Selasa , 30 Mei 2017
Home » Daerah » Aceh » Bireuen Ala Copenhagen Dan Taman Labirin

Bireuen Ala Copenhagen Dan Taman Labirin

Tarmizi A. Gani dua dari kanan saat bersama Kedutaan Indonesia di Denmark di Copenhagen (ft-dok-pribadi)
Tarmizi A. Gani dua dari kanan saat bersama Kedutaan Indonesia di Denmark di Copenhagen. (ft-dok-sidaknews)

BIREUEN-ACEH,Sidaknews.com – Kota Bireuen yang merupakan salah satu kota yang sedang bangkit perlu menunjukkan ciri khasnya tersediri sebagai salah satu tujuan wisata yang di kemas pemerintah dalam visit Bireuen 2018.

Maka untuk menuju kesana saya kira dibutuhkan ketersediaan ”ruang hijau semacam hutan kota” ala Copenhagen, Kota Bireuen yang juga sering di panggil dengan nama kota juang pantas bergaya hebat dengan sebuah miniatur hijau di kawasan kota atau dalam bahasa ilmiah sering di sebut ”taman labirin”.

Sebagai mana di kutip di google, Kota Copenhagen, Denmark di benua Eropa di nobatkan sebagai kota terhijau Eropa 2014 mengalahkan kota Bristol di Inggris dan kota Frankfurt di Jerman, hal ini bisa dijadikan salah satu rujukan awal, sehingga Bireuen tampil beda dengan gaya yang menakjubkan di lintasan pulau Sumatera.

Sudah selayaknya Bireuen berbenah diri menjadi salah satu kota hijau pertama di Aceh, yang di setiap persimpangan dan trotoar serta perkantoran memiliki ruang hijau yang indah sebagai komitmen terhadap lingkungan yang sehat dalam menyambut visit Bireuen tahun 2018 yang genderangnya mulai di tabuh pemerintah daerah.

Salah satu ruang hijau atau taman labirin di Eropa (ft-ist)
Salah satu ruang hijau atau taman labirin di Eropa (ft-ist)

Sejumlah warga mendukung tersedianya ruang hijau yang juga dapat di jadikan lokasi rekreasi anak-anak bahkan untuk orang dewasa, selain bisa bersantai juga bisa berfungsi untu melepaskan lelah di persekitaran kota yang hijau.

Kecuali itu, sejumlah warga memberi apresiasi terhadap langkah yang di lakukan pemerintah daerah yang sudah memulai menghijaukan kota, namun demikian perlu penataan yang terkonsep sehingga terlihat asri dan menarik bagi siapapun yang berkunjung dan melewati Bireuen.

Langkah ini sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan kota yang bebas emisi CO2 kedepan, di sisi lain ruang hijau tersebut bisa di manfaatkan pemerintah Bireuen dalam menempuh cara mengurangi emisi dengan memakai lebih banyak energi yang ramah lingkungan bagi sistem pemanas perkotaan.

Perencanaan yang dilandasi oleh kesadaran lingkungan di seluruh Aceh tidak hanya untuk keindahan kota Bireuen, namun akan memneri banyak manfaat dan dampak kepada kesehatan warga.

Kabupaten Bireuen sebagai salah satu kabupaten yang letaknya sangat strategis di Aceh, perlu dukungan semua pihak termasuk pemerintah Aceh dalam menggaet kerjasama dengan sejumlah perusahaan ramah lingkungan, universitas dan berbagai organisasi untuk memacu terciptanya inovasi kota dan lapangan kerja ramah lingkungan.

Jika ini terlaksana, kita berkeyakinan akan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat untuk beralih ke gaya hidup yang ramah alam.

Seperti halnya rencana Kota Bristol di negara Inggris, pemerintahnya memiliki target ambisius guna memangkas emisi CO2, jauh di atas target Uni Eropa dan target nasional negaranya hingga 40% pada 2020 dan 80% pada tahun 2050 dibanding level tahun 2005.

Untuk membangun dan menjaga kelestarian kota yang ramah lingkungan, tentunya pemerintah harus melibatkan penduduk melalui kegiatan relawan, petisi elektronik (e-petitions), diskusi online dan kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan.

Padatnya penduduk di perkotaan akan berdampak langsung terhadap lingkungan, maka dengan terwujudnya ruang hijau, dipercaya dapat menunjukkan bahwa kota Bireuen bisa menjadi ujung tombak perubahan menuju praktik pembangunan dan gaya hidup yang ramah lingkungan.

Dalam mencapai cita-cita dan impian Bireuen sebagai kota hijau pertama di Aceh, pemerintah sedianya bisa duduk dengan lembaga atau donatur yang dianggap berkompoten hingga menawarkan keberbagai pihak tentang ide sehat kota hijau gaya labirin yang ramah alam.

Bahkan tidak mustahil melakukan sering dengan sejumlah pos anggaran yang ada termasuk sistim program pembangunan bertahap dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, sehingga ruang hijau di kota juang bukan lagi basa basi dan mimpi tapi kenyataan.(Hasbi)

Check Also

Berantas Pekat, Polrestabes Medan Musnahkan Ribuan Botol Miras

Medan, sidaknews.com – Dalam memberantas pekat atau penyakit masyarakat pihak kepolisian Polrestabes Medan memusnahkan kurang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *