Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Bupati Anambas Mohon Persetujuan Angota DPRD

Bupati Anambas Mohon Persetujuan Angota DPRD

Bupati Anambas,Tengku Mukhtaruddin
Bupati Anambas, Drs.Tengku Mukhtaruddin

Anambas,Sidaknews.com – Kabupaten Kepulauan Anambas untuk keempat kalinya menerima predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK–RI atas penggunaan dan penyusunan laporan keuangan Daerah pada 6 Juni 2014.

Demikian dikatakan Bupati Anambas, Drs. T. Muhktaruddin, disaat sidang paripurna di gedung DPRD KKA menyinggung tentang WDP dan WTP tersebut saat Bupati minta persetujuan kepada pihak anggota DPRD untuk menyampaikan nota pertanggungjawaban belanja daerah KKA 2013.

Menurut T.Mukhtaruddin, saat seperti inilah saya mohon kepada rekan-rekan anggota dan ketua DPRD bisa menerima usulan kami salaku pengguna anggaran tersebut dan juga mumpung ada bapak kapolres Natuna Dandim Natuna Juga Danlanal Terempa dalam pidatonya.

“Juga, kita sudah terima hasilnya dan kita kembali mendapatkan WDP. Kita terima hasilnya awal bulan kemarin kata,” Bupati Kepulauan Anambas saat pidatonya, Rabu (26/6).

Ditempat terpisah Ir.Azmi Marsalin mengatakan saat di jumpai media ini di depan Hotel Terempa Baech mengatakan bawasanya majunya sebuah Kabupaten tergantung pemerintah saja. Mau atau tidak ya harus trasparan dan apa pun resikonya, harus buka diri juga kalau kita bicara tentang kemajuan daerah kita sangat tertinggal dibidang apapun maupun dibidang inspratruktur maupun dibidang wisata juga.

Ir. Azmi Marsalin
Ir. Azmi Marsalin

Azmi menyinggung LSM yang ada di Anambas juga tidak berjalan apa yang telah di amanatkan oleh UU 4 ke pemerintah maupun wakil rakyat juga para LSM.

Azmi menambah, sampai kapan masyarakat begini selalu dijanjikan dibidang sosial maupun kesejahteraan masyarakat ujarnya (26/6). sementara kabupaten Anambas kecil, gedung pemerintahan pun belum lengkap semuanya, yang dibesar-besarkan oleh pemerintah daerah KKA hanya dengan pembangunan Proyek Water Front City, sekarang apa manfaat yang bisa dimikmati dalam proyek tersebut? kita menganggap pemerintah daerah kurang mengkaji terhadap pembangunan daerahnya.

“Saya harap pemda harus berfikir yang bermanfaat, cobalah bangun dulu perkantoran kepemerintahan KKA ini jangan beri peluang sekelompok oknum pejabat menyusun RKA yang tidak berazaskan bermanfaat toh jadi penyalahgunaan anggaran akhirnya ujung-ujung Bupati juga yang harus bertanggung jawab,” ujar Azmi.

Ir.H.Supratman mengatakan kepada media ini Sejak Tahun 2009 dan 2010 juga 2011 dan 2012 sampai 2013 bahkan sampai 2014 ini, diharapkan Sekda dan Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas biasa menjelaskan kepihak BPK. Bisa mendapatkan memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), demikian harapan Kepala dinas penanaman modal Anambas.Ungkapnya.

Ir. Agus Supratman Kepala Dinas Penanaman Modal Anambas
Ir. Agus Supratman Kepala Dinas Penanaman Modal Anambas

Tambah Agus Sebenarnya, kita tidak bisa menerima begitu saja status kita yang gagal dari WTP hanya dapat WDP yang dikaitkan dengang aset natuna. Agus kecewa
“Dengan atas dasar pernyataan tersebut dan dikaitkan dengan adanya asset Natuna yang tidak jelas toh itukan urusan pihak Kabupaten Natuna, ngapain kita harus mengambil resiko kasian dengan masyarakat Anambas. menurut agus untuk membangun Anambas ini sangat kecil dan minim sekali, hal ini yang perlu kita tegaskan, bagaimana program pemerintah KKA kedepan bisa mengedepankan pembangunan perkantoran dan pasilitas dan prasarana. Tegasnya.

Agus juga meminta kepada kalangan masyarakat maupun LSM sebagai lembaga sosial kontrol yang ada di Anambas ini agar lebih profesional untuk membuka mata agar pembangunan dan program pemerintah daerah KKA bisa terwujud, kita tidak boleh diam, tentunya harus ada kita harus berani mengedepankan pilar demokrasi, sehingga nantinya pembangunan dapat merata dan ada bukti nyata yang dibuat oleh pemerintah daerah kita.

Menyangkut hal tersebut Ir. H.Agus supratman mengarahkannya, silahkan kopirmasi langsung kepada sekda dan Bupati KKA. Yang jelas Agus sangat kecewa gagalnya dapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), karenanya Agus anggap belum gagal untuk mendapatkan hal tersebut.

Gagalnya dapat WTP dikarenakan agus kecewa dikaitkan dengan asset Natuna, namun menurut agus sampai saat ini asset Natuna itu belum ada titik terangnya apa sih asset natuna yang nampak? ukapnya.(Rohadi)

Check Also

img-20170327-wa0020-1-640x427

Peringatan HUT Damkar, Petugas Diminta Siaga 24 Jam

Lutim, sidaknews.com – Sebagai upaya responsif jika terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Luwu Timur, Petugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>