Home » Berita Foto » Bocah Umur 2,6 Tahun Penderita Tumor Mata Butuh Bantuan Dermawan

Bocah Umur 2,6 Tahun Penderita Tumor Mata Butuh Bantuan Dermawan

Silvi Aulia ini.Anak kedua dari pasangan suami isteri Iya Sutiyaganda dan Komariyah warga Dusun Tamelang Barat Rt 22/005,Desa Margasari kecamatanKarawang timur  ini menderita penyakit benjolan sebesar kepalan tangan orang dewasa di mata sebelah kirinya.
Silvi Aulia Bocah 2,6 tahun Anak kedua dari pasangan suami isteri Iya Sutiyaganda dan Komariyah warga Dusun Tamelang Barat Rt 22/005,Desa Margasari kecamatanKarawang timur ini menderita penyakit benjolan sebesar kepalan tangan orang dewasa di mata sebelah kirinya.

KARAWANG,sidaknews.com – Malang benar nasib balita berumur 2,6 tahun bernama Silvi Aulia ini.Anak kedua dari pasangan suami isteri Iya Sutiyaganda dan Komariyah warga Dusun Tamelang Barat Rt 22/005. Desa Margasari kecamatan Karawang timur ini menderita penyakit benjolan sebesar kepalan tangan orang dewasa di mata sebelah kirinya.

Dari sekian rumah sakit yang sudah didatangi mulai dari RSUD Karawang,RS Cipto,RS Polri Kramat Jati Jakarta semua dokter mengatakan bahwa bocah ini tidak menderita penyakit sejenis tumor. Namun jika dilihat kasat mata,justru benjolan yang menempel di mata balita ini mirip dengan seseorang yang menderita tumor mata.

Ayah korban Iya sempat bercerita soal awal mula penyebab benjolan yang muncul di mata sebelah kiri anak bungsunya tersebut.Menurut Iya, ketika anaknya umur 11 bulan sempat jatuh dan matanya mengenai bangku yang terbuat dari bambu (bangko). Setelah itu, anaknya mengalami luka ringan dan berdarah yang kemudian ia obati ke klinik terdekat hingga akhirnya sembuh.

“Tapi beberapa bulan kemudian mata anak saya keluar benjolan sebesar biji beras sampai akhirnya membesar seperti sekarang,” ujar Iya sembari menggendong anaknya yang terus merengek kesakitan.

Setelah mengetahui benjolan itu terus membesar,ia dan isterinya lantas membawa anaknya itu ke klinik terdekat dan dirujuk ke RSUD Karawang.Namun pihak RSUD memberikan surat rujukan agar dibawa ke RS Cipto di Jakarta. “Tapi pihak dokter seluruh rumah sakit menyuruh agar membawa pulang anak saya,karena kata mereka anak saya tidak menderita penyakit apa-apa setelah dilakukan CT scan di matanya,” ujar Iyan.

Iyan yang hanya berprofesi sebagai kuli bangunan ini hanya bisa pasrah karena sudah bingung mau mengobati anaknya ini meski ia mengantongi kartu BPJS.

Semenjak pulang dari Rumah Sakit di Jakarta beberapa bulan lalu itu,balita ini belum pernah kembali dibawa ke rumah sakit untuk berobat.Pihak keluarga memilih mengobati korban ke beberapa tempat pengobatan alternativ mulai dari Karawang sampai ke kabupaten tetangga Purwakarta.

“Harapan saya mah kalau ada minta bantuan sama pemerintah,harus berobat kemana lagi anak saya,saya sudah hampir habis Rp 20 juta tapi belum kunjung sembuh,” imbuh Iya.

Sementara itu Ibu korban Komariyah juga menaruh harapan yang sama.Ia hanya berharap agar ada bantuan dari pemerintah daerah demi kesembuhan anak kesayangannya tersebut.Komariyah mengatakan, anaknya ini setiap malam menjerit kesakitan bahkan ia dan suaminya hanya bisa tidur beberapa menit saja dalam satu malam karena harus menjaga anaknya agar tidak menggaruk benjolan di matanya tersebut.

“Ya mungkin gatal,biasanya kalau sudah digaruk itu keluar banyak darah dan nanah,makanya saya harus terus mengawasi bersama suami saya,” ujar Komariyah.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,ia dan suaminya hanya mengandalkan sisa uang yang ia kumpulkan selama suaminya bekerja.Harapan besar sangat ia tunggu agar pemerintah daerah bisa membantu pengobatan anaknya hingga bisa sembuh seperti sebelumnya. (Karla)

Check Also

Kepala Kantor Imigrasi kelas II Tanjunguban Suhendra, melalui Kasi Informasi dan Sarana Komunikasi, Oddy Permana, saat menunjukkan dukumen  pekerja asing.

Imigrasi Tangkap 41 Pekerja Asing di Club Med Lagoi

Tanjungpinang, sidaknews.com -Sebanyak 41 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Club Med di Kawasan Wisata Lagoi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>