Home » Berita Foto » BC Berhasil Gagalkan Penyelundupan Barang Tanpa Dokumen Kepabeanan

BC Berhasil Gagalkan Penyelundupan Barang Tanpa Dokumen Kepabeanan

Nangkok, saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan
Nangkok, saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan

TG.PINANG, sidaknews.com – Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tanjungpinang, melakukan konferensi pers terkait hasil tangkapan terhadap barang-barang yang tidak lengkap dekumen kepabeanan, Kamis (25/7). Adapun barang hasil tangkapan tersebut berupa Bawang Merah, Handphone, Mesin Motor Bekas dan Sex toys.

Pada tanggal 14 Juli 2013 Petugas Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan terhadap sebuah truk sarat muatan di pelabuhan ASDP Tanjung Uban yang membawa barang dari kota Batam. Setelah dilakukan pemeriksaaan terdapat muatan berupa bawang merah yang tidak termasuk dalam dekumen pemberitahuan pabean untuk barang yang berasal dari kawasan bebas (PPFTZ-01). Atas hal tersebut petugas melakukan penyitaan terhadap 298 karung bawang merah atau setara dengan 3 ton bawang merah.

Tanggal 23 Juli 2013 kembali petugas patroli Bea dan Cukai di perairan Telaga Punggur melakukan pemeriksaan terhadap muatan KM Cahaya Poleang yang membawa barang dari Kawasan Bebas Batam, pada saat pemeriksaan muatan kapal ditemui bawang merah dan bawah putih yang tidak dilengkapi dekumen PPFTZ-01. Barang-barang hasil tangkapan tersebut dibawa ke Tanjungpinang dengan untuk proses lanjut. Dari hasil penangkapan tersebut terdapat bawang merah sebanyak 1.936 karung dan bawang putih sebanyak 60 karung atau setara dengan 6 ton.

Sesuai dengan Menteri Keuangan No. 47/PMK.04/2012 tertanggal 10 Maret 2012 tentang Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang Ke dan Dari Kawasan Yang Ditetatpkan Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan Pembebansan Bea harus dilengkapi dengan dekumen PPFTZ-01.

Selain itu petugas Bea dan Cukai Tanjungpinang yang bertugas di Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah berhasil mengagalkan penyeludupan terhadap 41 unit telepon gengam (handphone) berbagai merek yang dibawa oleh penumpang Lion Air, dari hasil penyelidikan barang-barang tersebut berasal dari kawasan FTZ Batam.

Pada tanggal 12 Juli 2013 petugas Bea dan Cukai di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura berhasil mengagalkan penyeludupan 1 (satu) unit Mesin Sepeda Motor Bekas yang berasal dari Malaysia, yang menggunakan ferry MV. Marina Syahputra,berselang beberapa hari kemudian tepatnya 23 Juli 2013 kembali petugas melakukan penangkapan terhadap 1 (satu) unit Mesin Sepeda Motor Bekas dari penumpang yang turun dari ferry MV. Sentosa dari Malaysia.

Selanjutnya petugas Bea dan Cukai Tanjungpinang melakukan pemeriksaan terhadap barang kiriman pos yang diberitahukan Toys, ternyata setelah diperiksa barang tersebut adalah 1 (satu) unit Sex Toys. Sex Toys merupakan barang yang termasuk katagori barang larangan yang termasuk dalam undang-undang pornografi.

Hasil penangkapan terhadap semua barang yang tidak dilengkapi dokumen, diamankan dan disimpan di gudang tangkapan P2 Tanjungpinang,  untuk dilakukan penyidikan sesuai peraturan berlaku.

Terkait barang-barang illegal tersebut, Nangkok Pasaribu, Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang, belum bisa menjelaskan, sangsi apa yang akan diterapkan terhadap barang tangkapan tersebut, apakah dimusnahkan atau dilelang.

Nangkok menuturkan, “belum bisa dijelaskan, karena belum disidik. Yang jelas kita akan melakukan penyidikan sesuai peraturan undang-undang yang berlaku, ujar Nangkok kepada sejumlah wartawan. Masih menurut Nangkok, kerugian Negara diperkirakan mencapai sekitar 200 juta rupiah akibat penyelundupan barang illegal tersebut.

Sementara itu, Humas Lembaga Perlindungan Komsumen Swadaya Masyarakat (LPK-SM) Kota Tanjungpinang, Djoko P, mengharapkan barang hasil tangkapan seperti bawang merah dan bawang putih sebaiknya dilelang saja, karena kebutuhan terhadap bawang menjelang hari raya idul fitri meningkat, sedangkan pasokan bawang dipasaran sudah mulai langka.

“Kita mengharapkan kepada pihak yang berkompeten untuk tidak memusnahkan barang tangkapan terutama bawang merah dan bawang putih, karena harga kedua barang tersebut sudah mulai langka dipasaran, apalagi kini menjelang lebaran, kebutuhan bawang makin meningkat,” ujar Djoko. (redaksi)

Check Also

kepala badan Baitul Mal Kota Langsa, Alamsyah Abubakardin (pakai peci hitam) mengecek rumah bantuan pimpinan dayah Darul Huda yang sedang dikerjakan.

Baitul Mal Bangun Rumah Pimpinan Dayah Darul Huda

Langsa, sidaknews.com – Tgk Muhammad Nasir selaku pimpinan dayah Darul Huda cabang Abu Ali atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>