Home » Berita Foto » Bupati Larang Warga Jual Tanah Untuk Kepentingan Konsumtif

Bupati Larang Warga Jual Tanah Untuk Kepentingan Konsumtif

Bupati
  Bupati Purwakarta, H.Dedi Mulyadi,SH. Dok.Sidaknews.com

PURWAKARTA ,Sidaknews.com – Bagi anda pemilik tanah di purwakarta dan berniat akan menjualnya, kayanya harus berpikir ulang. Sebab akhir pekan lalu Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH telah mengeluarkan Peraturannya tentang pemberian pertimbangan bupati dalam transaksi jual beli tanah di kabupaten purwakarta.

Perbup yang bernomor 47 tahun 2014 ini dimaksudkan untuk menjamin ketersediaan lahan pertanian pangan yang berkelanjutan dan memberikan kepastian tentang rencana pengadaan tanah untuk kepentingan umum dan pembangunan.

Ditemui di ruang kerjanya di gedung kembar nakula, senin (10/03) pagi, Bupati Dedi tak menampik keluarnya perbup itu. Dirinya sengaja mengeluarkan perbup tersebut karena disinyalir banyak areal lahan milik warga yang sebagian besar untuk pertanian, kini beralih kepemilikannya kepada spekulan dan calo tanah, “ini bahaya, negara harus memberikan pertimbangan bagi transaksi ini. Jangan sampai areal pertanian kita habis karena iming-iming uang banyak” jelas Dedi.

Ditambahkan Dedi, bisnis jual beli tanah di purwakarta memang cukup menjanjikan bagi spekulan dan calo tanah, sebab purwakarta hari ini merupakan daerah investasi yang banyak diincar para investor dari luar.

Untuk itu, pihaknya harus berhati-hati dalam memberikan ijin penggunaan lahan, “pembangunan infrastruktur di purwakarta terutama jalan, merupakan faktor utama mendorong warga menjual tanahnya untuk kebutuhan hidup konsumtif. Kita harus atur ini” tambah Dedi.

Bupati Dedi 2Dijelaskan dalam perbup itu, bagi warga purwakarta yang hendak menjual tanahnya harus terlebih dulu memiliki pertimbangan bupati yang dibuktikan dengan surat rekomendasi bupati yang ditandatangani Asisten Sekda bidang Pemerintahan melalui saran dan masukan dari camat dan kepala desa setempat.

Jika penjualan tanah ini sekedar untuk mencukupi hidup konsumtif dan memenuhi kebutuhan pembayaran biaya terkait program pemerintah, semisal biaya pendidikan, kesehatan dan modal usaha dibawah sepuluh juta rupiah dan kebutuhan lainnya, kemungkinan rekomendasi tidak akan dikeluarkan, apalagi objek tanah yang diperjualbelikan tadinya lahan pertanian.

Sejalan dengan hal ini, pemkab pun sebelumnya telah jauh hari mengambil kebijakan tidak akan mengeluarkan izin usaha semisal izin perumahan dan industri yang lokasinya berasal dari areal pertanian. Malah, dalam waktu dekat, pemkab purwakarta akan terus berinvestasi dalam pertanian dengan membeli tanah milik warga untuk fungsi pertanian, termasuk tanah milik warga di luar kabupaten purwakarta.(ega nugraha)

 

Check Also

Calon Wakil Gubernur Aceh, Nasaruddin ketika berbicara dihadapan perwakilan masyarakat Pegasing.

Warga Pegasing Aceh Tengah Sepakat Dukung AZAN

Takengon, sidaknews. com – Perwakilan warga Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah menyatakan dukungan untuk pasangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>