Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Bulan Ramadhan, Karaoke Grand Ami ‘Nekad’ Buka Sampai Jam 2 Malam

Bulan Ramadhan, Karaoke Grand Ami ‘Nekad’ Buka Sampai Jam 2 Malam

Di Bulan Ramadhan, Karaoke Grand Ami 'Nekad' Buka Sampai Jam 2 Malam
Di Bulan Ramadhan, Karaoke Grand Ami ‘Nekad’ Buka Sampai Jam 2 Malam.

KARAWANG,sidaknews.com – Meski di bulan suci Ramadhan, namun bisnis lendir dan tempat penyedia hiburan berbau sex masih marak beroperasi di Karawang. Tak terkecuali di area publik, sejumlah tempat berlabel karaoke, seolah tanpa batas kesakralan bulan Ramadhan, tetap buka seperti biasa. Bahkan, sajian layanan yang ditawarkan tempat tersebut pun nyaris sama, layaknya malam-malam sebelumnya.

Penelusuran sidaknews malam di sebuah tempat karaoke bernama Grand Ami, didapati fenomena luar biasa. Tempat karaoke yang berlokasi di kawasan Interchange tersebut bak surga bagi penikmat kemaksiatan.

Selintas, tempat tersebut terlihat biasa saja. Namun ketika masuk ke dalamnya, tampak di lantai pertama sesudah meja receptionis, jejeran perempuan belia dengan penampilan aduhai.

“Silahkan mas, kita ada beberapa pilihan layanan karaoke. Ada dua paket, yang pertama paket Rp 400 ribu dengan minuman bir putih dua pitcer, dengan durasi waktu dua jam. Yang kedua paket Rp750 ribu, sama dua jam juga. Kalau di luar paket, perjam nya Rp70 ribu. Semua itu di luar PL (perempuan pemandu lagu),” ujar seorang receptionis malam itu.

Usai memilih layanan paket, kemudian dipandu seorang pegawai tempat karaoke tersebut menuju lantai dua, tempat room-room karaoke berada. Sejenak menunggu di lobi lantai dua, tak lama setelah room siap, sidaknews pun masuk. “PL berapa perjamnya mas?” Iseng-iseng sidaknews bertanya pada pegawai karaoke itu.”Per jam Rp100 ribu. Kalau mau tar kita kontesin, biar bisa milih,” jawab si pegawai karaoke tersebut.

Hanya menunggu beberapa menit, sekitar sembilan perempuan belia berpenampilan aduhai dibawa ke dalam ruangan untuk dikonteskan dan dipilih untuk mencari yang cocok. Usai pemilih, acara karaokean pun dilanjut dengan ditemani seorang PL aduhai yang mengaku bernama Ririn.

“Disini buka terus kok. Dari pertama bulan puasa sampai sekarang tidak pernah tutup. Dan masih seperti biasa, tutupnya jam 02.00 WIB,” ujar Ririn.

Kondisi ini tentu sangat disesalkan oleh banyak pihak karena dianggap tidak menghargai bulan suci ramadhan. Kabid Perguruan Tinggi dan Kepemudaan (PTKP) HMI Karawang, Yoza Mahendra, mendorong supaya pemkab Karawang melek dengan kondisi yang ada. Pasalnya, ketentuan serta kebijakan pemkab Karawang, ia nilai sudah cukup baik. Namun sayangnya, tindak tegas serta tindak lanjut dari Bupati Karawang yakni Drs.H.Ade Swara sangat minim. Sehingga banyak pengusahan hiburan malam memandangnya sebelah mata.

“Isu batasan waktu operasi di bulan puasa ini sudah sejak dulu dilaksanakan. Akan tetapi yang disayangkan adalah tindak lanjutnya. Karena masih banyak oknum-oknum tempat hiburan buka pada jam yang menjadi larangan,” ungkapnya.

Menurut Yoza, atas kenakalan tempat hiburan malam yang masih operasi dilain jam yang ditentukan, tentunya sudah pelanggaran. Dimana orang nomor satu mengambil kebijakan yang tepat, namun disalah gunakan oleh oknum pengusaha. Oleh karenanya, HMI bersedia mendampingi orang nomor satu di Karawang melakukan Sidak ke lokasi tempat hiburan.

“Kita dorong Bupati Karawang supaya bertindak. Karena itu sama saja dengan pelecehan kepada pemkab Karawang. Saya selaku orang muslim merasa dilecehkan oleh pengusaha hibuan malam beroperasi siang hari. Tolonglah supaya sama-sama enak hargai umat muslim yang beribadah,” ujarnya.

Dari segi bisnis, Yoza memahaminya karena pengusaha mencari keuntungan. Namun Yoza meminta pada satu bulan ini selama bulan puasa dapat menghargai umat muslim yang sedang beribadah.

“Dalam satu tahun ini bisa luangkan waktulah satu bulan tidak buka full. Karena ini kondisi berkaitan dengan agama harus bisa memahaminya. Apalagi Karawang ini mayoritas agama muslim jadi harus bisa menyesuaikan,” kata Yoza.(ega)

 

Check Also

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Desak Gubernur dan DPRA Selamatkan UUPA

Banda Aceh, sidaknews.com – Pasca pengesahan UU No 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *