Selasa , 30 Mei 2017
Home » Bundaran Pasar Cinde Di Padati Pendukung Sarimuda-Nelly

Bundaran Pasar Cinde Di Padati Pendukung Sarimuda-Nelly

PALEMBANG,Sidak News : Tak puas berorasi menyampaikan tuntutan di kantor KPU Kota Palembang, ratusan pendukung Sarimuda-Nelly menduduki kawasan bundaran Pasar Cinde. Akibat aksi ini, sekitar dua jam kawasan Jalan Sudirman ditutup oleh aparat kepolisian. Aksi pendukung Sarimuda ini berlangsung sejak pukul 14.00-16.00 WIB. Seraya berorasi sebagian massa menduduki miniature globe yang berada tepat di bundaran Cinde. Massa juga dengan membakar ban ditengah perputaran badan Jalan Sudirman.

Akibatnya, kendaraan dari Jalan Sudirman yang hendak ke arah  Air Mancur dan Ampera terpaksa dialihkan melalui Jalan Kolonel Atmo.

Sama seperti sebelumnya, massa menuntut agar Sarimuda ditetapkan sebagai Wali Kota Palembang sesuai dengan keputusan KPU pada 13 April lalu.  Massa juga menolak keras putusan Mahkamah Konstitusi, yang memenangkan pasangan Romi Herton-Harnojoyo.
Untuk itu kepada KPU kota Palembang massa meminta agar tetap menjalankan keputusan pada 13 April lalu.  “Kami akan menyegel kantor KPU jika tuntutan kami tidak diindahkan,” teriak massa dalam orasinya.

Selain itu, massa juga mengancam akan terus melakukan aksi hingga dengan massa yang lebih banyak lagi.

Aksi massa pendukung Sarimuda ini menjadi tontonan pengendara yang melintas. Selain menyebabkan penutupan jalur kendaraan yang hendak melintas ke arah air mancur dan Ampera, aksi ini juga menyebabkan kemacetan panjang dari simpang lamu merah RS RK Charitas hingga ke jalan Atmo.

Setelah puas berorasi, dan membakar ban, hingga kepulan asap hitam menyelimuti langit di kawasan itu, massa membubarkan diri dengan tertib.
Terpisah, Yusril Ihza Mahendra selaku kuasa hukum Calon Wali Kota Palembang, Sarimuda-Nellly, beserta rombongan dari Partai Bulan Bintang (PBB), baru akan bertindak setelah KPU kota Palembang membacakan keputusan siapa yang akan menjadi Wako Palembang.Dia pun akan meminta persetujuan dari Sarimuda untuk mengajukan kejanggalan gugatan ke  MK.

Yusril menilai, MK telah melanggar hukum acara dalam penghitungan suara. Dan pelanggaran tersebut dinilai sebagai pelanggaran prinsip.
Diakuinya, keputusan MK adalah final dan mengikat, namun dia masih menilai MK telah melanggar hukum acara dalam penhitungan suara. “Memang MK membuat keputusan yang salah, yang diperselisihkan TPS, tapi kali ini MK tidak biasa, harusnya 5 TPS itu dilakukan penghitungan ulang dengan berita acara.

Nyatanya, malah MK yang membuka, kemudian menghitung surat suara diluar sidang. Terlebih kata dia, jumlah surat suara tidak sama jumlahnya dengan jumlah pemilih.
Pengajuan gugatan yang akan dilakukannya, tentu kata dia setelah ada keputusan dari KPU, selain itu juga tambahnya masih menunggu persetujuan dari calon yang dipegangnya (Sarimuda-Nelly,red).  “Tapi setelah ada keputusan KPU, dan dalam 3 hari keputusan MK akan kita ajukan lagi gugatan,”imbuhnya.

Sementara itu sebagai pakar hukum dia mengatakan, harusnya ada dewan daerah yang mampu membalance serta mempresentasikan daerah-daerahnya. Sehingga otonomi daerah tidak ke kabupaten atau kota. Kewenangan otonomi daerah kata dia hanya dalam proses administrasi saja.

Nah, kita terjebak dalam otonmi daerah sehingga menggelar pilkada ditiap daerah. Tahun 2013 ini, akan terjadi 177 pilkada diseluruh Indonesia, kalau setau dibawa ke MK maka ada 177 kasus yang artinya dalam dua hari itu MK akan menangangi satu kasus dan itu akan membuat merosot intitusi MK. (wahyu)

Check Also

Danrem 011 Buka Latihan Posko Kodim 0104/Atim

Langsa, sidaknews.com – Komandan Korem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono,S.i.P, M.Si Pimpim Pembukaan Latihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *