Kamis , 17 Agustus 2017
Home » Berita Foto » BC Tanjungpinang Tegah Sabu Rp 7,4 Miliar

BC Tanjungpinang Tegah Sabu Rp 7,4 Miliar

Keterangan Foto: EH (20) pelaku kasus upaya penyelundupan sabu dari Malaysia dan barang bukti ketika diperlihatkan pihak BC Tanjungpinang kepada awak media, Sabtu (10/1). Foto: Rindu Sianipar
Keterangan Foto: EH (20) pelaku kasus upaya penyelundupan sabu dari Malaysia dan barang bukti ketika diperlihatkan pihak BC Tanjungpinang kepada awak media, Sabtu (10/1). Foto: Rindu Sianipar.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tanjungpinang kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 2,496 gram yang bernilai sekitar Rp 7,4 miliar, Jumat (9/1) kemarin.

Selain mengamankan barang bukti narkotika, pihak BC Tanjungpinang juga mengamankan seorang pemuda asal Batam yang diduga sebagai kurir narkoba berinisial EH (20).

“Pelaku yang tertangkap merupakan kurir. Dari pengakuan pelaku, ia dikendalikan seseorang berinisial R,” kata Kepala KPPBC Tanjungpinang, Hilman Satria saat menggelar jumpa pers terkait kasus narkotika tersebut di kantornya, Sabtu (10/1).

Berikut kronologis upaya penyelundupan narkoba jenis sabu yang diduga asal Malaysia tersebut versi BC: Pada hari Jumat, 9 Januari 2015 sekitar pukul 19.15 Wib MV Marina Syahputra tiba di terminal Ferry Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang dari pelabuhan Stulang Laut Malaysia.

Selanjutnya, petugas BC melakukan pengawasan terhadap penumpang yang baru saja turun dari ferry tersebut.

Sabu33“Seperti biasa, petugas melakukan pengawasan terhadap semua penumpang termasuk barang bawaannya,” kata Hilman.

Kemudian, lanjut dia, petugas mulai meningkatkan pengawasan terhadap seorang penumpang yang gerak-geriknya mencurigakan saat mengisi dan menyerahkan custom decleration.

“Saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang penumpang berupa tas ransel warna hijau tersebut di mesin X-Ray terindikasi barang yang mencurigakan,” tukas Hilman.

Atas kecurigaan tersebut, kemudian petugas meminta izin kepada pemilik barang (pelaku EH) untuk pemeriksaan lebih intensif pada barang bawaan tersebut.

sabu111“Ketika itu, petugas juga meminta paspor pelaku dan menanyakan isi barang bawaannya,” ujar Hilman.

Setelah diberi izin sama pelaku, petugas melakukan pemeriksaan pada tas hijau tersebut dan petugas menemukan sebuah bungkusan yang berisi kristal warna putih yang dimasukkan ke sebuah kaleng roti yang masih bersegel.

“Untuk mengelabui petugas, di atas barang bukti sabu tersebut diisi beberapa bungkusan roti,” ujar Hilman.

Terkait penemuan tersebut, kemudian petugas menggelandang pelaku ke kantor BC yang letaknya tidak jauh dari pelabuhan SBP untuk dilakukan pemeriksaan.

“Saat diperiksa di kantor, kita temukan lagi sebungkus kristal berwarna putih di dalam sepatu tersangka. Semua penemuan tersebut kemudian diuji menggunakan narcotest. Hasilnya, barang bukti dipastikan mengandung zat methamphetamin (sabu),” kata Hilman.

Dari pengakuan sementara pelaku, lanjut Hilman, EH nekat membawa sabu tersebut dari Malaysia karena dijanjikan upah sebesar Rp 25 juta per-kilonya.

“Barang buktinya sekitar 2,5 kilogram. Bayangkan jika ditotal, pelaku bisa dapat upah sekitar Rp 70 juta jika berhasil lolos,” ujar Hilman.

Pelaku juga mengaku jika barang haram tersebut direncanakan akan dibawa ke Jakarta dan diedarkan di sana.

“Semua barang bukti dan pelaku akan diserahkan ke Polres Tanjungpinang untuk penyelidikan lanjut,” tutup Hilman.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 102 huruf e UU nomor 17 tahun 2006 tentang kepabeanan juncto pasal 111 jo 112 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.(Rindu Sianipar).

Check Also

Peringati Hut ke 72 RI, Pawai Obor Kelilingi Kota Takengon 

Takengon, sidaknews.com – Pawai obor semarakkan peringatan hari kemerdekaan ke 72 di Kabupaten Aceh Tengah. Setidaknya lebih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *