Jumat , 26 Mei 2017
Home » Bengkulu » Bekas galian Batu Bara di Kabupaten Bengkulu Tengah banyak diterlantakan Pengusaha Tambang

Bekas galian Batu Bara di Kabupaten Bengkulu Tengah banyak diterlantakan Pengusaha Tambang

Bekas Galian penambangan batu bara di Kabupaten Bekulu Tengah, Kecamatan Tabah Penanjung, desa Lubuk Sini  banyak diterlantarkan oleh para pengasaha tambang Batu bara, hingga layaknya seperti danau buatan, yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan bencana. Bahkan mungkin dapat menenggelamkan wilayah pedesaan.
Bekas Galian penambangan batu bara di Kabupaten Bekulu Tengah, Kecamatan Tabah Penanjung, desa Lubuk Sini diterlantarkan oleh para pengasaha tambang Batu bara.

Bengkulu,Sidaknews.com – Bekas Galian penambangan batu bara di Kabupaten Bekulu Tengah, Kecamatan Tabah Penanjung, desa Lubuk Sini banyak diterlantarkan oleh para pengasaha tambang Batu bara, hingga layaknya seperti danau buatan, yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan bencana. Bahkan mungkin dapat menenggelamkan wilayah pedesaan.

Demikian dikatakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Komparasi Imran Patiraja, yang didampingi oleh Sekretaris LSM LIRA, Povinsi Banten yang sekaligus putera asli Bengkulu Tengan, yang pernah mencalonkan sebagai Kandidat Bupati Bengkulu Tengan tahun 2012.

Saat ditemui Sidaknews di ruang kerjanya, Duano Kamidan, yang juga selaku wakil Ketua Kadin Kota Tanggerang Selatan, bidang Investasi ini, menyebutkan bahwa dirinya sangat prihatin akan keberadaan Perusahaan tambang P.T Bukit Sunur yang mengeksploitasi batu bara dengan semena-mena, tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh aktifitas penambangan tersebut, seperti hal bekas kegiatan penambangan diterlantarkan dengan begitu saja tanpa ditimbun kembali dan direboisasi oleh perusahaan PT.Bukit Sunur dan perusahaan tambang lainnya.

Ditambahkan Duano, dirinya bersma masyarakat Bengkulu Tengah berharap agar pihak pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup agar menindak para pengusaha tambang yang tidak memperhatikan dampak lingkungan dari aktifitas penambangan batu bara tersebut.

Serta mendesak pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengaudit keberadaan perusahaan yang beroperasi disana, dan mendesak DPRD Kabupten Bengkulu Tengah untuk segera membuat Peraturan Daerah agar pajak Batu bara dapat dibagi 70;30 persen. Tidak seperti halnya pada saat ini bahwa pajak penerimaan hasil tambang galian batu bara itu dikendalikan oleh pemerintah pusat.

Hal senada juga dirasakan salah seorang masyarakat, Afandi (65) yang tinggal sekitar penambangan batu bara, dia menyebutkan bahwa sejak tahun 1986, hingga kini perushaan yang melakukan eksploitasi di sana tidak pernah memberikan kompensisi kepada masyarakat sekitar, yang langsung menerima dampak dari aktifitas penambangan tersebut.

“Sejak kami tinggal disini, belum pernah mendapat bantuan dari perusahahn penambangan batu bara itu, seperti fasilitas umum, jalan raya, masjid, sekolah dan dan memperhatian masyarakat miskin di sekita penambangan, saya kira saat para pengusahah moment yang untuk berbagi kepada masyarakat disini karena sebentar lagi akan dating hari raya Idul Qurban “ ungkapnya.(Haris Maloko)

Check Also

Desa Paya Bujok Beuramoe Khitan Anak Kurang Mampu

Langsa, sidaknews.com – Sedikitnya 20 orang anak dari keluarga yang kurang mampu di desa Paya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *