Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » BLH Tanjungpinang Hentikan Penimbunan Ilegal

BLH Tanjungpinang Hentikan Penimbunan Ilegal

lokasi sidak penimbunan
Petugas dari BLH Tanjungpinang memasang plang larangan di atas lokasi penimbunan yang diduga ilegal saat melakukan sidak, Rabu (26/11). Foto: Rindu Sianipar  

Tanjungpinang, sidaknews.com – Aktivitas penimbunan bakau (mangrove) diduga ilegal yang lokasinya berdekatan dengan lokasi PT Bintan Marina Shipyard (BMS) di Kampung Bestari Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota Tanjungpinang dihentikan sementara, Rabu (26/11).

Penghentian dilakukan, saat tim gabungan dari Pemko Tanjungpinang seperti Badan Lingkungan Hidup (BLH) Tanjungpinang, Dinas Kelautan Perikanan Pertanian Kehutanan dan Energi (KP2KE)Tanjungpinang, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota melakukan sidak ke lokasi.

“Aktivitas ini kita minta dihentikan sementara, sampai pemiliknya mengurus izin penimbunan,” ujar Feri, petugas dari BLH Tanjungpinang kepada sejumlah wartawan di lokasi.

Feri mengutarakan, penghentian sementara yang dibarengi dengan pemasangan plang larangan di lokasi ini juga berkat adanya laporan dari masyarakat yang mengaku resah dengan adanya penimbunan tersebut, apalagi aktivitas sudah berlangsung beberapa waktu lalu.”Ini berkat laporan warga,” kata Feri.

Hal senada juga dikatakan petugas dari KP2KE Tanjungpinang, jika laporan adanya aktivitas tersebut sudah masuk ke pihaknya beberapa waktu lalu. Bahkan, pihaknya sudah dua kali mendatangi lokasi untuk melakukan penghentian.

“Laporan ini sudah pernah kita terima sebelumnya.Bahkan kita sudah dua kali ke lokasi. Tapi, saat tiba di lokasi kita tidak temukan adanya aktivitas,” kata petugas yang enggan namanya ditulis ini.

Feri menambahkan, jika nantinya aktivitas penimbunan masih saja berlangsung sebelum pemiliknya mengurus perizinan, pihaknya mengancam akan melakukan tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita akan tindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini telah diatur dalam Perda Nomor 2 Tahun 2013 tentang izin penimbunan lahan,” kata Feri.

Pantauan di lokasi, lahan mangrove yang sudah sempat ditimbun luasnya sudah hampir sekitar 40×30 meter persegi dengan diameter 50 centimeter. Tampak juga beberapa potongan ranting dan kayu yang berserakan di lokasi serta sejumlah alat yang digunakan untuk bekerja.

Ironisnya, sama dengan seluruh rombongan sidak, Lurah Kampung Bugis Ridwan Dudo juga mengaku, jika hingga saat ini dirinya juga tidak mengetahui siapa pemilik proyek penimbunan tersebut.

“Kita juga tidak tahu siapa pemiliknya. Pak RT dan RW juga tidak ada yang tahu. Setahu saya beberapa waktu lalu belum ada aktivitas ini,” katanya.

Meski demikian, kata lurah yang juga mantan wartawan ini, ke depan dirinya akan terus mengawasi aktivitas penimbunan tersebut dengan bekerja sama dengan lapisan masyarakat, seperti perangkat RT dan RW.

“Selain pihak BLH dan KP2KE serta Satpol PP, kita juga akan mengawasi aktivitas penimbunan ini sampai pemiliknya mengurus izin,” ujar Ridwan.

Penimbunan yang diduga ilegal ini pertama sekali dilaporkan Indra, salah satu pimpinan Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kampung Bestari Kelurahan Kampung Bugis Tanjungpinang kepada BLH dan Kp2KE Tanjungpinang.

“Kita duga aktivitas penimbunan ini merusak mangrove. Makanya harus cepat dihentikan. Mangrove kan sangat dilindungi,” kata pria yang juga aktivis lingkungan ini.

“Ronaldo (bintang sepakbola dunia-red) aja datang ke Indonesia tanam mangrove, masa di sini kita biarkan oknum yang tidak bertanggung jawab merusak bakau,” kata Indra berkelakar sebelum menuju lokasi penimbunan. (Rindu Sianipar)

Check Also

Korban dan kondisi pasca banjir di tapsel dan kota psp.

Sungai Batang Kumal Tapsel Meluap, Seorang Warga Ditemukan Tewas 

Tapsel, sidaknews.com – Akibat Maraknya penebangan liar dikawasan kaki gunung lubuk raya  dan penguasaan lahan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>