Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Bupati Purwakarta Enggan Menemui Ribuan Pedagang Sekolah

Bupati Purwakarta Enggan Menemui Ribuan Pedagang Sekolah

Bupati Purwakarta Enggan Menemui Ribuan Pedagang Sekolah
Wakil Bupati Purwakarta, Dadan Koswara, Ketua  P2SP Abdul Mukti Saat Bertatap Muka Bersama Ribuan Pedagang Sekolah. 

Purwakarta,Sidaknews.com – Para pedagang yang berdagang disekolah yang hari ini merasa terusir akibat dari Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta, kebijakan larangan sendiri dianggap sangat merugikan bagi pedagang yang sumber kehidupan perekonomiannya dari usaha berdagang disekolah, mendatangi Pemkab Purwakarta untuk meminta solusi atas kebijakan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Senin (7/4).

Sekitar 1000 pedagang sekolah yang tergabung dalam P2SP (Paguyuban Pedagang Sekolah Purwakarta) mendatangi Pemkab Purwakarta bertemu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk meminta penjelasan latar belakang adanya kebijakan dilarang berdagang disekolah dan solusi apa yang akan diberikan oleh Pemkab Purwakarta, namun Bupati pun sepertinya enggan menemui para pedagang dan hanya diwakilkan oleh Wakil Bupati Dadan Koswara.

Para pedagang yang diwakili oleh Ketua P2SP Mumu Abdul Mukti pedagang hanya menginginkan sebelum ada solusi seharusnya pedagang masih diperbolehkan untuk berdagang, tidak begitu saja ada pelarangan, pemerintah harus ada sosialisasi terlebih dahulu.

“Nasib pedagang sampai hari ini tidak jelas, dan kehidupan perekonomian keluarga semakin terjepit, bayangkan pak sumber kehidupan para pedagang hanya berdagang dan disini ada janda, ada pedagang biasa bahkan ada penjaga sekolah yang menggantungkan hidupnya dengan berdagang disekolah, pernah sebagian dari rekan-rekan pedagang berdagang keliling tapi hasilnya juga tidak bisa mencukupi keluarga,” ujar Ketua P2SP Mumu Abdul Mukti didepan Wakil Bupati yang didampingi Sekda dan Sekdis Disdikpora Purwakarta.

“Kami minta kejelasan pak, apalagi hal ini berimbas kepada anak-anak kami yang masih bersekolah yang butuh biaya, kami meminta solusi jangka pendek dan jangka panjang dari Pemkab Purwakarta hari ini,” tegasnya.

Dalam Penjelasannya Wakil Bupati Purwakarta Dadan Koswara menjelaskan bahawa kebijakan tersebut telah lama dikaji baik tingkat Kabupaten maupun bersama Gubernur Jabar, namun semuanya masih dalam tahapan pembahasan

“Bagi siswa pembelajaran dalam hal kesederhanaan, ruangan kelas akan digunakan untuk belajar dan beribadah, selain itu dari sisi kesehatannya, dan pendidikan berkarakter, rencananya awal bulan Mei akan ada solusi Pemerintah Daerah dengan bersama DPRD Purwakarta,” jelasnya.

“Pedagang akan dievaluasi seluruhnya dan hanya pedagang Purwakarta saja, akan dibantu mungkin saja dalam bentuk kompensasi dana untuk pedagang, tetapi para pedagang yang mempunyai keterampilan akan diserap ke pekerjaan lain atau THR (Tenaga Harian Lepas) dan akan diberikan penghasilan sebesar 1 juta – 1 1/2 Juta, itu juga untuk warga Purwakarta, semua harus sesuai aturan, dan kami akan tetap mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Namun Para pedagang tetap bertahan pada keinginannya bahwa untuk pedagang sendiri jangan dibedakan terhadap pedagang Purwakarta atau luar Purwakarta, karena disetiap daerah terjadi seperti ini, pedagang juga Merah Putih bukan bendera lain, lalu bagaimana dengan PNS yang bukan orang Purwakarta, bila ada kebijakan harus nenyeluruh jangan tebang pilih, bahkan Bupati pun dulu pernah menjadi pedagang di salah satu sekolah, jadi pasti bisa lebih merasakan bagaimana nasib pedagang disekolah.

“Pemkab melalui Wabup berjanji akan memberikan solusi paling cepat senin pekan depan, namun solusi dalam bentuk apa kamipun belum tahu, namun apabila tidak seperti yang diharapkan pedagang, kalau memang tidak sehat, bagaimana hasil dari Dinas Kesehatan yang telah mengambil sample dagangan kami, namun semua akan kami serahkan keseluruh pedagang dan mungkin akan melakukan aksi yang lebih besar,” tegas Mumu.

Pada aksi damai ini ribuan pedagang yang terdiri dari pedagang sekolah Purwakarta maupun luar Purwakarta yang mendatangi Pemkab Purwakarta dikawal oleh petugas TNI/POLRI dengan membubarkan diri dengan tertib. (Adi Tarigan)

Check Also

Kasus Narkoba Toko “Taya Ban”, Dua Terdakwa Divonis Seumur Hidup

Tanjungpinang, sidaknews.com -Idriszal Efendi (26) dan Edo Renaldi (24), dua terdakwa dalam kasus penggerebekan narkoba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *