Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Bea Cukai Tanjungpinang amankan Sejumlah barang elektronik

Bea Cukai Tanjungpinang amankan Sejumlah barang elektronik

Tampak Petugas Bea dan Cukai
Tampak Petugas Bea dan Cukai sedang memperlihatkan sejumlah barang elektronik dari hasil Penegahan dari salah satu kapal Fery MV.Baruna Mulia.Dok.Sidaknews.com 

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Kantor pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya pabean B Tanjungpinang mengamankan beberapa barang jenis elektronik dan accessories smartphone berbagai merek, notebook, tablet dll dari sebuah kapal very MV Baruna Mulia di pelabuhan Sri Bintan Pura jam 19.00 pada (1/1-2014).

Petugas Seksi Penindakan dan Penyidikan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang telah melakukan beberapa penindakan atas beberapa barang yang dimasukkan ke wilayah Pengawasan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang dari Kawasan Bebas Batam tanpa dilengkapi dengan dokumen Kepabean yang dipersyaratkan.

Hal ini diungkapkan pada Espos dalam siaran Pers di kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang (5/3).

Pada Penegahan Berbagai Barang Elektronik Pada hari senin tanggal 01 Januari 2014 petugas Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang pada fery MV Baruna Mulia yang tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura dari Batam pukul 19:00 WIB dan kedapatan 698 barang berupa barang-barang.

Mesin Gelper
Mesin Gelper

Jumlah barang yang di Dimana barang tersebut tidak dapat dikatagorikan sebagai barang penumpang dan tidak dilengkapi dengan dokumen Kepabean PPFTZ 01 dan perizinan dari intansi teknis terkait dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp.131.831.000.

Atas barang yang dari kawasan FTZ Batam harus dilengkapi dengan dokumen PPFTZ01 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 47/PMK.04/2012 tanggal 10 Maret 2012 tentang Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang Ke dan Dari Kawasan Yang Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan Pembebasan Cukai.

Ada pun barang yang diamankan dalam bentuk Penegahan adalah  1. 12.048 pcs Contact Lens. pada,, 29 Januari 2014 petugas Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang pada fery MV Baruna Mulia yang tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura dari Batam pada pukul 13:00 WIB.

Petugas Bea dan Cukai telah menenukan barang berupa 12.048 pcs Contact Lens yang tidak dapat dikatagorikan sebagai barang penumpang dan tidak dilengkapi dengan dokumen Kepabean PPFTZ01 dan perizinan dari intansi teknis (izin dari Kementerian Kesehatan) dan perkiraan nilai barang sebesar Rp.470.640.000;.

Atas barang yang dari kawasan FTZ Batam harus dilengkapi dengan dokumen PPFTZ01 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 47/PMK.04/2012 tanggal 10 Maret 2012 tentang Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang Ke dan Dari Kawasan Yang Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan Pembebasan Cukai.

IMG_4342Dan penegahan barang sejumlah 36 pcs Mesin Ketangkasan, berdasarkan informasi intelijen Petugas Kantor Pengawasn dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang menerima informasi akan adanya pengiriman mesin ketangkasan dari Batam melalu Tanjug Uban yang akan dibawa ke Tanjungpinang.

Atas informasi tersebut pada hari Sabtu tanggal 15 Februari 2014 dilakukan pengecekan didaerah Tanjung Uban dan didapati pembongkaran atas 36 pcs Mesin Ketangkasan Merk Rock II Playtime dengan kondisi bekas setelah dilakukan pemeriksaan diketahui atas barang tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen kepabean PPFTZ01, dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp..80.000.000;.

Atas barang yang dari kawasan FTZ Batam harus dilengkapi dengan dokumen PPFTZ01 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 47/PMK.04/2012 tanggal 10 Maret 2012 tentang Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang Ke dan Dari Kawasan Yang Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan Pembebasan Cukai serta terhadap barang bekas dengan izin impor dari Kementrian Perdagangan.

Dari penindakan tersebut telah dilakukan pengamanan Barang Hasil Penindakan berupa 1.689 barang berupa barang-barang elektronik dan accessories seperti smartphone berbagai merek, notebook, tablet dll. 2.12.048 pcs Contact Lens, dan 3.36 pcs Mesin Ketangkasan. “Total Perkiraan Nilai Barang diperkirakan Rp.682.471.000; (enam ratus delapan puluh dua juta empat ratus tujuh puluh satu ribu rupiah).

Ketentuan Hukum yang dilanggar dan ancaman hukuman, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara atas penindakan tersebut, dapat diduga telah terjadi pelanggaran Peraturan Menteri Keuangan No. 47/PMK.04/2012 tanggal 10 Maret 2012 tentang Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang Ke dan Dari Kawasan Yang Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan Pembebasan Cukai.

Tindak lanjut Penindakan,hingga saat ini Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungpinang berkoordinasi dengan petugas Kantor Pelayanan Utam Bea dan Cukai Batam masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan atas kasus pemasukan barang tanpa dokumen kepabean dari kawasan bebas Batam.

“Terhadap barang hasil penindakan diusulkan untuk ditetapkan menjadi Barang yang dikuasai oleh Negara”.(Mela/Red)

 

Check Also

Sakitnya di Penjara Malaysia, Ini Pengakuan Salmiah TKI Asal Sumut

Tanjungpinang, sidaknews.com – Setelah lama mengadu nasib di Negara jiran Malaysia kurang lebih selama 15 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *