Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Bupati Purwakarta Pimpin Tim Gabungan Tertibkan Japung Jatiluhur

Bupati Purwakarta Pimpin Tim Gabungan Tertibkan Japung Jatiluhur

Bupati Purwakarta Pimpin Tim Gabungan Tertibkan Japung Jatiluhur.
Bupati Purwakarta H.Dedi Mulyadi Pimpin Tim Gabungan Tertibkan Japung Jatiluhur.

Purwakarta,Sidaknews.com – Tim gabungan dari unsur TNI Angkatan Laut, Satpolairud Polda Jabar, Kodim 0619 Purwakarta, Satpolair Res Purwakarta, Satpol PP Purwakarta dan PJT II Jatiluhur turun ke perairan waduk jatiluhur untuk menertibkan keberadaan Jaring Terapung yang disinyalir tak berizin.

Tak hanya personel yang berkekuatan 150 orang, dua armada kapal milik PJT II, 1 Speedboat dan 5 perahu bargas disiagakan guna menarik japung ke tepian waduk di pelabuhan biru, rabu siang, 25 februari 2015.

Japung yang harusnya diperuntukan hanya untuk 4 ribu keramba, kini jumlahnya mengkhawatirkan hingga 23.800 keramba. Overloadnya japung ini, mengakibatkan menurunnya kualitas air waduk jatiluhur yang digunakan untuk air minum PAM Jaya Jakarta dan paling berbahaya, sampah japung berupa drum bekas, batangan bamboo yang rusak bisa mengancam fungsi Turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir. H. Djuanda.

4 (2)aGuna mengembalikan kualitas air jatiluhur ini, pemkab purwakarta mengambil langkah untuk menertibkannya dengan mengerahkan tim gabungan. Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi ikut turun memberikan instruksi penertiban, didampingi Wakapolres Purwakarta, Kompol Indra Gunawan.

“ini tahap awal penertiban dari tim gabungan, kita targetkan 5 hari ini bisa terangkat 1000 keramba dengan asumsi tiap hari bisa diangkat 200 keramba. Kalau tidak bisa, kita evaluasi dengan menambah jumlah armada kapal dan personel untuk menariknya” Jelas Dedi disela pantauannya.

Menurut Dedi, tahap awal penertiban ini dibutuhkan anggaran 400 juta hanya untuk 5 hari. Sementara, jika menertibkan dan menarik 11ahingga 20 ribu keramba lebih, maka dibutuhkan biaya kurang lebih 4 milyar. Banyak pihak berpendapat jika penertiban ini memerlukan waktu cukup lama hingga 4 tahun kedepan, namun nampaknya Dedi lebih optimistis jika penertiban ini tuntas hingga desember tahun ini.

“Penertiban ini beda dengan di darat, butuh keahlian khusus. Selain area penertibannya cukup luas, kita juga butuh peralatan khusus seperti armada kapal termasuk membutuhkan bahan bakarnya. Jadi biaya juga cukup besar. Tapi saya yakin pemerintah pusat juga bisa bantu dari biaya, ini kan problem kita semua” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Presiden Yusuf Kalla sempat mengunjungi waduk jatiluhur akhir tahun lalu. Wapres mendapati jika kualitas air waduk jatiluhur menurun akibat limbah jaring apung. Ia menginstruksikan pihak terkait untuk merevitalisasi keberadaan waduk jatiluhur.(Karla@.hms)

Check Also

Pemkab Sergai Survey Harga Sembako di Pasar Tradisional

–Persediaan Sembako Selama Ramadhan di Sergai Aman Sergai, sidaknews.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1438 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *