Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » BLH dan Dinas Perikanan dan kelautan Karimun harus bertanggungjawab

BLH dan Dinas Perikanan dan kelautan Karimun harus bertanggungjawab

-Lemahnya Pengawasan dari Badan Lingkungan Hidup Karimun terhadap Operasional Tambang Timah Laut.

Agusman.SE.Ketua  LSM Semenanjung Kita.
Agusman.SE.Ketua LSM Semenanjung Kita.

Karimun,Sidaknews.com – Kepala Badan Lingkungan Hidup dan kepala Dinas perikanan dan kelautan kabupaten karimun di nilai tidak profesional di dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Sehingga kuat dugaan kedua petinggi ini berkonspirasi dengan pengusaha tambang timah laut ini untuk mengejar keuntungan semata tanpa melakukan studi kelaiayakan dan kepatutan konsesi yang akan di tambang tanpa mengindahkan dampak dari lingkungan dan hancurnya ekosistem laut.

Tidak dapat dipungkiri, dengan metode pertambangan KIP saat ini yang langsung membuang tailing ke laut maka kekeruhan air laut meningkat drastis. Sebaran dan kecepatan cemaran bisa diperkirakan dari pola dan kecepatan arus, dinamika pasang surut dan aspek oseanografi lainnya.

Sebagai pembanding,hasil simulasi yang pernah dilakukan saat sidang AMDAL di Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD)Kabupaten Karimun Provinsi Kepri oleh konsultan AMDAL untuk izin operasi puluhan KIP yang yang diberikan mengakibatkan dampak sedimentasi pada musim barat dari luas lahan yang tersedia.

Terumbu karang yang terkena dampak dari tailing KIP biasanya mati tertutup lumpur/sedimen. Apalagi selama ini pengambilan keputusan lokasi penambangan di laut hanya melihat ada atau tidaknya timah bukan melihat ada atau tidaknya ekosistem terumbu karang di lokasi tersebut.

Terumbu karang yang mati kemudian ditumbuhi makroalga yang miskin potensi perikanan. Jika hal ini terjadi, maka terumbu karang yang mati hampir tidak mungkin kembali pulih menjadi ekosistem terumbu karang yang sehat.

Hal ini karena makroalga akan terus tumbuh mengganti struktur komunitas karang sebelumnya. Dampak turunan dari rusaknya ekosistem laut adalah dengan semakin berkurangnya hasil tangkapan nelayan karena ikan semakin menjauh akibat penurunan habitat ikan.

Dari kajian-kajian yang mendasar ketika di gelar sidang Amdal oleh instansi terkait seperti dinas kelautan dan perikan beserta Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun justru menganggap hal ini tidak begitu penting hanya melihat ada atau tidaknya timah bukan melihat ada atau tidaknya ekosistem terumbu karang di lokasi tersebut.disinyalir kuat adanya konspirasi antara pengusaha Tambang dengan kedua instansi tersebut.

Hal ini di katakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)Semenanjung Kita Agusman.SE ketika di wawancarai Sidaknews.com di kediamanya baru-baru ini mengatakan,” Konsep pertambangan timah lepas pantai yang berwawasan lingkungan baru sekedar retorika dan belum ada contoh nyata hingga saat ini di Karimun.

Bahkan PT Timah yang sering mendengungkan istilah ”good mining practice” tidak dapat membuktikannya untuk penambangan di laut. Hal ini diindikasikan oleh reklamasi laut tidak dilaksanakan di Karimun oleh perusahaan-perusahaan tambang timah ini,padahal tidak sedikit hasil timah diambil dengan kapal keruk dan kapal hisap di perairan laut karimun ini,”terang Agus.

Selain itu kata Agus,kerusakan ekosistem laut akan membuat ikan semakin menjauh sehingga nelayan menangkap ikan ke tempat yang lebih jauh pula. Hasil tangkapan pun biasanya lebih sedikit dan ukuran ikan lebih kecil. Waktu melaut pun semakin lama. Meningkatnya biaya operasional inilah yang kemudian membuat harga ikan di pasar semakin tinggi.

Parahnya, kenaikan harga ikan yang ditanggung masyarakat/konsumen tidak pernah diperhatikan. Dampaknya kesejahteraan masyarakat semakin menurun karena semakin rendahnya daya beli masyarakat untuk membeli komoditas perikanan laut yang bergizi tinggi tersebut.

Lebih jelas Agus mengatakan,Kegiatan penambangan timah di Karimun bagaikan pisau bermata dua bagi Pemerintah. Di satu sisi, penambangan timah offshore perlu dilakukan karena dapat menambah lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran. Di sisi lain, penambangan timah offshore berdampak buruk bagi ekosistem laut dan mengancam mata pencaharian para nelayan di Karimun Melarang dan mengizinkan merupakan pilihan yang sulit karena keduanya memiliki dampak dan manfaat masing-masing.

Jika kita telaah lagi, ekosistem laut karimun yang rusak merupakan buah dari kerusakan penambangan lepas pantai (offshore) sehingga terjadilah kerusakan ekosistem laut seperti saat ini,”papar Agus

Dari itu saya Sangat setuju penghentian penambangan timah laut seperti disampaikan oleh saudara Zainudin(Capt Din)setelah pihaknya melakukan peninjauan ke lapangan secara langsung untuk mengetahui situasi penambangan itu dan kunjungan ke perusahaan yang menambang timah beberapa waktu lalu.

“Kesimpulannya, royalti yang diperoleh Pemkab Karimun tidak bernilai signifikan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karimun,disamping tidak mengindahkan ekosistem laut.Agus juga menduga bahan bakar untuk keperluan operasional kapal isap produksi, menggunakan BBM subsidi. Kemudian, perekrutan tenaga kerja asing juga tak sesuai dengan UU No 13 tahun 2004 tentang ketenagakerjaan.

Yang lebih riskan lagi kepala Badan Lingkungan Hidup saudara Amjon tidak layak duduk di Instasi ini karena beliau tidak memiliki pengalaman dan ilmu untuk mengurus masalah lingkungan hidup,”Sangat di sayangkan sekali Amnjon itu kan mantan guru,gimana sich dia bisa mengelola dan mengawasi lingkungan hidup,”Kata Agus heran.

Selain itu kepala Dinas perikanan dan kelautan saudara Azmi Yuliansyah di sinyalir orang dekatnya Bupati,dan Bupati di sinyalir punya bisnis Tambang Timah laut jadi sama-sama tau sajalah,”Terang agus mengakhiri.

Secara terpisah Kepala Badan Lingkungan Hidup Amjon dan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karimun Azmi Yuliansyah ketika di konfirmasi Rabu (31/12) tidak berada di tempat.Bersambung…(Udo)

 

Check Also

Berantas Pekat, Polrestabes Medan Musnahkan Ribuan Botol Miras

Medan, sidaknews.com – Dalam memberantas pekat atau penyakit masyarakat pihak kepolisian Polrestabes Medan memusnahkan kurang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *