Home » Berita Foto » Birokrasi Kultur Jawaban Untuk Reformasi Birokrasi

Birokrasi Kultur Jawaban Untuk Reformasi Birokrasi

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, SH, saat menyampaikan orasi ilmiah pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat, sabtu (19/12) siang di purwakarta.
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, SH, saat menyampaikan orasi ilmiah pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat, sabtu (19/12) siang di purwakarta.

Purwakarta,Sidaknews.com – Ada yang hilang dalam tatanan birokrasi dan aparatur pemerintahan di indonesia, yang hilang itu adalah spirit pengabdiannya. Sementara yang muncul dalam birokrasi adalah mengejar salary, yang ukurannya pada pengejaran pendapatan dari aparatur sipil negara ini.

“sehingga berapapun kenaikan gaji pegawai negeri, Tak akan mengubah peningkatan pengabdian mereka pada negara. Yang ada malah kurang lagi dan kurang.”, jelas Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, SH, saat menyampaikan orasi ilmiah pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat, sabtu (19/12) siang di purwakarta.

Menurut Dedi yang juga Koordinator Presidium KAHMI Jawa Barat ini, hilangnya spirit birokrasi aparatur negara disebabkan metodologi (pendekatan) pemahaman agama yang hanya mengedepankan ritus formal. Dimana seseorang yang menjadi PNS dianggap tidak beribadah, padahal tugasnya adalah mengabdi pada negara dan rakyat.

“sementara beribadah hanya dilekatkan pada mereka yang pergi umroh. Yang berhak masuk syurga adalah mereka yang pergi haji. Tetapi bagi mereka yang mengabdi melayani rakyat dalam pembuatan KTP di disdukcapil tidak difatwakan masuk syurga.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, SH, saat menyampaikan orasi ilmiah pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat, sabtu (19/12) siang di purwakarta.
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, SH, saat menyampaikan orasi ilmiah pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Barat, sabtu (19/12) siang di purwakarta.

Yang ngajar sepenuh hati tidak difatwakan masuk syurga. Sehingga seolah-olah ketika mengabdi pada negara tidak ada harapan pintu syurga terbuka bagi mereka. Ini kan problem” jelas Dedi.

Problem kedua menurut Dedi adalah ritus negara saat ini yang tidak memiliki sandaran peradaban lama nusantara. Padahal, indonesia pernah unggul oleh pengabdian para abdi dalem kerajaan-kerajaan dulu misalkan, walaupun mendapatkan bayaran yang sedikit,.

“pengabdian pada Kangjeng Dalem dan rakyat adalah kebanggaan bagi abdi dalem. Disinilah lahir nilai spiritualitas yang bisa mengalahkan nilai angka-angka materi dan salary pendapatan” tambahnya.

Untuk itu, yang perlu dilakukan saat ini adalah mengembalikan (mereformasi) birokrasi aparatur pada nilai kultur wilayah masing-masing. Aparatur yang paham dan peka pada potensi wilayah dan perubahan yang terjadi di masyarakat, “isu birokrasi yang saya lakukan di purwakarta adalah berbasis kultur.

Jika kultur maka ada 4 hal, birokrasi harus mengenal tanah yang diinjaknya, air harus menjadi energi seorang birokrat, udara dan matahari menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam pengabdian seorang birokrat. Jika sudah berbasis kultur maka efisiensi anggaran akan tercipta” tandas Dedi.

Senada dengan Dedi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandy beranggapan sama jika hari ini birokrasi harus berbasis kinerja. Pendapatan Aparatur negara kedepan akan disesuaikan dengan kinerja yang dilakukannya, “jadi jangan harap pendapatan naik jika etos kerja para PNS-nya tidak bisa dibanggakan.”, jelas Yuddy.

Menurut Yuddy yang juga Alumni HMI ini mengingatkan seluruh aparatur negara yang ada di purwakarta untuk mengikuti apa yang menjadi kebijakan dan program bupati Dedi. Apresiasi yuddy ditunjukannya kepada kepemimpinan Dedi mulyadi ketika dirinya menyempatkan mengunjungi pelayanan publik disdukcapil setempat dan beberapa infrastruktur yang ada di purwakarta ini.

“kita sangat apresiasi, pelayanan publik gratis sudah dijalankan. Rapat-rapat di purwakarta ini sudah tidak lagi dilakukan di hotel, karena pemdanya menyediakan dan membangun ruang bale-bale pertemuan. Bagus” tandas Yuddy.

Pembukaan Rakorwil KAHMI Jawa Barat di Bale Citra Resmi ini selain dihadiri Bupati Purwakarta dan MenpanRB, juga dihadiri mantan menteri kehutanan era SBY, MS. Ka’ban yang juga Majelis nasional KAHMI Pusat, seluruh pejabat pemkab purwakarta dan guru di kabupaten purwakarta.(Karla@.Humas Setda Purwakarta)

Check Also

Nurdin Basirun Saat Ratas dengan petinggi PT. BRC.

Gubernur: Investasi Untuk Kepentingan Masyarakat Dan Memprioritaskan Tenaga Kerja Lokal Kepri

Tanjungpinang, sidaknews.com – H. Nurdin Basirun, Gubernur Kepri saat melakukan rapat terbatas (ratas) dengan para petinggi PT. Bintan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>