Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Buah Pinang Asal Tanjab Barat Ekspor Sampai Ke Asia

Buah Pinang Asal Tanjab Barat Ekspor Sampai Ke Asia

Buah Pinang Kering Asal Tanjab Barat Ekspor Sampai Ke Asia
Buah Pinang Kering Asal Tanjab Barat Kuala Tungkal Provinsi Jambi Ekspor Sampai Ke Asia.

Tanjab Barat,sidaknews.com – Pinang adalah sejenis komoditi palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur. Pinang juga merupakan nama buahnya yang diperdagangkan orang. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Betel palm atau Betel nut tree, dan nama ilmiahnya adalah Areca catechu.

Pinang yang sehari-harinya menjadi penghasilan petani di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, ternyata menjadi andalan di negara Asia. pinang yang begitu tersohor di India. Bahkan hasil tanaman lembab ini begitu diminati negara berpenduduk terbesar kedua di dunia itu.

Setiap bulan, Kota Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi mengekspor sebanyak 40 kontainer pinang kering melalui jalur laut. Pinang tersebut dikirim melalui Batam, menuju pelabuhan kontainer di Singapura, hingga sampai ke India.

Selain negara India, Pakistan, Nepal juga ternyata meminati hasil komoditi unggulan kabupaten yang bersemboyankan “Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ke Tujuan “ ini. Namun, peminat paling tinggi, menurut Ketua Dewan Rempah Tanjab Barat, Sawa Hamid atau yang biasa di sapa akrab dengan H. Amit Pinang adalah India.

Negara India paling banyak mengkonsumsi pinang dari kota Tungkal, sisanya negara tetangga India,”kata pria yang akrab disapa Hamid ini beberapa waktu lalu.

Menurut Hamid, pengiriman pinang dilakukan setiap bulan, tergantung hasil pinang yang dikirim dari masyarakat. Selanjutnya pinang-pinang tersebut disortir di sejumlah penampung yang tersebar di kota Tungkal.

Dalam setahun, dari dermaga Kuala Tungkal mampu dikirim hingga 350 ribu ton pinang. Selain dari Kabupaten Tanjabbar, pinang-pinang tersebut juga berasal dari wilayah Tanjab Timur, dan Riau seperti Sabak, Nipah Panjang, Tembilah, Kuala Enok, Sungai Penuh, dan wilayah lain di Provinsi Jambi.

Kalau khusus dari Tanjab barat, setahun bisa mencapai 150 ribu ton, sisanya dari wilayah tetangga, dan Provinsi Riau, karena penampung terbesar ada di kota Tungkal,” jelas pria keturunan India ini. Di kediamannya di Jalan Sri Soedewi Kota Kuala Tungkal. Penampung terkenal memang berada di Tungkal, makanya dari daerah lain di bawa ke Tungkal,” sambungnya.

Selain di kirim langsung menuju negara Asia Selatan itu, tidak sedikit pinang yang dikirim melalui Jambi, sebelum dikirim ke India. Bagi penampung yang mengirim melalui Jambi, lanjutnya disebabkan penampung tersebut tidak memiliki administrasi resmi pengiriman langsung melalui kapal kontainer.

Kalau di Tungkal, kemungkinan ada tiga penampung besar yang bisa langsung mengirim ke India, karena punya dokumen dan izin. Tapi modalnya harus kuat, karena barangnya dikirim dulu baru di bayar. Tapi kalau di bawa ke Jambi, biasanya langsung di beli orang India, dan segala administrasinya ditanggung pembeli,” papar pria yang juga penampung pinang ini.

Tidak butuh lama bagi para penampung untuk mengirim pinang ke India, dan sekitarnya. Pasalnya hampir setiap hari, petani pinang mengirim ke penampung, bahkan dalam sebulan, para penampung bisa mengirim hingga dua kali.

Pinang tidak ada pernah habis-habisnya, karena setiap hari selalu ada yang menjual, sebulan bisa mencapai 40 kontainer,” katanya.
Orang India, mengenal pinang Kota Kuala Tungkal sebagai pinang terbaik. Biasanya penampung di India langsung menelopon ke penampung di Kuala Tungkal untuk pengiriman pinang,” sambung pria paruh baya ini.

Dari hasil pantauan media ini, Pinang sudah semacam ikon di kota Tungkal, karena diminati negara India, dan pemasarannya pun hanya ke India Saat ini, harga pinang bagi penampung di Tungkal di bulan puasa tahun ini berkisar Rp 9.500/kilogramnya. Namun, sesampainya di negara tujuan, harga tersebut mencapai Rp 12.000/kilogramnya.

Di Tanjab Barat, terdapat puluhan penampung pinang dalam skala menengah, dan kecil. Namun untuk penampung skala besar, ada empat perusahaan, yakni PT Bintang Selamanya, PT Budiman Sukses, PT Bandar Jakarta, dan CV Mantera. Hanya empat penampung besar, sisanya hanya penampung menengah, dan kecil.

Kabupaten Tanjung Jabung Barat tidak memiliki perkebunan khusus pinang. “Pinang merupakan tanaman konversi, bukan seperti kelapa maupun kelapa sawit yang memiliki lahan khusus, dan hargannya juga tergantung pasar.

Dari pantauan media ini wilayah penghasil Pinang di Tanjab Barat, berada di wilayah Betara, Pengabuan, Senyerang, dan Tungkal Ilir, Karena wilayah Ilir merupakan wilayah Lembab, kalau di Ulu, tidak tumbuh pinang.(Andi)

Check Also

Desa Paya Bujok Beuramoe Khitan Anak Kurang Mampu

Langsa, sidaknews.com – Sedikitnya 20 orang anak dari keluarga yang kurang mampu di desa Paya …

13 comments

  1. minta kontak penampung nya dong ataw info harga terbaru

  2. aku minta kontak penampung nya dong ataw info harga terbaru.

  3. Boleh minta alamat penampung pinang yang di kota jambi pak?

  4. Buat para petani buah pinang atau Jika ada yg memiliki buah pinang dan mau di export bisa kontak saya di 081916575408

  5. apa boleh minta nomor salah satu nomor petani disana

  6. Terima pinang kering kadar air dibawah 5% dengan harga 14.000/kg

  7. Saya jual pinang bulat kering, stock ada tapi sedikit, usaha rumahan, stock nya sih sekitar setengah ton , kalau ada yang berminat membeli bisa hubungi saya di : +6282280081220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *