Kamis , 25 Mei 2017
Home » Hukrim » Berkas Diana Dilimpahkan ke Kejari Tanjungpinang

Berkas Diana Dilimpahkan ke Kejari Tanjungpinang

TANJUNGPINANG (HK) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang telah menerima berkas tersangka Diana Sulastri dalam dugaan penggunaan surat palsu atas sertifikat lahan atas nama Christina Djodi di Jalan Gugus, belakang Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri.
Kepala Kejari Tanjungpinang Saidul Rasli Nasution melalui Kasi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Tanjungpinang Soleh membenarkan bahwa berkas tersebut telah dilimpahkan oleh pihak Polres Tanjungpinang.

“Ada berkas tersangka Diana yang diserahkan pihak Polres Tanjungpinang beberapa waktu lalu telah kami terima. Kami sedang melakukan penelitian terkait berkas yang diserahkan tentang pemalsuan sertifikat,” ungkap Soleh, Rabu (28/8).

Tidak banyak dikomentari Soleh terkait dugaan pemalsuan sertifikat tersebut, yang diduga menyeret nama Djodi Wirahhadikusuma.

Diberitakan sebelumnya, Polres Tanjungpinang menetapkan Diana Sulastri sebagai tersangka penggunaan surat palsu atas sertifikat lahan atas nama Christina Djodi yang terletak di Jalan Gugus, di belakang Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri. Polisi juga telah menyita sejumlah dokumen penggunan surat palsu tersebut.

“Polisi pun telah melakukan pemeriksaan terhadap istri Djodi Wirahadikusuma (Christina Djodi) Informasi yang kami ketahui, dua kali dipanggil polisi, istri Djodi mangkir dan yang terakhir dipanggil lagi,” ujar sumber media yang minta namanya tidak ditulis, Senin (13/5) di Tanjungpinang.

Menurut sumber, informasi ini dapat dibuktikan melalui isi dokumen surat berita acara penyitaan yang dikeluarkan Polres Tanjungpinang, bahwa pada hari Jumat tanggal 21 Desember 2012 sekitar pukul 16.00 Wib berdasarkan laporan polisi No. Pol : LP-B/534/IX/2012/Kepri/SPK-Res Tpi, tanggal 3 September 2012, Sprint sita Nomor : SP Sita/93/XII/2012/Reskrim, tanggal 20 Desember 2012 dan SUrat Izin Khusus Penyitaan dari Ketua Pengadilan Negeri (PN) Nomor : 329/Pen.Pid/2012/PN.TPI tanggal 18 Desember 2012

“Berdasarkan surat berita acara itulah, polisi telah melakukan penyitaan barang bukti berupa satu rangkap surat keterangan tanah (SKT) yang asli dengan nomor :119/G-1/2012, tanggal 29 Juli 2002 atas nama Abdul Latif yang ada di kantor kecamatan Tanjungpinang Timur. Serta satu rangkap surat keterangan ganti rugi (SKGR) tanggal 3 Mei 2003 antara saudara Abdful ALtif dengan saudari Diana Sulastri dengan register Nomor :297/590/V/2003, tanggal 12 Mei 2003 yang ada di kantor kecamatan Tanjungpinang Timur,” katanya.

Dijelaskan, sejumlah dokumen itu disita polisi dari Christina Nelson Sandy seorang pegawai negeri sipil (PNS) dengan disaksikan Yohendra, seorang anggota kepolisian setempat. Barang bukti ini disita dalam perkara tindak pidana “menggunakan surat palsu” sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 263 ayat (2) KUHP pidana.

Adapun jalan pelaksanaan penyitaan, bahwa tersangka Diana Sulastri sengaja mau menandatangani surat keterangan ganti rugi dengan nomor reg :297/590/2003, tanggal 12 Mei 2003 antara tersangka Diana Sulastri dan saksi Abdul Latif serta tersangka Diana Sulastri telah mengganti rugi tanah milik saksi Abdul Latif  yaitu surat keterangan tanah nomor 119/G-1/2002, tanggal 29 Juli 2012 atas nama saksi Abdul Latif yang diduga dipalsukan yang mana surat keterangan tanah tersebut yang dipalsukan adalah ukuran luas serta tertera di register dan di arsip Kantor Kecamatan Tanjungpinang Timur.

“Singkatnya, Diana Sulastri melakukan hal tersebut atas perintah saudara Djodi Wirahadikusuma, sedangkan tersangka Diana Sulastri tidak tahu berapa luas tanah saksi Abdul Altif yang telah tersangka ganti rugi maupun posisi letak tanah saksi itu. Sedangkan surat yang dipalsukan adalah seluas tanah menjadi 19.962 Meter persegi.

Yang menyebabkan Diana Sulatri mau berbuat demikian karena Djodi Wirahadikusuma mau bertanggung jawab akan masalah ini semua. Nomor sertifikat tersebut adalah sertifikat hak milik nomor 892 atas nama tersangka sendiri dan semuanya yang melakukan pengurusan terhadap sertifikat tersebut adalah  Djodi Wirahadikusama serta membalikkan namakan sertifikat dari nama tersangka menjadi ke nama istri Djodi Wirahadukusuma,” kata sumber sembari memperlihatkan surat resmi berita acara penyitaan tersebut.

Informasi di lapangan, penyitaan yang dilakukan kepolisian sudah mendapatkan rekomendasi penetapan dari Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang nomor : 329/Pen-Pid/2012/PN.TPI yang ditandatangani oleh M Jalili Sairin SH MH selaku Wakil Ketua PN Tanjungpinang. Dalam surat penetapan tersebut, benda yang diduga telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana berdasarkan pemeriksaan terhadap saksi bernama Robert Yunizar.

Selain itu, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Kecamatan Tanjungpinang Timur juga sudah menerima tanda terima penyitaan tersebut. Penyitaan itu berdasarkan surat perintah dari Polres Tanjungpinang Nomor : Sp.Sita/93/XII/2012/Reskrim, tanggal 20 Desember 2012. Yang menerima Arsip penyitaan adalah Bripka RP Tambhunan SSos selaku penyidik Reskrim dan yang memberikan arsip penyitaan adalah Christian Nelson Sandy.sumber Haluan kepri

Check Also

Pelaku Pencabulan ini Menangis Saat Diekspos Polisi

Tanjungpinang, sidaknews.com – Muhammad Saputra (32), tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur menangis saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *