Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Blang Adang Dan Kondisi Jalannya

Blang Adang Dan Kondisi Jalannya

Kondisi Jalan Gampong Blang Adang Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Aceh (Foto, Idris Kasem)
Kondisi Jalan Gampong Blang Adang Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Aceh (Foto, Idris Kasem)

Bireuen,Aceh.Sidaknews.com – “Saba …. Saba…… dan Saba…..,Gampong Blang Seunong dan Cot Iboeh Timu. Semoga jalannya cepat lebur tentunya nanti akan menjadi sawah baru. tanpa perlu biaya pencetakan sawah. panen tentu akan bertambah karena lokasi sudah bertambah.

Inilah ungkapan Tgk. Leubee salah seorang coordinator aneuk pateng dalam jajaran GAM Daerah II wilajah Batee Iliek membuat status di akun facebooknya “YAOWW DESKY” dengan penuh sindiran karena kesal kepada pemda Bireuen yang tidak memperdulikan jalan yang sudah rusak parah.

Kepada penulis Idris Kasem, Tgk Leubee mengisahkan, padahal jalan ini saat komflik dulu kita berlari dikejar aparat TNI, jalan ini dulu pernah dikunjungi para petinggi GAM, di kedua kampung melalui jalan ini juga sering kita membuat acara-acara besar yang menyangkut perjuang GAM tapi kenapa para petinggi sekarang yang telah menjabat di instansi pemerintah Republik sudah lupa dan tidak mau memperdulikan jalan ini lagi.

Dalam kolom komentar akun facebooknya Tgk. Leube juga menambahkan bait kata-kata sindiran dalam bentuk puitis yang sangat menggelitik pembacanya, tulis Idris Kasem, kepada media ini.

“Tanah air yang tak terlupakan| Berlepotan Lumpur di pakaian| Baik pergi maupun pulang | Oh negeri Blang Adang | Padahal pernah melahirkan Dewan | Atau semua kloe buta dan bisu bila didendang | Atau ra-uh tradisi jajahan jepang | Yang harus dipertahankan | Untuk melengkapi semua penderitaan | Atawa dari sebuah kesengajaan | Dari sisa-sisa Perjuangan | Allahu akbar….”

Disini pernah melahirkan Dewan katanya lagi, dengan nada yang sangat kecewa, jalan ini tidak jauh dengan kantor Camat Jeumpa hanya berjarak sekitar 2 KM, bagi saya tidak masalah karna sejak dari komflik dulu sudah biasa dikejar aparat lari lewat sawah dan lumpur, yang sangat menyedihkan bagi anak-anak pergi sekolah dan pergi pengajian, hari gini mereka masih berjuang dan berlepotan dengan lumpur di jalan.

Dalam kolom komentarnya yang lain Tgk Leubee sedikit berkelakar tapi masih bernuansa mengkritik dan menyindir dengan gaya uniknya tersendiri:

“Mungkin sebuah pertanda, perjuangan masih panjang, terhalang lumpur dijalanan, haruskah ada referendum dengan opsi sawah atau jalan…….Semoga Nanti Tgk. bupati dan Tgk.

camat mau menyemai benih pertama. Soalnya gak jauh, masuk dari beng siri arah selatan. lagian hanya 2 km dari kantor camat jeumpa koq”, demikian kisah jeritan Tgk Leubee yang kemudian di rilis oleh salah seorang (Koresponden) dan di kirim kepada media ini.(Tarmizi A. Gani)

Check Also

Indonesia Perlu Belajar Toleransi Dari Keberagaman di Sipirok

Sipirok, sidaknews.com – Keberagaman merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dari sebuah wilayah dalam suatu negara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *