Alputri Dewi Ningsih.

“Saat itu, perasaan saya senang dan bahagia dengan kelahiran anak kedua kami. Walaupun kondisi putri kami tidak seutuhnya kami percaya ini adalah pemberian yang terbaik dari Allah SWT. Siapa yang mau anaknya seperti ini, tetapi kami mendapatkan kepercayaan ini, jelas saya terima dengan ikhlas sepenuh hati,” kata Iwan seraya tersenyum.

Pengakuan Iwan, saat hamil istrinya tidak merasakan hal-hal yang aneh. Sama seperti saat mengandung anak pertamanya, Yani juga menjalani masa-masa kehamilan seperti yang pernah dialaminya.

Dia menuturkan, sebulan lepas istrinya melahirkan di RSUD Kijang, Yani kemudian dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) di Tanjungpinang untuk mendapatkan perawatan medis lebih maksimal lagi. Lalu, setelah dirawat di RSAL selama dua hari, bayi kembarnya dirujuk ke RS Awal Bros di Batam. Setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga Tim dokter RS tersebut menawarkan untuk dilakukan operasi kepada bayi kembarnya.

Iwan mengaku, dari awal persalinan hingga perawatan di rumah sakit, keluarganya mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bintan.

“Dari awal Pemerintah Kabupaten Bintan terus mendampingi kami, dari segi biaya dan hingga saat ini pihak Dinas Kesehatan Bintan juga selalu berkomunikasi dengan saya mempertanyakan keadaan kesehatan bayi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak RS Awal Bros untuk mengenai dilakukan operasi. Tapi pihak RS Awal Bros belum dapat melakukan operasi sebelum usia bayi kami di atas enam bulan,” katanya.

Saat ini, kedua bayi beserta ibunya, telah dipulangkan oleh pihak RS Awal Bros ke Bintan. Kondisi bayi dan ibunya telah dinyatakan sehat. Hanya saja, muncul kendala, Iwan tak sanggup memenuhi kebutuhan untuk biaya perawatan istri dan dua anaknya itu.

“Saya sekarang masih nganggur, belum dapat kerja. Memang pemerintah membantu biaya kami tetapi hanya sebatas di rumah sakit, lebihnya kami belum mendapatkan bantuan. Saat ini saya dan keluarga memang membutuhkan biaya perawatan dan asupan sibayi. Saya berharap baik pemerintah maupun ada seseorang yang mau memberikan bantuan kepada bayi kembar kami. Selain itu juga Iwan berharap, kedua bayi nantinya bisa selamat dan hidup normal,” harap Iwan.

Kediaman Iwan dari gerbang jalan utama hinga kerumahnya lebih kurang sejauh satu kilometer masuk kedalam. kemudian masuk ke dalam gang. Paling ujung dengan besar rumahnya diameter 5×3 meter dengan ruangan hanya satu kamar ditambah satu ruangan kamar mandi. Selain itu, bertembok dari atap asbes dan beratapkan seng. Pondok itu dibuat oleh Ketua RT 3 RW 2 setempat, Mulyadi dikarenakan Iwan merupakan pekerja yang membantu di kebun.

Mulyadi, Ketua RT 3 RW 2 setempat mengatakan, Iwan saat ini bekerja dengannya, mengolah lahan perkebunan. Namun, saat ini tanaman berupa sayur-sayuran masih kecil belum dapat dipanen. Sementara Iwan membutuhkan biaya perawatan bayi kembar siam ini.

“Pondok itu saat ini memang ditempati Iwan sekeluarga. Kalau dilihat kondisinya yang juga bersebelahan dengan kandang ayam sangat memperihatinkan, tetapi mau gimana lagi, hanya itu yang bisa ditempatinya walaupun memang tidak baik untuk bayi kembar yang mengalami seperti itu. Tetapi Iwan memilih di situ dari pada harus mengontrak rumah lagi sedangkan dia tak memiliki pekerjaan tetap,” jelasnya.

Kata Mulyadi, warga setempat telah berupaya melakukan penggalangan dana untuk membantu kesusahan keluarga Iwan saat ini. Kekompakan warga dengan menyuport memberikan semangat kepada Iwan untuk terus berusaha yang terbaik terus dilakukan, tampak sesekali warga berkunjung untuk mempastikan keadaan bayi kembar malang tersebut.

“Kami berharap, pemerintah dapat membantu hinga tuntas hingga benar-benar sehat. Saya harap bayi dan istri Iwan dapat terus dirawat di rumah sakit hingga dapat dimungkin untuk operasi. Setelah bayi kembar ini pulang ke rumahnya, pemerintah belum lagi kembali untuk memberikan bantuan. Terpaksa kita undang rekan-rekan media untuk dapat membantu informasikan masalah keluarga ini. Iwan dan bayinya sangat membutuhkan bantuan agar bisa merawat bayi kembarnya dengan sehat,” ujar Mulyadi.sumber.(HK)

Check Also

Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah melantik dan mengukuhkan seluruh Kepala sekolah Menengah Atas (SMA), SMK dan juga Sekolah Khusus di jajaran Dinas Pendidikan Aceh dalam kegiatan yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin (27/3/17).

Gubernur Aceh Kukuhkan 664 Kepala SMA/SMK

Banda Aceh, sidaknews.com – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah mengukuhkan sebanyak 664 Kepala SMA, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>